by admin | Mar 4, 2025 | health, health & fitness, health and exercise, lifestyle, nutrition
Seorang pakar gizi menguji coba gaya hidup makanan seperti milik Victoria Beckham dalam satu hari. Ternyata, hal mengejutkan berlangsung di tubuhnya setelah itu.
TRIBUNSTYLE.COM –
Victoria Beckham sudah lama dikenal sebagai ikon inspirasi kecantikan dan penampilan sempurna sejak debutnya sebagai Posh Spice dalam grup Spice Girls pada tahun 1994.
Sejak saat itu, dia tetap menjaga postur tubuh yang sangat kurus, entah karena tekanan dari perhatian publik atau pengaruh partisipasinya di dunia mode.
Namun, apakah memiliki tubuh sangat ramping sebenarnya hal yang layak diidamkan? Atau malah harus dibarengi dengan peringatan?
Saya sendiri tidak pernah bercita-cita untuk menjadi sangat kurus, tetapi setelah menonton video dari ahli gizi Abbey Sharp, saya semakin yakin bahwa saya tidak menginginkannya sama sekali.
Menjaga Berat Badan Tetap Langsing Biaya untuk menjaga berat badan seimbang ala Victoria Beckham ternyata tidak murah. Namun, setidaknya ia cukup transparan mengenai upaya yang dibutuhkan agar bisa tampak demikian.
Satu hal yang kerap kali mengusik saya terkait industri selebriti adalah ketidaktahuan publik akan cara mereka merawat penampilan fisiknya.
Banyak di antara mereka membentuk kesan seolah-olsih badan ideal tersebut diperoleh dengan cara yang natural, namun pada dasarnya dibutuhkan komitmen kuat terhadap rutinitas diet dan latihan fisik.

Mempertahankan bentuk tubuh ramping tanpa menggunakan obat-obatan atau genetika khusus memerlukan disiplin yang kuat, pengendalian pola makan yang ketat, serta mengonsumsi jenis makanan yang hampir sama tiap harinya.
Rutinitas Diet yang Ketat
David Beckham pernah mengungkapkan dalam sebuah wawancara betapa ketatnya pola makan istrinya:
Saya mengalami kesulitan karena sudah menikah dengan orang yang selalu memakan hal yang sama untuk 25 tahun belakangan ini. Sejak pertemuan kami dengan Victoria, ia cuma menyantap ikan bakar serta sayuran kukus saja.
Satu-satunya saat dia pernah mencoba makanan di piring saya adalah ketika dia sedang hamil Harper. Itu adalah salah satu malam favorit saya.
Klaim tersebut cukup menggambarkan betapa kaku dan membosankannya diet yang dijalani oleh Victoria. Banyak orang menemukan bahwa saat mereka berkumpul bersama keluarga atau sahabat, aktivitas makan menjadi bagian penting dari momen-momen istimewa itu.
Walaupun kegembiraan tak selalu ditentukan oleh makanan, namun menahan diri dengan berlebihan untuk merasakan kenikmatan masakan dapat membuat perasaan sedih.
Resiko Kesehatan Akibat Diet Ketat Menurut ahli nutrisi Abbey Sharp, terdapat berbagai resiko kesehatan yang berkaitan dengan diet ala Victoria Beckham.
Sebagai contoh, memakan terlalu banyak ikan dapat menyebabkan peningkatan tingkat merkuri di dalam tubuh. Ahli kesehatan merekomendasikan bahwa asupan ikan harus dibatasi sampai 2-3 porsi setiap pekan, sedangkan Victoria mengkonsumsinya dua kali sehari.
Berikut adalah sketsa tentang pola makan harian Victoria Beckham:
Pagi: Dua sendok makan cuka sari apel ketika perut dalam keadaan kosong serta secangkir air hangat yang dicampur jeruk nipis.
Sarapan: Minuman smoothie hijau yang terdiri dari apel, kiwi, lemon, bayam, brokoli, biji chia, dan air kelapa atau toast dengan alpukat
Untuk makan siang: salad yang berisi alpukat dan kacang-kacangan disertai ikan bakar, tidak menggunakan minyak tetapi hanya memakai cuka balsamic.
Makan malam: Ikan bakar disertai sayur steamed.
Abbey Sharp enggan mematuhi diet tersebut dengan ketat. Alih-alih, dia menyiasati pilihan makannya supaya tetap sehat namun lebih beragam dan enak.
Olahraga yang Keras, Di samping menerapkan diet yang sangat disiplin, Victoria Beckham juga melakukan olahraga fisik dengan keras.
Dia berlatih olahraga dua kali sehari selama setidaknya dua jam. Hal ini tidak menjadi tugas ringan untuk mayoritas orang yang mempunyai kewajiban dan aktivitas lain dalam kehidupannya.
