15 Tempat Wisata di Jakarta Selatan 2024 Terbaru dan Hits

15 Tempat Wisata di Jakarta Selatan 2024 Terbaru dan Hits

15 Tempat Wisata di Jakarta Selatan 2024 Terbaru dan Hits

Jakarta Selatan, kota yang mengusung konsep smart city, telah dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang pesat. Tidak hanya terkenal dengan gedung pencakar langit dan perumahan elitnya, Jakarta Selatan juga menawarkan beragam destinasi wisata dan tempat wisata di Jakarta Selatan yang menarik perhatian.

Destinasi ini memiliki daya tarik mulai dari wisata budaya, sejarah alam terbuka, hingga tempat-tempat yang sangat cocok untuk berfoto di media sosial.

  1. Kebun Binatang Ragunan

    Salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Jakarta Selatan. Di Kebun Binatang Ragunan, pengunjung dapat melihat berbagai jenis satwa, mulai dari gajah, jerapah, hingga harimau Selain itu, terdapat juga berbagai jenis spesies flora yang terawat dengan baik.

  2. Pondok Indah Water Park
    Wisata air yang sangat diminati oleh para wisatawan. Terdapat berbagai wahana bermain yang variatif, cocok untuk bersantai bersama keluarga.
  3. Wisata Pendidikan Pinisi

    Tempat ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, dengan mempelajari kesenian dan kebudayaan Indonesia serta bermain di wahana indoor playground.

  4. Kampung Main Cipulir
    Konsep destinasi wisata yang menawarkan sensasi berpetualangan di sebuah kampung dengan beragam wahana permainan.
  5. Museum Satria Mandala
    Museum yang mempersembahkan perjuangan TNI, dengan berbagai koleksi bersejarah seperti replika senjata, pesawat terbang, dan atribut ketentaraan
  6. Museum Harry Darsono
    Menampilkan karya-karya fenomenal dalam bidang fashion dari perancang busana bernama Harry Darsono.
    Tur museum akan disertai panduan langsung dari maestro seni terkenal tersebut. Jadwal tur dimulai pukul 9 pagi dan berakhir sekitar pukul 3 sore.

    Selama tur, pengunjung diperbolehkan untuk menyentuh, mencoba, dan berfoto dengan hampir semua karya seni yang dipamerkan.

  7. Hauwke’s Auto Gallery
    Tempat yang cocok untuk pecinta otomotif, dengan koleksi berbagai kendaraan antik yang menarik.
  8. Pusat Primata Schmutzer

    Tempat penangkaran satwa primata yang terletak di dalam Kebun Binatang Ragunan, yang menawarkan pengalaman melihat berbagai spesies primata.

  9. Taman Spatodhea
    Sebagai paru-paru kota, taman ini menawarkan berbagai fasilitas umum seperti jogging track, danau, dan area bermain untuk anak-anak.
  10. Taman Langsat

    Tempat penampungan sementara bibit-bibit tanaman yang kini menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, cocok untuk menghilangkan penat setelah beraktivitas.

  11. .Setu Babakan

    Destinasi yang dibangun sebagai situs penyimpanan memori kebudayaan kolektif masa lalu etnis Betawi.
    Pengunjung dapat menikmati beragam wahana permainan dan mencicipi berbagai kuliner khas Betawi.

  12. Museum Layang-layang

    Didirikan dari kecintaan seorang perempuan Indonesia terhadap layang-layang. Menampilkan berbagai koleksi layang-layang dengan beragam bentuk dan sejarah permainannya.

  13. Playparq Kemang

    Tempat bermain anak-anak dengan konsep modern yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan kebahagiaan anak-anak.

  14. The Escape Hunt

    Tempat untuk penggemar petualangan yang ingin menguji kemampuan dalam memecahkan teka-teki dan tantangan.

  15. Museum Reksa Artha
    Museum yang menyimpan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan percetakan uang zaman dahulu, menampilkan koleksi uang dari zaman Orde Baru hingga saat ini.

