Industry Leaders Unite: Top Risk Management Strategies Revealed

In April, Kreston Pedaborisk will hold a breakfast seminar to explore how Enterprise Risk Management can enhance business resilience amidst economic and regulatory instabilities, as stated by the company on Monday.

The seminar titled “Enhancing Corporate Resilience: Incorporating Enterprise Risk Management for Long-term Development” will gather regulators, industry specialists, and corporate leaders for stability discussions.

Nosa Ogebebor, a partner at Kreston Pedabo, stressed the importance of companies transitioning from seeing Enterprise Risk Management merely as a regulatory obligation to embracing it as an integral part of their strategic planning.

He observed that although regulatory institutions like the Central Bank of Nigeria and the Securities and Exchange Commission have advocated for more robust risk management systems, numerous companies—including many small and medium-sized businesses—are still without organized methods because of scarce knowledge and experience.

Ogebebor highlighted regulatory uncertainties, economic fluctuations, and escalating cybersecurity threats as major concerns for Nigerian enterprises.

Nevertheless, he pointed out that progress in technology along with an increasing emphasis on corporate governance offer businesses the chance to enhance their risk management structures.

The consequences of inadequate or absent ERM strategies can be significant, putting companies at risk for financial setbacks, legal fines, and harm to their reputation,” he emphasized, underscoring that taking preemptive action in managing risks is much more economical than addressing them once they become crises.

He emphasized that adhering to international benchmarks like the COSO ERM Framework, ISO 31000, and guidelines from the Financial Action Task Force is crucial for Nigerian enterprises aiming to boost governance practices, draw in overseas investments, and strengthen regulatory adherence.

The seminar will include prominent speakers such as regulators and professionals from the industry, who will provide their perspectives on implementing Enterprise Risk Management in different fields.

The discussions will address how Enterprise Risk Management (ERM) contributes to business resilience, explore effective approaches in managing risks and ensuring good corporate governance, examine the influence of cybersecurity threats on ERM, and present case studies showcasing firms that have effectively incorporated ERM tactics into their operations.

Ogebebor viewed the event as a crucial step, considering the changing economic environment in Nigeria.

He observed that by gathering regulators, industry leaders, and risk management specialists, the seminar intends to promote a proactive risk culture amongst businesses in Nigeria.

Provided by Syndigate Media Inc. (
Syndigate.info
).

Diumumkan Esok Hari, Ketua Danantara Pasti Tidak Lagi Menjadi Penitipan

Diumumkan Esok Hari, Ketua Danantara Pasti Tidak Lagi Menjadi Penitipan


Lifehack My ID

– Lembaga Penguasa Dana Asing Akan Meluncurkan Struktur Kepengurusannya Secara Utuh Besok, Hari Senin, 24 Maret 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh
Chief Executive Officer
(CEO) Danantara, Rosan Roeslani, yang menyatakan bahwa jadwal untuk mengungkapkan informasi telah diatur.

“Pengumuman tentang pengurus penuh Danantara akan dilaksanakan hari Senin pukul 12:00 siang.” Tempat acaranya “nanti akan diberitahukan,” jelas Rosan Roeslani saat berbicara dengan para reporter di Jakarta dan kutipan tersebut dirilis pada Minggu (23/3/2025).

Ketika diminta mengonfirmasi apakah pengumuman tersebut akan dilakukan secara pribadi oleh Presiden Prabowo Subianto, Rosan tidak bersedia menyatakan dengan pasti.

Dia pun tak menyebutkan siapa-siapa saja tokoh yang akan bergabung dalam Dewan Penasihat Danantara. “Iya, besok Senin pukul 12:00. Jadi Besok tinggal menunggu di hari Senin itu,” lanjutnya.

Pengurus Danantara tidak berasal dari kalangan penitipan

Saat menyalin postingan Rosan dari akun Instagram miliknya,
@rosanroeslani,
mengklaim bahwa tak seorangpun dari anggota terpilih dalam jajaran pengurus Danantara akan diumumkan nanti.

Setiap anggota tim manajemen Danantara terpilih berdasarkan kualifikasi mereka dengan cara yang profesional dan telah melewati seleksi perekrutan yang sungguh mendetail.