Menemukan Keseimbangan yang Sehat Pada akhirnya, setiap orang bebas memilih gaya hidup yang mereka inginkan.
Mungkin bagi Victoria, rutinitas ini sudah menjadi bagian dari hidupnya dan ia merasa baik-baik saja. Namun, kesehatan tidak hanya soal bagaimana kita terlihat dari luar, tetapi juga tentang bagaimana kita merasa di dalam.
Kebugaran sesungguhnya meliputi kecerian hati, keserasian, serta menikmati hidup. Anda tidak harus menjalani rutinitas makanan ketat atau berolahraga secara berlebihan untuk memenuhi standar penampilan tertentu.
Lebih utama adalah mencari keseimbangan yang menjaga kebugaran tubuh dan pikiran kita.
(TribunSytle.com/Aris/yourtango.com)
by admin | Mar 3, 2025 | business, health, health & fitness, lifestyle, wellness
Leading hotels are increasingly focusing on wellness, as reported by the Global Wellness Institute, providing comprehensive physical and spiritual experiences to draw in travelers who prioritize their health.
As we enter the golden age of wellness tourism – the industry is growing exponentially and will be worth US$1.4 trillion by 2027 according to the Global Wellness Institute – luxury hotel brands are looking to capitalise on the trend by creating next-level wellness experiences to lure in new customers.
“Modern travelers are quite knowledgeable, and wellness tourists particularly so,” states Trisha Bannister, who serves as the wellness director at the recently launched Layan Life within the Anantara Layan resort.
Phuket
They are searching for locations that offer more than just spas, yoga retreats, or superficial solutions typically available at many hotels.
Previously, individuals focused on maintaining their well-being often visited specialized wellness retreats like Thailand’s Chiva-Som or The Farm in the Philippines for advanced medical and wellness services. However, these establishments now encounter strong rivalry from high-end hotels that provide comprehensive packages integrating physical care, holistic practices, and spiritual elements, all while delivering top-notch service and luxurious lodging options.
Are you looking for insights into the most significant issues and developments globally? Find your answers here.
SCMP Knowledge
Our updated platform features handpicked content including explainers, FAQs, analyses, and infographics, all provided by our acclaimed team.
“Hotels are enhancing their amenities to compete with wellness resorts, while wellness retreats are adopting strategies from hotels to improve guests’ experiences and overall satisfaction. These once distinct sectors are becoming more intertwined,” says Cathy Feliciano-Chon, managing partner at marketing firm Finn Partners, which represents brands such as The Mandarin Oriental and Marriott International Luxury Brands.
“Often, these hotels team up with well-known wellness centers since this is the fastest and most effective method for them to provide wellness services. After all, hotels focus on hospitality. To execute this properly, they must incorporate expertise from wellness professionals,” she explains, pointing out instances like the Four Seasons Singapore working alongside Chi Longevity and Six Senses Ibiza joining forces with Rose Bar, spearheaded by renowned wellness authority Dr Mark Hyman.
The current trend involves hotels establishing and running their own centers that provide top-notch facilities, treatments, and personnel. These centers frequently serve both locals and visitors alike. For instance, consider Surrenne, a London-based wellness and longevity members’ club initiated by Maybourne Hotels at The Emery, which debuted last April. This 2,000 square-meter area is solely dedicated to health and wellbeing and features the nation’s premier studio from international fitness icon Tracy Anderson.
The Wellness Brand Soneva Soul, conceived by Soneva Resorts’ creator Sonu Shivdasani, stands out remarkably. This venture integrates traditional therapeutic practices with contemporary technological advancements to craft customized wellness journeys encompassing exercise routines, restorative sleep programs, healthcare solutions, and cutting-edge regeneration therapies such as stem cell treatments—all tailored for guests enjoying their vacations.
Recently introduced to the area is Layan Life, which commenced operations last September. Situated within the premises of the Anantara Layan Phuket Resort, this medical wellness center occupies a custom-designed building spanning an impressive 1,767 square meters, incorporating elements inspired by biophilia. Just a brief stroll away from the resort’s principal swimming pool and dining venue, the striking interior seamlessly merges modern architectural aesthetics with natural surroundings. Its features include expansive glass panels, soothing earthy hues, spacious areas flooded with plenty of daylight—a setting so exquisite it could easily grace the pages of a high-end design publication.
The ground level, accessible to both hotel residents and members, includes a cutting-edge fitness center, yoga and Pilates studios, meditation spaces, and a hydrotherapy zone equipped with temperature-controlled vitality pools, a Himalayan salt sauna, and a steam room. On the top floor, visitors have access to advanced medical and integrative therapies such as physiotherapy, cosmetic treatments, and intravenous procedures.
cryotherapy
, a hyperbaric chamber and colon hydrotherapy utilizing state-of-the-art equipment and technology.