Dengan berbagai pilihan destinasi wisata yang menarik, liburan di Jakarta Selatan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Jangan ragu untuk menjelajahi keindahan dan keunikannya!***

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja Diganti dari Kamis Pahing Menjadi Kamis Pon

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja Diganti dari Kamis Pahing Menjadi Kamis Pon

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja Diganti dari Kamis Pahing Menjadi Kamis Pon

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja

: Para pelajar dan Aparat Sipil Negara (ASN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah bertahun-tahun lamanya diwajibkan untuk memakai busana adat Jawa setiap hari Kamis Pahing. Kegiatan wajib berpakaian adat Jawa disebut pula dengan Kamis Pahingan. Wajib berbusana adat Jawa masih berlangsung pada Kamis Pahing, 11 Januari 2024 kemarin.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengungkapkan akan mengganti hari wajib berpakaian adat Jawa mulai tahun ini.
Diwartakan Tribunjogja.com sebelumnya, hari wajib berbusana adat Jawa untuk pelajar dan ASN di DIY akan diubah, yang semula diberlakukan setiap Kamis Pahing, kini akan diubah menjadi Kamis Pon. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (11/1/2024).

Diungkapkan Beny Suharsono, alasan mengapa hari wajib menggunakan adat Jawa di DIY diganti dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon adalah untuk mengingat, memperingati, dan menyosialisasikan Hari Jadi DIY. Beny mengatakan, sebelumnya Hari Jadi DIY memang belum ditetapkan secara formal.
Namun, sejak tahun lalu sudah ada agenda Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hari Jadi DIY.

“Hal ini (pergantian hari wajib berpakaian adat di DIY dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon) karena sudah ada pembahasan tentang Raperda Hari Jadi DIY antara eksekutif dan legislatif. Fasilitasi pemerintah pusat melalui Kemendagri sudah turun. Kemudian dibahas tadi jam 10:00, jadi sudah dibahas dan disepakati, tinggal diundangkan,” kata Beny Suharsono.

Mengutip laman resmi Pemda DIY jogjaprov.go.id, Hari Jadi DIY yang dibahas dalam Raperda Hari Jadi DIY adalah 13 Maret 1755. Tanggal 13 maret 1755 yang ditetapkan sebagai Hari Jadi DIY bertepatan dengan peristiwa Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Peristiwa Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat secara de jure sudah memenuhi unsur-unsur yang disyaratkan untuk menjadi sebuah negara yang berbentuk Kasultanan.

Unsur tersebut yaitu adanya pemimpin, rakyat, wilayah, dan pemerintahan.

Pada 13 Maret 1755 Sri Sultan Hamengku Buwono I mengumumkan Ayodhya sebagai nama resmi negaranya. Selanjutnya, Sri Sultan I membentuk pemerintahan resmi dengan menunjuk pejabat pemerintahan Kasultanan.

Sejak peristiwa Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat 13 Maret 1755, Yogyakarta diproklamasikan menjadi sebuah Nagari dengan bentuk pemerintahan sebagai Kasultanan (kerajaan), dengan kedudukan sebagai daerah independen.

Sebagai informasi, tanggal 13 Maret 1755 bertepatan dengan hari Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1680 Tahun Jawa (TJ).

“Lantaran Hari Jadi DIY jatuh pada hari Kamis Pon, praktis dilakukan penyesuaian termasuk penggunaan pakaian tradisional DIY,” jelas Sekda DIY, Beny Suharsono.

Perubahan hari wajib berbusana adat Jawa dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon dilakukan untuk menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan diri masyarakat DIY.

Diharapkan, dijadikannya hari Kamis Pon sebagai hari wajib berbusana adat Jawa dapat mendorong timbulnya etos hidup dan etos kerja yang positif di DIY.

Beny Suharsono mengatakan, perlu dilakukan penyesuaian termasuk ketentuan perihal penggunaan pakaian adat DIY.

