by admin | Apr 3, 2025 | everyday life tips and hacks, habits, health, health and exercise, news
-
EXPLORE FURTHER: Daytime snoozes during weekdays can decelerate brain aging by approximately seven years.
Having a mid-day snooze when you’re supposed to be working might appear unorthodox, yet specialists assert that it can significantly benefit both your cognitive functions and general well-being.
The term ‘siesta,’ which comes from Spain and means nap, refers to a brief sleep that is usually had during the early part of the afternoon.
frequently following lunch, and may continue for as long as one hour
.
An afternoon siesta has long been a customary ritual across various societies throughout history and may provide multiple advantages such as enhancing memory, decreasing stress levels, and possibly diminishing blood pressure.
It may as well revitalize you and enhance productivity during the post-lunch lull by diminishing tiredness and boosting your spirits.
Dr. Dylan Petkus, a specialist in sleep from Optimal Circadian Health, stated
Yahoo
:A brief rest lasting between 20 to 30 minutes can increase acetylcholine (the neurotransmitter responsible for memory function) levels, which improves wakefulness and strengthens memory retention.
This enhances your sense of being awake and prepared to handle various tasks. However, keep in mind that you may experience drowsiness immediately upon awakening. Nonetheless, a brief nap can enhance your mental capabilities for the remainder of the day.
Jenoa Matthes, a travel expert and the founder of The Travel Folk, relocated to Madrid.
Spain
About five years back, she claimed that embracing the siesta lifestyle has notably boosted her productivity.

She told
Yahoo
Having arrived from the US, where taking a break during the workday for a nap was almost inconceivable, the concept of a siesta felt very unfamiliar to me.
Initially, I felt somewhat disoriented by the disturbance to my usual working routine. However, after giving the siesta a try, I swiftly grasped the appeal that makes Spaniards so fond of their afternoon rest.
‘I find nothing rejuvenates me on a sweltering summer day better than coming back home post-lunch, closing the drapes, and resting for about 20 to 30 minutes.’
The nap significantly improves both my mood and productivity. When I miss out on a siesta on days where I don’t have time, I frequently feel lethargic and struggle more with concentration afterwards.
Matthes is not alone in her experience; research indicates that napping during the afternoon may help slow down cognitive decline and enhance memory retention.
A 2016 research article published in the Journal of the American Geriatrics Society revealed that individuals who took naps lasting between 30 to 90 minutes demonstrated superior word recall compared to those who either didn’t nap at all or slept more than 90 minutes, suggesting these participants possessed enhanced memory skills relative to their peers.
The study examined information pertaining to 2,974 individuals in China who were 65 years old and above.
Approximately 60 percent of the participants stated they took a nap lasting around an hour following their lunch break, as observed through self-reporting or interviews conducted during various evaluations.
To determine if daytime sleeping has advantages for young adults as well, scientists participating in a 2018 SLEEP Journal study had 84 Singaporean students absorb information over approximately one hour.
Next, they were instructed to either take a nap, have a rest period, or keep studying for one hour. After completing whichever activity was chosen, the students had to learn additional material before taking a 30-minute exam.


The findings indicated that taking a one-hour nap was more beneficial for learning new information compared to spending that same duration cramming.
The 30-minute exam indicated that retention of factual information was considerably higher after spending an hour either napping or studying compared to having a break.
The research further indicated: ‘After one week, the advantage of napping persisted, whereas cramming no longer offered substantially greater memory retention compared to taking a break.’
Nevertheless, experts recommend limiting your nap to just 30 minutes to reap the maximum benefits.
Brief power naps (up to 20 minutes) boost alertness and mental sharpness for as long as three hours. In contrast, extended rest periods (30 minutes or more) lead into deeper stages of slumber where brain temperature drops along with cerebral blood circulation, often leaving one feeling disoriented upon waking.
Physicians suggest napping during the afternoon, specifically from 1 to 4 PM, to maintain balance in our circadian rhythms—the natural mechanisms controlling our sleep-wake cycles.
Read more
by admin | Jan 27, 2025 | culture, habits, lifestyle, popular culture, television
Lifehack My ID.CO
– Bisa jadi Anda pernah menjumpai orang yang gemar tertidur dengan televisi masih hidup. Biasanya kebiasaan seperti itu dikira hanya akan merusak tagihan listrik atau gangguin pola tidur, namun dari sudut pandang ilmu psikologi terdapat sebab-sebab lain yang mendasari tindakan aneh tersebut.
Orang-orang semacam itu mungkin mempunyai ciri khas atau tendensi spesifik yang menunjukkan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Menurut artikel di Personal Branding Blog, berikut adalah 7 tindakan umum terkait dengan kebiasaan tersebut.
1. Takut Keheningan
Untuk beberapa individu, ketenangan sebenarnya dapat menimbulkan perasaan cemas. Keheningan pada malam hari kadang-kadang menciptakan sensasi kesendirian atau bahkan kewaspadaan yang tak mudah untuk diceritakan. Bunyi televisi yang berkelanjutan ternyata berguna dalam melengkapi keriuhan tersebut dan menjadi alat pengalih dari pemikiran-pemikiran yang mengganggu.
Dalam bidang psikologi, hal ini biasanya berhubungan dengan dorongan untuk merasakan koneksi atau menyingkirkan pikiran kompleks yang dapat menyebabkan ketegangan. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, bunyi televisi tidak hanya merupakan nada latar, tetapi juga cara melepaskan diri dari kesunyian yang dianggap membahayakan kedamaian mentalnya.