The center also excels in traditional Thai medicine (TTM). Visitors can consult with a certified professional, try various distinctive therapies, and purchase customized remedies from the Thai herbal pharmacy.
Bannister states that Layan Life was established to debunk the limitations often associated with traditional wellness retreats. We achieve this by providing a welcoming environment for all our guests regardless of their age or phase of life. Guests have the option to join with friends and family or opt for a solitary getaway, which distinguishes us from others. Our visitors can reside at our resort or find accommodation nearby according to their preferences.
Customization and data-driven insights form the foundation of Layan Life. While prefabricated programs are offered, visitors are motivated to assume control over their wellness objectives by engaging in various diagnostic assessments prior to selecting their therapies. These evaluations include epigenetic screenings through hair samples and heavy metal checks, along with examinations of skin condition, posture, and full-body scans.
Everything mentioned above can be experienced alongside the usual pleasures of a vacation, whether relaxing at the swimming pool or socializing with pals.
“Our visitors desire to feel comprehended regarding their well-being and requirements, and they expect us to tailor our services accordingly during their stay, thus providing an extremely personalized experience,” explains Bannister.
Notably, certain elements of Layan life have been incorporated into the hotel experience. This ranges from the bespoke wellness offerings available at the primary dining area to a free daily schedule featuring activities like boxing, strength training, and flexibility exercises. Additionally, they intend to introduce programs aimed at addressing prevalent issues such as menopause and improving sleep quality.
“One of our primary measures of success is making sure that our guests can absorb their experiences fully and remain present—without feeling pressured to check every box or engage in a performance-driven encounter,” Bannister explains.
The dual nature of being at a wellness facility as well as an everyday retreat gives guests a feeling of routine continuity.
4 trending wellness travel ideas for 2025
1. Sexual well-being
– aside from menopause and fertility,
sexual health
is becoming clearer, as more women feel emboldened to take control of their sexual desires.
2. AI-powered wellness
–
AI
Is revolutionizing the way we analyze data, allowing for greater customization of our health objectives and plans.
3. Returning to the natural world
– From grounding to forest bathing, deepening one’s connection with nature has shown benefits for both mental and physical well-being.
4. Longevity
– There are numerous benefits to
biohacking
, featuring programs that include brain health training, along with mobility and cognitive exercises, which contribute to a longer, more healthy life.
More Articles from SCMP
Thai authorities initiate a search operation for a delivery person suspected of robbing a gold shop.
Meet Gary Barlow’s daughters and towering son: so far, they’ve preferred staying out of the spotlight to focus on their studies and health – with eldest child Dan easily overshadowing his renowned father.
‘Two Sessions’ 2025: Can China Enhance Its Investment Story with AI Improving Economic Prospects?
The United States is poised to impose additional tariffs on China. What will be Beijing’s reaction?
The article initially appeared on the South China Morning Post (www.scmp.com), which serves as the premier source for news coverage of China and Asia.
Copyright © 2025. South China Morning Post Publishers Ltd. All rights reserved.
by admin | Mar 1, 2025 | health, health advice, health and exercise, medical conditions and diseases, pregnancy
Pasangan pengantin baru umumnya begitu bersemangat memandangi kehamilan. Saat itu merupakan momen dipenuhi dengan kegembiraan serta harapan akan masa depan mereka.
Meskipun demikian, dibalik rasa gembira itu, pasangan perlu pula mengerti tentang beberapa situasi kehamilan yang bisa membahayakan, seperti misalnya kehamilan ektopik.
Banyak orang masih salah kaprah dalam menyamakan antara kehamilan ektopik dengan kehamilan biasa. Meskipun demikian, sebenarnya dua situasi tersebut memiliki perbedaan mendasar dan tentunya membutuhkan pengawasan serta tindak lanjut medis yang berlainan.
Walau kehamilan biasa dan kehamilan ektopik mempunyai tanda-tanda serupa, namun sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Untuk menghindari kesalahan pemahaman, mari kita bahas penjelasannya.
Lifehack My ID
yang membahas mengenai
Perbedaan antara kehamilan normal dengan kehamilan ektopik.
Apa Itu Hamil Normal?
Kehamilan biasa terjadi saat embrio yang telah dibuahi melekat pada dinding rahim dan berubah menjadi bayi yang sedang tumbuh. Tahapan proses tersebut mencakup fase-fase seperti fertilisasi antara ovum dengan spermatozoa sampai akhirnya bersarang di rongga rahim. Di sepanjang masa mengandung, si jabang bayi akan berkembang perlahan-lahan didalam kandungan ibunya.