Ketentuan ini akan disosialisasikan ke tingkat kabupaten/kota, kalurahan, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui surat edaran yang sudah terteken (ditandatangani) per 8 Januari 2024.
“Sosialisasinya lewat surat edaran itu nanti kan biro organisasi sebagai ujung leading sektornya akan menginformasikan hal itu. Misal hari ini masih ada yang pakai ada yang enggak, masih berproses tapi akan terus disosialisasi,” katanya.

Kewajiban memakai pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa bagi pelajar maupun ASN telah tertuang dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 75 Tahun 2016 tentang “Pakaian Dinas Pegawai Aparatur Sipil Negara”.

Untuk Laki-laki

Ketentuan penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta untuk pegawai maupun pelajar Laki-laki adalah :

  • Baju surjan dengan bahan dasar lurik yang memiliki corak selain yang digunakan oleh Abdi Dalem atau warna polos dan bukan motif kembang.
  • Penutup kepala menggunakan Blangkon bergaya Yogyakarta batik cap atau tulis.
  • Bagian bawah menggunakan kain jarik batik motif Yogyakarta yang diwiru biasa.
  • Menggunakan sabuk bahan satin polos atau menggunakan lonthong, epek, serta memakai keris atau dhuwung.
  • Memakai selop atau cenela untuk alas kaki.

Untuk Perempuan

Ketentuan penggunaan busana adat Jawa Yogyakarta untuk pelajar dan pegawai ASN perempuan adalah :

  • Kebaya tangkepan dengan bahan dasar lurik atau warna polos.
  • Bagian bawah menggunakan kain atau jarik batik motif Yogyakarta yang diwiru atau dilipat biasa.
  • Gaya rambut dapat dibentuk model gelung tekuk tanpa aksesoris apapun.
  • Bagi muslimah bisa menggunakan hijab atau jilbab muslimah seperti biasa.
  • Menggunakan selop atau cenela sebagai alas kaki.

sumber : tribunjogja

3 Objek Wisata Nusa Penida Timur Paling Hits dan Wajib Dikunjungi

3 Objek Wisata Nusa Penida Timur Paling Hits dan Wajib Dikunjungi

3 Objek Wisata Nusa Penida Timur Paling Hits dan Wajib Dikunjungi

Objek wisata Nusa Penida Timur merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kawasan ini punya pesona alam yang begitu menawan. Wisatawan akan disuguhkan oleh berbagai destinasi wisata menarik yang akan menciptakan kesan liburan menyenangkan. Maka dari itu, wisatawan bisa mengajak orang tercinta untuk liburan di Nusa Penida.

Rekomendasi 3 Objek Wisata Nusa Penida Timur

Dikutip dari www.djkn.kemenkeu.go.id, Nusa Penida adalah salah satu pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Berikut ini ada beberapa objek wisata Nusa Penida Timur yang bisa wisatawan kunjungi.

  1. Rumah Pohon Nusa Penida
    Rumah Pohon Nusa Penida ini cukup populer di media sosial. Tidak heran, wisata ini selalu sama dipadati oleh para wisatawan terutama saat libur panjang. Keunikan rumah pohon dan pemandangannya yang menakjubkan ini berhasil memanjakan para wisatawan. Wisatawan akan menyaksikan pemandangan Pulau Seribu dan Pantai Atuh dari atas rumah pohon tersebut.
  2. Diamond Beach
    Lautan biru dengan perpaduan putih layaknya diamond ini berhasil memikat para wisatawan. Di Diamond Beach ini, wisatawan bisa menyaksikan langsung keindahan bawah laut berupa terumbu karang dan ikan-ikan cantik.
    Meskipun pantai ini memiliki garis pantai tidak terlalu panjang karena ada tebing bebatuan karst, pantai ini justru menjadi salah satu surga tersembunyi di Nusa Penida Timur. Keindahannya tersebut wajib wisatawan abadikan dalam jepretan kamera.
    Alamat : Pejukutan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali 80771
  3. Pulau Seribu Nusa Penida
    Nama Pulau Seribu tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Destinasi wisata ini seringkali dijadikan tujuan oleh para wisatawan baik lokal maupun turis asing. Pulau Seribu memiliki pemandangan unik dan menawan dari hamparan bukit-bukit kecil yang ada di tengah lautan cantik. Banyak wisatawan yang berbondong-bondong datang ke sana untuk menghabiskan liburan hingga dijadikan tempat honey moon karena dinilai romantis.
    Alamat: pesisir timur Pulau Nusa Penida.