“Pesan dari Bapak Presiden tentang Danantara sungguh tegas, tanpa adanya pesanan atau campur tangan. Proses pemilihan tim harus dijalankan secara profesional, melalui seleksi yang terbuka serta didasarkan pada kemampuan,” kata Rosan.

Mantan Ketua Kadin tersebut mengatakan bahwa Indonesia harus menciptakan lingkungan berinvestasi yang kondusif. Dengan adanya Danantara, diharapkan dapat merangsang perkembangan perekonomian.

“Kondisi investasi yang menarik bersama dengan lingkungan industri yang mendukung menjadikan atraksi bagi investasi strategis yang terukur, terorganisir, dan berkesinambungan,” jelas Rosan.

“Kami bertekad untuk mendukung investasi jangka panjang yang memperkuat perkembangan ekonomi dalam negeri,” lanjutnya.

Kepengurusan Danantara

BPI Danantara secara resmi diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 24 Februari 2025. Ketika mengumumkannya, Presiden Prabowo memilih Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Rosan P. Roeslani, untuk menjadi kepala dari BPI Danantara tersebut.

Untuk mendampingi Rosan, terdapat Dony Oskaria yang bertugas sebagai Kepala Holding Operasional (
Chief Operating Officer
/COO) dan Pandu Sjahrir yang ditunjuk sebagai Kepala Holding Investasi (
Chief Investment Officer
/CIO).

Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara. Kemudian juga, Muliaman Hadad dipilih untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara.

Selanjutnya, beberapa mantanPresiden Republik Indonesia juga diundang untuk berperan sebagai penasihat BPI Danantara. Mantan presiden tersebut adalah SBY yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan Presiden keenam RI, serta Jokowi atau Joko Widodo selaku Presiden ketujuh RI.

Di samping kedua figur internasional tersebut, yaitu bekas Perdana Menteri Britania Raya Tony Blair dan Chief Executive Officer dari Bridgewater Roy Dalio, disebut-sebut akan bergabung dalam Dewan Penasehat Danatara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap individu dapat menyediakan bimbingan berdasarkan pengalamannya sendiri.

Keahlian mereka mencakup berbagai area seperti investasi dan pengelolaan risiko dengan keunikan masing-masing. Tentu saja ini menjadi harapan.
expertise-
“Keahlian mereka memiliki reputasi yang sangat bagus,” ujar Dony Oskara.

“Harapannya, dengan keahlian mereka, dapat memberikan masukan tentang cara menyusun dan mengimplementasikan tata kelola yang efektif dalam manajemen investasi pemerintahan ini,” jelasnya.

Menurutnya, curriculum vitae (CV) beberapa figur internasional telah dikirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dia menggarisbawahi bahwa mereka adalah profesional terkemuka.

Mereka bertujuan untuk berpartisipasi dan menyumbangkan hal terbaik bagi Indonesia sehingga ketika ada keraguan di kemudian hari dari publik, mereka dapat menunjukkan bahwa orang-orang tersebut benar-benar jauh lebih baik daripada gosip yang berkembang. Semua ini melibatkan para profesional,” ungkapnya.

Untuk susunan Dewan Pengawas Danantara akan dipenuhi oleh beberapa figur nasional. Di antaranya adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Ketua Badan Pengelola Keuangan (BPK).

“Semua ini sebenarnya mengindikasikan betapa pentingnya kehati-hatian, terlebih karena pihak yang berpartisipasi adalah orang-orang profesional dengan niat baik. Jika tidak demikian, mereka mungkin merasa cemas ketika harus bertemu dengan begitu banyak pengawas,” jelas Wakil Menteri BUMN tersebut.


Pengurus Sementara Danantara

  • Ketua Badan Pengawas: Menteri BUMN Erick Thohir
  • Wakil Kepala Badan Pengawas: Muliaman Hadad
  • Konsultan Danantara: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Joko Widodo (Jokowi)
  • CEO Danantara: Menteri Investasi dan Pengolahan Industri/Kepala BKPM Rosan Roeslani
  • COO Danantara: Deputi Menteri BUMN Dony Oskarias
  • CIO Danantara: Pandu Sjahrir


(Elsa Catriana, Dian Erika Nugraheny, Yohana Artha Uly, Sakina Rakhma Diah Setiawan, Erlangga Djumena)