Pada tahap awal kehamilan, embrio bertumbuh dan berkembangan menjadi janin yang lebih besar. Wanita hamil umumnya merasakan sejumlah perubahan pada tubuh mereka dan juga dalam emosi, termasuk rasa mual, muntah, serta fluktuasi mood. Kunjungan medis selama masa prenatal secara teratur sangat penting untuk melacak perkembangan bayi dan kesejahteraan sang ibu, serta menjamin bahwa proses pembentukan janin berlangsung sesuai harapan.
Apabila ditangani dengan baik, kehamilan normal umumnya tak akan mengakibatkan masalah besar. Asupan gizi memadai, tidur teratur, serta cek berkala merupakan faktor utama dalam menjaga kondisi sehat bagi sang ibu dan bayi di kandungan. Lewat penanganan yang sesuai, proses hamil bisa berlangsung tanpa hambatan sampai saat melahirkan.
Apakah yang Dimaksud dengan Kehamilan Ektopik?
Kehamilan ectopic atau diluar kandungan merupakan situasi dimana embrio melekat serta tumbuh di luar rahim. Tempat yang paling sering mengalami kehamilan ini adalah pada saluran tuba falopi; meskipun demikian, bisa juga terjadi di ovarium, dalam rongga perut, ataupun di leher rahim.
Lokasi-lokasi itu bukanlah tempat yang direncanakan untuk membantu pertumbuhan janin, oleh karena itu kehamilan ektopik di sana tidak bisa berkembang secara optimal dan memiliki risiko menimbulkan masalah kesehatan.
Kemudian selama tahap implantasi dalam kasus kehamilan ektopik, pembentukan embrio berlangsung di lokasi yang tak seharusnya. Hal ini mungkin menimbulkan rasa sakit hebat serta perdarahan internal dikarenakan jaringan di luar rahim gagal memberikan dukungan yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang embrio tersebut. Situasi ini kerapkali luput dari deteksi di permulaan karena ciri-cirinya cukup mirip dengan kondisi hamil biasa.
Kehamilan ektopik membutuhkan perawatan medis cepat agar bisa menghindari kerusakan tambahan pada organ-organ yang bersangkutan serta menjaga kondisi kesehatan sang ibu.
Tatalaksana dapat mencakup pemakaian obat-obatan untuk mencegah perkembangan embrio atau prosedur bedah untuk menghilangkan jaringan ektopik. Tatalaksana yang sesuai sangat diperlukan agar tidak memicu risiko tambahan. Kemungkinan terjadi kehamilan ektopik sebesar 1 banding 8 kehamilan.
Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik
Melansir
Embry Woman Health
Perempuan yang mengalami kehamilan ektopik di awal bisa menunjukkan tanda-tanda hamil normal seperti mual, berhentinya siklus haid, serta peningkatan ukuran perut.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, tanda-tanda aneh mulai bermunculan. Tanda dan gejala lazim dari kehamilan ektopik mencakup:
-
Sakit parah di bagian perut dan panggul.
-
Sakit di daerah rektum (bagian terakhir dari usus besar).
-
Perdarahan berat.
-
Pusing dan pingsan.
Tanda-tanda tersebut mungkin cukup serupa dengan gejala kehamilan biasa. Untuk mengonfirmasinya, bunda perlu menjalani pemeriksaan prenatal secara teratur agar dapat dilakukan pengawasan tambahan.
Sebab-sebab Terjadinya Kehamilan Ektopik
Setiap wanita yang melakukan aktivitas seksual memiliki potensi untuk mengalami kehamilan ektopik. Akan tetapi, tingkat resikonya bisa bertambah dengan adanya sejumlah faktor tertentu.
Berikut ini merupakan sejumlah penyebab yang bisa memperbesar risiko terjadinya kehamilan ektotik:
-
Wanita yang sedang hamil di atas usia 35 tahun berisiko lebih besar terkena kehamilan ektopik.
-
Perempuan yang memiliki riwayat penyakit radang panggul (PID) berisiko lebih besar, karena kondisi ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada saluran tuba.
-
Apabila seorang wanita mempunyai catatan medis tentang endometriosis, yaitu ketika jaringan endometrium berkembang di luar Rahim, maka kemungkinan terjadinya kehamilan ektop pun bertambah.
-
Sejarah infeksi menular sexual semisal gonore atau klamidia bisa memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik. Ini dikarenakan oleh fakta bahwa infeksi tersebut mampu menghancurkan tabung falopi.
-
Wanita yang telah melalui proses operasi seperti aborsi, sterilisasi, atau tindakan bedah pada daerah panggul atau perut berpotensi memiliki peluang lebih besar untuk mengalamai kehamilan ektopik.
-
Penggunaan alat kontrasepsi intrauterin (IUD) juga menambah peluang terjadinya kehamilan ektopik secara minimal.