Itulah rekomendasi objek wisata Nusa Penida Timur yang bisa wisatawan kunjungi. Dengan pesonanya yang menakjubkan, wisatawan dijamin betah melakukan liburan di sana.

sumber: Google News

Candi Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi

Candi Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi

Candi Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi

YOGYAKARTA tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki banyak candi yang tersebar di beberapa tempat. Ada 27 candi di Yogyakarta, misalnya Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Banyunibo, Candi Kalasan, Candi Goa Sentono, dan masih banyak lagi.

Melansir laman digilib.isi.ac.id, candi sendiri merupakan representasi dari tempat tinggal para dewa. Istilah candi berasal dari candika, yaitu salah satu perwujudan dewi durga (dewi kematian). Oleh karena itu, candi selalu dianggap sebagai tempat pemujaan raja-raja yang sudah meninggal (anumerta).
Candi adalah bangunan yang berfungsi untuk memuliakan dewata. Oleh karena itu, untuk membangun sebuah candi tidak bisa sembarangan.

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, pembuatan candi harus mengikuti kitab India kuno Manasara Silpasastra. Kitab ini berisi tentang cara membangun candi mulai dari awal hingga akhir.

Berdasarkan Kitab Manasara Silpasastra, candi dibangun dengan sejumlah tahapan. Tahap pembangunan dimulai dengan perencanaan bentuk, pencarian lokasi, pengujian tanah, penyiapan tanah, pembuatan vastupurusamandala (denah suci), dan pengerjaan fisik.

Lokasi pembangunan candi harus suci, keramat, tenang, dan jauh dari keramaian. Lokasi yang dijadikan tempat pembangunan candi diantaranya hutan yang lebat, lereng gunung, pegunungan, persawahan yang subur, kolam, sungai, dan danau.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lokasi sebuah candi memiliki kaitan yang sangat erat dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam disertasi yang berjudul ‘Pertimbangan Ekologi dalam Penempatan Masa Hindu Budha di Daerah Yogyakarta: Kajian Arkeologi Skala Makro’ oleh Mundardjito, menghasilkan kesimpulan bahwa situs-situs candi di daerah Yogyakarta sudah sesuai dengan prinsip Kitab India kuno Manasara Silpasastra. Jadi, Yogyakarta memiliki banyak candi karena memiliki sumber daya alam yang potensial sekaligus sesuai dengan prinsip Kitab Manasara Silpasastra.

Jangan Skip, Ini 5 Pantai di Yogyakarta yang Cocok untuk Healing

Jangan Skip, Ini 5 Pantai di Yogyakarta yang Cocok untuk Healing

Jangan Skip, Ini 5 Pantai di Yogyakarta yang Cocok untuk Healing

Keindahan pantai di Yogyakarta selalu menjadi daya tarik pelancong luar daerah untuk kembali berkunjung. Tak mengherankan, karena kebanyakan pantai di Yogyakarta memiliki panorama sangat cantik dan alami, mulai dari pantai pasir putih hingga pantai berbatu karang yang menawan. Setiap pantai memiliki daya tarik yang berbeda-beda sehingga pas untuk healing dan juga menjawab selera wisatawan yang beragam.