2. Kemampuan Multitasking
Entah percaya atau tidak, banyak orang yang biasanya tertidur dengan televisi menyala justru memiliki kemampuan otak untuk memfilter informasi. Hal ini disebabkan oleh rutinitas tidur di hadapan suara latar tersebut, sehingga secara tak sadar mereka telah melatih diri untuk menentukan mana informasi yang perlu diperhatikan dan yang bisa dilupakan.
Sayangnya, kebiasaan tersebut juga berpotensi merugikan mutu waktu istirahat mereka. Pencahayaan bluelight dari televisi mampu menciptakan gangguan pada pola siklus alami tubuh, sehingga menyulitkan proses masuk ke fase tidur yang nyenyak. Walaupun demikian, perilaku multitask ini pun mencerminkan tingkat kemampuan adaptasi untuk menjalankan beberapa aktivitas secara bersamaan dengan cerdik.
3. Imajinatif
Televisi yang menyala sebelum tertidur kerapkali membuka jalan ke imajinasi tanpa batasan. Untuk orang-orang dengan jiwa kreatif, gambaran dari tayangan televisi ataupun film dapat merangsang mimpi berwarna-warni serta mendorong lahirnya inspirasi baru.
Di bidang psikologi, hal tersebut berhubungan dengan jejaring modus default (DMN) dalam otak, yang bekerja ketika seseorang biarkan pikirannya berkelana. Melalui pemanfaatan televisi, mereka tanpa disadari mendukung proses kreatif otaknya. Oleh karena itu, tak perlu terkejut apabila individu seperti ini lebih sering menunjukkan pemahaman serta ide-ide yang segar dan asli.
4. Mencari Kenyamanan
Televisi yang berfungsi dapat memberikan perasaan kenyamanan dan keamanan, terlebih untuk orang-orang yang tengah menghadapi kesulitan. Bunyi-bunyian yang dikenali dari program pilihan atau sinarnya yang redup membentuk atmosfer yang meredamkan, seringkali mirip jaket pelindung hangat.
Psikolog menjelaskan bahwa hal ini merupakan cara untuk menemukan kenyamanan, di mana individu berusaha mengurangi tekanan dengan merancang suasana yang dirasanya hangat dan familiar. Setelah melalui hari yang padat, televisi bertindak sebagai sahabat yang membantu mereka menghilangkan lelah.
5. Suka Begadang
Orang-orang yang biasanya tidur sambil meninggalkan TV nyala umumnya termasuk dalam kategori “burung hantu malam.” Mereka merasa senang dan tenang menghadapi kesunyian dini hari bersama latar belakang nada halus dari televisi. Hal ini menciptakan rasa seolah-olah masih ada teman yang mendampinginya walaupun pada saat-saat dimana mayoritas orang telah terlelap.
Tipe pola tidur tersebut mungkin tak cocok dengan norma-norma kesehatan tidur, namun hal itu menunjukkan metode unik mereka untuk mempersiapkan waktu beristirahat. Untuk mereka, televisi menjadi sarana relaksasi menjelang saat tertidur.
6. Lari dari Kenyataan
Terkadang, orang memilih untuk tertidur sambil menyalakan televisi karena ingin menghindari stres kehidupan sehari-hari. Arus narasi dari serial TV ataupun film memberikan sebuah realitas alternatif yang lebih ringan, tempat mereka dapat melepas lelah dari kewajiban dan tanggung jawabnya.
Di dalam ilmu psikologi, hal tersebut umumnya dikenal sebagai escapist behavior atau perilaku lari dari kenyataan, yakni sebuah mekanisme pertahanan untuk sesaat meninggalkan permasalahan. Walau begitu, penting bagi kita memahami bahwa tindakan melarikan diri itu hanyalah jawaban jangka pendek, serta tak bisa menjadi ganti bagi metode menyelesaikan persoalan dengan cara yang lebih baik secara keseluruhan.
7. Kebiasaan Yang Menantang Untuk Dihilangkan
Orang-orang yang terbiasa tidur sambil menonton televisi umumnya telah melakukan hal ini selama bertahun-tahun, menjadikannya suatu kebiasaan yang susah ditinggalkan. Mereka cenderung merasa asing atau kurang betah ketika berusaha istirahat tanpa adanya bunyi dari siaran TV tersebut. Hal ini dapat mengindikasikan ketergantungan mereka pada pola-pola spesifik demi mendapatkan kedamaian mental.
Psikologi mengungkapkan bahwa pola perilaku semacam itu biasanya muncul sebagai salah satu metode self-soothing, yakni suatu cara untuk meredakan diri dengan membentuk lingkungan yang kelihatan familiar dan menenangkan.
Kebiasaan tidur dengan TV menyala mungkin terlihat sederhana, tetapi psikologi menunjukkan bahwa ada berbagai perilaku dan alasan di baliknya. Mulai dari menghindari keheningan hingga mencari kenyamanan, kebiasaan ini mencerminkan cara unik seseorang menghadapi hidup.
Oleh karena itu, apabila Anda menjumpai seseorang dengan kebiasaan tersebut, sadari bahwa mereka sedang mencoba cara mereka sendiri untuk merasa lebih damai dan santai. Semua tingkah laku pasti ada sebabnya, dan barangkali kisah mereka tak sangat berbeda dari milik Anda.
pri/jawapos.com
)