-
Kelainan dalam struktur saluran tuba bisa mengganggu perjalanan sel telur serta menambah peluang terjadinya kehamilan ektropik.
-
Merokok juga bisa menaikkan risiko mengalami kehamilan ektopik.
Memahami elemen-elemen tersebut bisa mendukung wanita dalam mengenali potensi kehamilan ektopik serta kesesuaian dari pengawasan medis sepanjang masa hamil.
Apakah Bisa Hamil Lagi Setelah Kehamilan Ektopik?
Sudah tentu, Bu. Peluang untuk mendapatkan kehamilan lagi setelah mengalami kehamilan ektopik memang cukup besar. Ibu berkesempatan sebesar 65% untuk hamil kembali usai menghadapi situasi tersebut. Tetap saja, terdapat pula risiko berkisar 10% bagi ibu untuk menjumpai kejadian kehamilan ektopik yang kedua kali ini.
Dalam sejumlah kasus kehamilan ektopik, bisa jadi dibutuhkan intervensi medis contohnya dengan menghapus salah satu saluran telur. Apabila keduanya perlu diambil, maka hamil secara normal menjadi mustahil. Pada kondisi demikian, metode lain seperti
In Vitro Fertilization
(IVF) atau bayi tabung dapat menjadi opsi untuk mencapai kehamilan.
Berapa Durasi yang Dibutuhkan untuk Mengandung Kembali Setelah Kehamilan Ektropik?
Menurut situs web Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, biasanya dianjurkan untuk mengandung kembali setelah menanti 3-6 bulan supaya tubuh dan emosi Mama dapat pulih terlebih dahulu sebelum berusaha hamil lagi.
Untuk Mama yang mengalami kehamilan ektopik dan mendapat perawatan dengan cara pembedahan laparoskopis, umumnya dianjurkan untuk mencoba hamil lagi setelah melewati dua periode menstruasi. Sedangkan apabila pengobatannya dilakukan menggunakan injeksi metotreksat, sebaiknya menunggu minimal tiga bulan sampai tingkat hormon hCG berkurang menjadi kurang dari 5 UI/mL, hal ini bisa diketahui lewat hasil uji darah.
Nah, itulah ulasan mengenai
perbedaan antara kehamilan normal dengan kehamilan ektopik
Ingatlah, tetap pantau perkembangan kehamilanmu dan jalani konsultasi prenatal dengan teratur, Bu.
-
6 Metode Menghindari Kehamilan Ektopik Berulang
-
Apakah Anda Tahu Apa itu Kehamilan Ektopik dan Metode Mengatasinya?
-
Kehamilan Ektopik, Saat Sel Telur Berkembang di Luar Rahim
by admin | Feb 28, 2025 | diet and nutrition, food and drink, health, health and exercise, nutrition
![]()
Lifehack My ID
Makanan dengan kalori tinggi meliputi berbagai macam hidangan yang menyediakan jumlah energi besar dalam setiap porsinya.
Umumnya disebabkan oleh kadar lemak, karbohidrat, atau gula yang tinggi.
Makanan yang memiliki kandungan energi lebih dari 225-250 kalori per 100 gram dikategorikan sebagai makanan dengan kadar kalori tinggi.
6 Kegunaan Terong bagi Penderita diabetes, Di Luar Mengurangi Kadar Glukosa juga Sebagai Penyedia serat Yang Bagus
Menurut
National Health Service
(NHS) di Inggris, Anda cenderung mengalami penambahan berat badan apabila asupan kalori dari makanan dan minuman melebihi jumlah yang dibakar oleh tubuh.
Sangat penting bagi Moms untuk memakan makanan yang bergizi apabila mereka ingin merawat berat badan secara optimal.
Hindari konsumsi makanan dengan kadar kalori tinggi dan tambah porsi asupan nutrisi seperti protein, serat, serta lemak sehat dalam diet Anda.
7 Keuntungan Berjalan Kaki Usai Makan, Menormalkan Gula Darah dan Memperbaiki Mood
Mengurangi Konsumsi Makanan Berkalori Tinggi Yang Harus Diatur
Dilansir dari
HealthShots,
Berikut adalah sejumlah makanan bernilai kalori tinggi yang perlu dikurangi oleh para ibu rumah tangga apabila mereka menginginkan pengendalian berat badan.
1. Daging Merah (100 gram daging sapi mengandung sekitar 250 kalori)

Walaupun daging sapi mengandung banyak protein, zat besi, dan bagus untuk perkembangan otot, tetapi jenis makanan ini memiliki kadar kalori yang tinggi.
Daging merah perlu di konsumsi dengan penuh kehatihan sebab bisa cepat meningkatkan bobot tubuh.
Hanya itu, mengonsumsi terlalu banyak bisa menimbulkan masalah asam lambung dan iritasi.