Menariknya dari liburan ke pantai adalah pengunjung mendapatkan manfaat lengkap. Mulai dari menikmati keindahan alam, melakukan aktivitas air, aktivitas fisik dan olahraga, relaksasi, menikmati kuliner khas tepi pantai.
Nah, berikut ini beberapa rekomendasi pantai di Yogyakarta yang bisa jadi destinasi wisata healing

  1. Pantai Parangtritis

    Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang paling terkenal di Yogyakarta dengan pasir putih yang halus dan ombak yang cukup besar sehingga sangat cocok untuk berselancar. Selain itu, pantai ini juga memiliki keindahan alam yang memukau, seperti tebing-tebing batu karang dan bukit pasir yang membentang di sepanjang pantai.
    Sore hari menjadi waktu yang paling ideal untuk berkunjung ke Pantai Parangtritis karena pantai ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang indah dan menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunset di Yogyakarta. Selain itu, selama menunggu waktu matahari terbenam, pengunjung dapat mengisi waktu dengan berjalan-jalan di sepanjang pantai, bermain layang-layang, atau menyewa ATV untuk menjelajahi sekitar pantai.

  2. Pantai Sadranan
    Pantai ini menjadi destinasi snorkeling yang populer di kalangan wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah lautnya. Selain itu, ada banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan seperti berjalan-jalan di sepanjang pantai untuk menikmati pemandangan pasir putih yang indah dan merasakan kesejukan air laut yang menyentuh kaki. Pada waktu-waktu tertentu, masyarakat sekitar sering mengadakan upacara sedekah laut di Pantai Sadranan sebagai tanda rasa syukur atas hasil laut yang melimpah.
  3. Pantai Siung
    Bagi pecinta panjat tebing, Pantai Siung adalah destinasi terbaik untuk memuaskan hasrat petualanganmu. Pantai di Yogyakarta ini dikelilingi oleh tebing karang yang menjadi ciri khas pantai Gunung Kidul. Oleh karena itu, banyak pemanjat tebing baik lokal maupun internasional datang ke tempat ini untuk menaklukkan tebing-tebing tersebut atau bahkan membuat jalur pemanjatan baru.

    Namun, bagi yang tidak tertarik dengan olahraga ekstrim seperti panjat tebing, tetap dapat menikmati keindahan pemandangan pantai, suara ombak yang berirama, dan pasir putih yang lembut saat menyentuh kaki.

  4. Pantai Parangkusumo
    Pantai Parangkusumo menjadi tujuan wisata populer karena dekat dengan Parangtritis. Objek wisata ini terkenal di kalangan turis karena memiliki kawasan gumuk pasir. Jika kamu mengunjungi pantai ini bersama keluarga, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba olahraga ski pasir dan menyewa kendaraan ATV atau naik kuda untuk menikmati suasana di sekitar pantai.
  5. Pantai Glagah
    Pantai Glagah di Kulon Progo merupakan salah satu destinasi wisata pantai populer di Jogja yang tak kalah menarik dari pantai di Gunung Kidul dan Bantul. Pantai ini menjadi hits dan Instagramable karena ujung dermaga yang dihiasi oleh tumpukan batu sebagai pemecah ombak, menjadi spot favorit para wisatawan untuk berfoto. Tidak hanya itu, ada juga laguna di pantai yang memiliki air tenang dan sering dimanfaatkan wisatawan untuk wisata perahu dan bebek air.

    Nikmati momen liburan dengan mengunjungi destinasi pantai yang memukau di Yogyakarta. Setiap pantai memiliki keindahan alam yang luar biasa dan berbagai aktivitas seru seperti berenang, snorkeling, dan panjat tebing juga dapat dilakukan di sini. Pastikan untuk menyiapkan segala kebutuhan dan menikmati keindahan pantai-pantai tersebut bersama teman-teman, pasangan maupun keluarga tercinta.

sumber: Google News

Login Required

Please log in to add tours to your wishlist.

Log In