Daging tanpa lemak seperti ayam dan ikan, serta pilihan vegetarian seperti lentil dan tahu, menawarkan keuntungan serupa dengan jumlah kalori yang lebih rendah dan risiko kesehatan terbatas.
6 Kesalahan pada Makan Pagi yang Dapat Menghancurkan Program Diet, Simak Ya Bu!
2. Mentega dan margarin (100 gram mentiga : 717 kalori)

Apakah itu mentega ataupun margarin, kedua bahan tersebut mengandung banyak kalori.
Di luar kemampuan mereka untuk menaikkan berat badan, kedua makanan tersebut mengandalkan lemak jenuh serta lemak trans yang bisa memperbesar tingkat kolesterol dan mendukung timbulnya penyakit jantung.
Pilihan yang lebih baik ialah menggunakan minyak zaitun ataupun yoghurt sebagai olesan serta lemak dalam proses memasak.
3. Makanan yang digoreng serta diproses (100 gram kentang goreng: 100 kalori)

Makanan yang digoreng seperti kentang goreng, ayam goreng, dan keripik tidak boleh dimakan berlebihan.
Sajian ini memiliki kadar kalori yang lumayan tinggi serta kecenderungan untuk memuat jumlah lemak tak sehat yang besar.
Mengonsumsi makanan semacam itu tanpa henti dapat mengakibatkan peningkatan berat badan, kadar kolesterol yang tinggi, serta meningkatnya risiko masalah pada jantung.
5 Pilihan Makanan Tinggi Protein untuk Mengurangi Lemak di Perut, Cocok Buat Ibu yang Berharap Menyusutkan Perut Bengkak
4. Minuman Manis (100 ml minuman ringan: 41 kalori)

Minuman berkarbonasi atau kemasan seperti boba, soda, jus energi, serta minuman manis sebaiknya dijauhi.
Minuman ini mengandung banyak kalori kosong dan gula serta merupakan penyebab utama obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik.
Pilihan lainnya adalah meminum air biasa, Teh kesehatan, ataupun Air beraroma buah tapi tidak diberi pemanis agar bisa meredakan dahaga tanpa menambah asupan kalori.
4 Gabungan Buah yang Sebaiknya Di Hindari, Perhatian Penting Ketika Membuat Es Buah Untuk Berbuka Puasa
5. Roti gandum murni serta biskuit kering (satu irisan: 32 kalori)

Roti putih termasuk dalam kelompok makanan dengan kalori tinggi yang mengandung banyak karbohidrat serta gula buatan.
Foods like this dapat menaikkan kadar glukosa dalam darah serta memperbesar pembentukan lemak.
Sebagai alternatif untuk mengganti roti putih dan kudapan berkadar kalori tinggi, Anda dapat memilih roti dari berasal gandum.
6. Es krim (100 gram es krim mengandung 207 kalori)

Memang benar bahwa es krim sungguh enak dan susah untuk dilewatkan, namun es krim juga merupakan jenis makanan dengan kalori tinggi serta banyak mengandung gula dan lemak jenuh.
Komponen-komponen itu menyumbang peningkatan massa tubuh serta meningkatkan potensi resistansi insulin.
Alternatifnya Anda bisa konsumsi yoghurt beku atau sorbet buah, yang menawarkan rasa manis dengan kandungan kalori yang lebih sedikit.
Lihat Berita dan Artikelp Lainnya Di
Google News
(Lifehack My ID)
7 Jenis Buah yang Lebih Baik Jangan Di kupas, Karena Zat Gizi Bisa Hilang
by admin | Feb 27, 2025 | brain health, health, health and exercise, mental health, psychology
Memory refers to the capacity for recalling past experiences and data. Although everyone starts out with some level of memory capability, lifestyle factors may cause this skill to deteriorate rather than improve over time. Both conscious and unconscious actions you take impact more than just your outward looks; they also affect mental health. It’s crucial to recognize those behaviors—whether intentional or unintentional—that could undermine your memory strength.
Here are some habits that may impair your memory:
1. Drinking excessive amounts of alcohol
Drinking excessive amounts of alcohol can impair your memory, affecting both your short-term and long-term recall abilities. Additionally, continuing to drink without cessation could lead to dementia. Consuming alcohol even in moderate quantities may still have an adverse effect on your memory.
2. Insufficient hydration from water consumption
If you’re not drinking sufficient water, it might result in tiredness, lack of focus, and headaches. Proper hydration boosts your memory and general mental capabilities. Should you find yourself frequently forgetting things or feeling lethargic, increasing your water intake could aid in supporting your cognitive functions.
3. Not socialising
Interacting socially is essential for everyone’s mental health. Engaging with others aids the brain in processing information swiftly, participating in meaningful conversations, and retaining memories. Social interaction can reduce the likelihood of experiencing cognitive issues. Conversely, feeling isolated can heighten the risk of developing memory-related conditions.
4. Constant stress
If you’re perpetually stressed, both your ability to learn and your memory tend to decline. Individuals who experience ongoing stress often find it difficult to focus or recall information. Additionally, being inundated with numerous thoughts may harm your psychological well-being.
Associated Articles Mental Health Is Wealth Repetition 2025 Japanese Syndrome and Your Psychological Well-being Ten Daily Habits That Could Heighten the Risk of Skin Cancer 5. Poor Sleep Quality
Not getting enough sleep can hinder your capacity to retain and recall information. A shortage of rest prevents you from focusing during the day, leaving you feeling ineffective.
6. Excessive dependence on technology
A habit that might diminish your memory capacity involves excessive reliance on technological tools. By ceasing to utilize your mind for remembering data like contact info, passcodes, or various facts, you miss out on cognitive workouts essential for maintaining a sharp memory. Essentially, being overly dependent on electronic gadgets allows your brain to slack off and refrain from memorizing since it presumes these tasks will be handled by the devices instead.
7. Lack of exercise
Working out benefits more than just your physique; it enhances your psychological wellbeing too. Physical activity supplies the brain with extra oxygen and nourishment while boosting circulation. Additionally, it aids in the production of substances that encourage neuron development in the brain.
8. Eating an excess of processed foods
Foods that have been heavily processed can lead to oxidative stress in the brain due to their high content of harmful fats, synthetic additives, and excessive sugars. Regular consumption of such items may eventually impair your mental processes. On the contrary, eating a diet abundant in beneficial fats, unprocessed meals, and antioxidant-rich components enhances recall abilities and shields the brain from damage.
Stay updated with the latest news from Tribune Online in real time! Connect with us on WhatsApp for instant access to breaking news, special reports, and personal conversations. Subscribe to our WhatsApp channel today.
Tags: habits memory Mental health Provided by SyndiGate Media Inc. (
Syndigate.info
).
by admin | Feb 21, 2025 | everyday life tips and hacks, hair care, health, health tips, scalp care
We might earn a commission from the affiliate links on this page; however, rest assured that we only promote items and services we genuinely adore. Our commitment to you remains strong!
Dandruff
. Simply uttering the word can make many individuals wince and instinctively rub their scalps. We’ve all experienced those irritating tiny white flakes at some point—much like an old flame who sporadically resurfaces with random “heys,” haha. Although dandruff is annoying and uncomfortable, thankfully, it’s entirely common.
and
treatable.
Just like anything else, the most effective approach to handling dandruff is understanding precisely what it is and all the factors that can trigger it. In the following sections, we will provide you with an overview of every detail regarding this scalp issue along with some top-notch anti-dandruff remedies you might want to consider trying out to completely eliminate those pesky flakes. Continue reading to discover more details:
What is dandruff?
Dandruff
One of the most widespread scalp issues faced by individuals across various age groups is dandruff. This condition appears as white flakes on your scalp and has several potential causes. Should you find yourself dealing with dandruff, take comfort in knowing it’s non-contagious! Additionally, dandruff isn’t confined solely to your scalp; it may occur on areas like your eyebrows, nasolabial folds, and within your ear canal—basically anywhere where your sebaceous glands tend to be more active.
P.S. They might appear and read identically,
However, experiencing dandruff is not the same as having a dry scalp.
. Dandruff scales tend to be larger, appear somewhat yellowish, and feel greasy; conversely, flakes from dry skin are smaller and much drier.
What causes dandruff?
Dandruff is common, yet it can be bothersome and occasionally humiliating. (After all, we’re only human.) Gaining insight into what’s causing it may assist you in managing, treating, and stopping its recurrence. Below are several potential factors behind your dandruff issue:
1. An overgrowth of yeast-like fungi.
2. A faster-than-normal production rate for skin cells.
3. Oily scalp condition.
4. Sensitivity to hair care products.
5. Infrequent shampooing.
Let me know if you’d like more detailed information!
-
Haircare products
If you enjoy trying out different hair care items frequently, your scalp could become sensitive to specific components within these products, leading to issues such as dandruff.
-
Increased stress.
Exactly, excessive stress can lead to an accumulation of white flakes on your scalp. When your immune system is weakened—a common outcome of long-term stress—dandruff can flourish.
-
Rarely (or overly frequently) using shampoo.
Failing to clean your scalp regularly can lead to an accumulation of natural oils and an excessive growth of typical bacteria on your hair.
One of which is the yeast.
malassezia
When not addressed, this may result in an ongoing irritative cycle that produces bothersome white flakes. On the flip side, washing your hair excessively can lead to a dried-out scalp, causing it to produce excess oil as compensation.
-
Residing in environments with high moisture and humidity.
If you reside in a really warm place (ahem, like the Philippines), you might be more prone to getting dandruff because of the extra sweat and increased sebum production on your scalp.
What steps can I take to avoid getting dandruff?
While dandruff might be widespread, it’s entirely preventable. Below are several actions you can take to keep your scalp free from those pesky white flakes:
(Editor’s note: In cases of severe dandruff, it is advisable to seek advice from your physician who can recommend the most suitable treatment for you.)
-
Wash your hair regularly.
The frequency with which you cleanse your locks depends on your hair type, but try to do so a couple of times each week to remove excess oil and grime.
-
Stay away from using hot water while cleansing your hair.
While you’re showering, ensure you adjust the water temperature properly. Using hot water might cause your scalp to become dry—let alone your hair—and could increase flakiness.
-
Avoid using strong chemical hair treatments.
If possible, choose milder, unscented items that won’t upset your scalp.
-
Eat a balanced diet.
Ensure you get your routine dose of leafy greens, fish, and veggies.
They will assist in maintaining the health of your scalp and hair.
!
-
Utilize products designed explicitly for treating dandruff.
Applying your normal shampoo could suffice for minor dandruff issues; however, for more serious instances, it’s advisable to use an anti-dandruff shampoo suggested by your physician.
STORE: Top anti-dandruff shampoos you should consider
Nizoral Dandruff Shampoo
If you experienced dandruff as a kid, your mother likely used this shampoo to help eliminate it. The product includes ketoconazole, a potent antifungal drug effective for treating skin infections.
Nizoral
Dandruff Shampoo, P75,
Shopee
and
Lazada
Sebamed Anti-Dandruff Mild Cleansing Shampoo
Shampoos for dandruff can often be very drying because of the medication they contain. However, this particular product from Sebamed features an exceptionally mild cleaning formula that remains effective at eliminating the scales on your scalp.

Sebamed
Anti-Dandruff Mild Cleansing Shampoo, P638,
Shopee
Head & Shoulders Professional Intense Dandruff Relief Anti-Itch Shampoo
Although this seems more
advanced
Unlike the brand’s typical anti-dandruff shampoos, this one won’t leave your hair dry; it’s infused with hyaluronic acid to help nourish and hydrate your scalp!

Head & Shoulders
Advanced Itchy Scalp Relief Shampoo for Severe Dandruff, priced at P399,
Shopee
and
Lazada
Selsun Blue Pro-X Intense Strength Shampoo
If you’re dealing with dandruff, this budget-friendly choice from Selsun Blue could be worth adding to your shopping list. The shampoo includes selenium sulfide which aids in reducing flaking and itchiness. Additionally, it features menthol to provide relief for irritated scalps.
P.S. Should you feel that the Extra Strength version is too potent for your scalp, the brand also provides an alternative option.
Extra Moisturizing version
!

Selsun
Blue Pro-X Intense Formula Shampoo, ₱375,
Shopee
and
Lazada
lavojoy Out Of My Head Shampoo
The shampoo from Lavojoy includes salicylic acid for an intense cleanse; this ingredient aids in removing dead skin cells from your scalp and clears its pores. Additionally, it features cooling agents designed to alleviate irritated and itching scalps.

lavojoy
Out Of My Head Shampoo, ₱499,
Shopee
and
Lazada
Natural Human Nature Anti-Dandruff Shampoo
If you’re searching for a natural anti-dandruff shampoo free of harsh chemicals, consider adding this product from Human Nature to your shopping list right now. This shampoo employs coconut-derived cleansing agents to softly clean your hair without removing its essential moisture. Additionally, it incorporates plant-based ingredients designed to combat dandruff effectively.

Human Nature
Anti-Dandruff Shampoo Naturally Formulated, P430
Shopee
and
Lazada
Luxe Organix Scalp Cleansing Hair Detox Scrub Clarifying Treatment Shampoo
If you haven’t included this clarifying scrub from Luxe Organix in your daily shower regimen, what’s up? Just teasing! This hair detox scrub will delicately exfoliate your scalp, removing all those dead skin cells and residue, giving you a clean slate—no surprise it’s quite popular within the local beauty scene. Not only that,
This product also claimed the title of the best scalp treatment at our 2024 Cosmo Beauty Awards.
. *wink*)

Luxe Organix
Scalp Cleansing Hair Detox Exfoliating Treatment Shampoo, P219
Shopee
and
Lazada
Follow Cheska on
Instagram
.
The links are refreshed periodically and whenever feasible; however, please be aware that items may go out of stock, promotions might end, and advertised prices could vary without any previous announcement.
To find more discounts and promotions, visit
Cosmopolitan Philippines’ exclusive vouchers
.