Drone Kiev Basmi Moskow, Serangan Ulang Ulangan Ulang di Pangkalan Utama Engels-2 Rusia: Pertarungan Kembali Nadiya di Luhansk

Drone Kiev Basmi Moskow, Serangan Ulang Ulangan Ulang di Pangkalan Utama Engels-2 Rusia: Pertarungan Kembali Nadiya di Luhansk

Ukraina Mengebom Baseline Utama Engels-2 Rusia, Bertujuan Memulihkan Wilayah: Kiev Ter bombardir oleh Drone Moskow


Lifehack My ID

Ketika Rusia terus melakukan serangan udara ke Ukraina menggunakan pesawat tanpa awak dan roket, Ukraina sukses mengidentifikasi asal beberapa serangan itu, demikian dilaporkan BBC pada hari Minggu, 23 Maret 2025.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa salah satu dari serangan pembalasan Ukraina langsung menargetkan Pangkalan Udara Engels-2.


Ciptakan Tentara Infanteri Rusia yang Lesu, Ukraine Menargetkan Produksi 4,5 Juta Drone pada Tahun 2025

Serangan tersebut menjadi pukulan besar untuk Moskow sebab lokasinya yang sangat masuk ke dalam wilayah mereka. Selain itu, Pangkalan Udara Engels-2 milik Rusia bertindak sebagai basis utama dari bom-bom strategis Moskow serta digunakan sebagai tempat pengepungan bahanbakar.

Engels-2, menurut laporan dari Ukraine, juga menyimpan persenjataan seperti rudal jelajah subsonik Kh-101 yang dioperasikan dari udara. Rudal ini bernilai jutaan dolar masing-masing dan sudah sering kali dipakai dalam serangan pada malam hari.

“Serangan oleh drone dikabarkan menimpa Engels, hancurnya instalasi penyimpanan amunisi, seperti ditunjukkan oleh foto sebelum dan setelah yang diberikan oleh citra satelit Maxar dalam rincian kerusakan tersebut,” demikian tertulis dalam laporannya.

Pimpinan Badan Pengendalian Informasi Menyesatkan dari Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Letnan Andriy Kovalenko, mengatakan dalam pesannya di Telegram bahwa “di Engels, Rusia telah kehilangan beberapa rudal, termasuk jenis Kh-101, karena serangan tersebut. Rincian tentang jumlahnya akan diberikan kemudian. Landasan udara ini merupakan tempat penyimpanan rudal-rudal dengan kuantitas tertinggi yang dipakai oleh unit penerbangan strategis untuk melancarkan serangan ke Ukraina.”

Meskipun operasi militer Rusia diidentifikasi dengan skala besar dari serangannya, sumber daya Ukraina yang sangat terbatas perlu dipusatkan pada penyerangan akurat ke fasilitas militer penting saja.

“Rusia berupaya melanjutkan serangan pada malam hari guna mengungguli pertahanan udara serta sistem perang elektronik yang diterapkan oleh Kiev dalam usahanya untuk mematahkan serbuan drone militer,” demikian dijelaskan dalam laporan BBC.

Rebut Desa di Luhansk

Dalam laporan tentang kemajuan perang, pasukan militer Ukraina menyatakan bahwa mereka sudah berhasil merecupera kembali Nadiya, sebuat desa yang terletak di area Luhansk, bagian timur negeri tersebut.

Di sebuah pesan yang diposting di Telegram, dikatakan bahwa mereka mengejar Nadiya selama operasi berlangsung sekitar 30 jam, dan berhasil mengambil kembali area dengan luas tiga kilometer persegi.

Postingan itu juga menampilkan klip perang, yang melibatkan pertarungan tank.

Perekaman tersebut belum dikonfirmasi secara mandiri.

Di awal perang, Rusia secara efektif sudah mendominasi keseluruhan area di Oblast Luhansk, yang merupakan prioritas penting dalam serangan presiden Putin terhadap Ukraina.

Mayoritas wilayah Luhansk saat ini tetap di bawah kontrol tentara Rusia.

Tiga Orang Tewas Akibat Serangan Militer Rusia di Kiev

Di sisi lain, serangan militer Rusia ke Ukraina pada hari Minggu dini hari juga sudah mengakibatkam tiga korban jiwa di Kiev dan sejumlah orang luka, seperti dilaporkan oleh petugas lokal.

Seorang saksi mata menyebutkan bahwa “setiap orang mulai berseru-seru dan lari-larian” ketika reruntuhan menimpa salah satu bagian kompleks perumahan tersebut.

Angkatan Udara Ukraina menyebut bahwa mereka berhasil menjatuhkan 97 dari 147 drone tanpa awak yang dilepaskan oleh Russia ke wilayah mereka.

Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa mereka telah merontokkan sekitar 60 drone tanpa awak milik Ukraina dan menyebutkan ada satu korban meninggal akibat kebakaran di dalam sebuah mobil pasca serangan tersebut.

Mengikuti serangan di ibukotanya, Presiden Ukraina Zelensky sudah mengajukan permintaan untuk pemberian sanksi tambahan kepada Rusia.

Ini terjadi sesudah Kremlin melaporkan bahwa langkah-langkah menuju pertemuan langsung antara Trump dan Putin semakin mendekat; meskipun demikian, seorang juru bicara menambahkan bahwa diskusi teknis yang “membingungkan” harus diselesaikan dahulu agar proses tersebut bisa berlangsung.

Duta besar Amerika Serikat dan Ukraina akan berkumpul di Arab Saudi pada hari Minggu, ketika pemerintah AS mencoba melakukan negosiasi guna menyelesaikan perang itu.

Pada hari Senin, Amerika Serikat diprediksikan akan berjumpa dengan kawanannya dari Rusia.

Putin telah menolak panggilan bersama dari Amerika Serikat dan Ukraina untuk gencatan senjata total dan cepat berlangsung selama 30 hari, serta meminta agar penyerahan senjata dihentikan hanya pada instalasi energi saja.


(oln/bbc/*)

Korean Desserts to Try: Bingsu & Tteok Lead the Way

Korean Desserts to Try: Bingsu & Tteok Lead the Way

South Korea goes beyond offering K-pop rhythms, kimchi, and ultramodern vistas; it’s also a haven for those with a sweet tooth! This nation boasts an array of innovative and lavish treats that delight dessert enthusiasts from around the globe.

The dessert scene in South Korea is just as vibrant and varied as its history. Regardless of your location,

In vibrant street markets or trendy cafes, you’ll discover some of the most intriguing treats. Influenced by its neighbors China and Japan as well as its rich food traditions, Korean confections offer a distinct array of desserts. Whether for celebrations and holidays or everyday consumption, these six incredible desserts should not be missed when visiting South Korea.


Heading to South Korea? You might find these articles interesting:

  • 9 Lesser-Known Korean Culinary Delights You Should Sample When Visiting South Korea
  • The loveliest national parks in South Korea for immersing yourself in both nature and history.
  • The most striking Buddhist temples in South Korea

6 mouthwatering Korean desserts you should taste


Bingsu

Should desserts have monarchs, Bingsu would surely sit upon the throne as king! This heavenly, light-as-air shaved ice delicacy dissolves on the tongue like a soft flurry of snow. As an iconic summertime favorite, Bingsu provides a wonderful respite from the sweltering temperatures in Korea. Be it the authentic Patbingsu adorned with sugary azuki beans and sticky rice cakes or the opulent mango variation, every bite is irresistibly refreshing.


Hotteok

A beloved wintertime treat, Hotteok was introduced to Korea by Chinese traders. The local people added their own sweet touch, resulting in a crispy-outside yet oozy-inside pancake-like delicacy. Packed with brown sugar, cinnamon, and nuts, this popular street food is ideally savored right after it comes off the skillet.


Tteok

Tteok is not merely considered a dessert; it serves as a cultural symbol. These sticky rice cakes boast numerous variations, yet for an extraordinary experience, consider trying Songpyeon. Shaped like crescents, these rice cakes are customarily consumed during Chuseok (the Korean Thanksgiving), often stuffed with ingredients such as honey, sesame seeds, or chestnuts. Moreover, they can be prepared through various methods—steaming, pounding, or grilling—which adds different textures and flavors to each bite.


Kkwabaegi

Gentle, soft, and dusted with cinnamon sugar, Kkwabaegi represents South Korea’s cherished twisted doughnut. With their lovely gold hue and wonderfully light texture, these delectable treats are an absolute must-try for those fond of classic donuts infused with a Korean touch.


Bungeoppang

Fish-shaped treats stuffed with either sweet red bean paste or smooth custard, bungeoppang stands out as an adorable dessert in Korean cuisine. This delightful winter staple boasts a crispy exterior and a cozy, creamy interior, making it perfectly photogenic for social media shares. Contemporary twists now incorporate fillings like custard, chocolate, or even sweet potato.


Ggul Tteok

The centerpiece of Korean celebrations, Ggul Tteok, is a delightful blend of glutinous rice cake brimming with amber-hued honey and sesame seeds. These small confections are soft, elastic, and subtly nutty, exuding sheer luxury.

Timnas Indonesia Siap Tempur: Fokus Kesiapan Sebelum Bertemu Bahrain Hari Ini

Timnas Indonesia Siap Tempur: Fokus Kesiapan Sebelum Bertemu Bahrain Hari Ini


JAKARTA, Lifehack My ID

Setelah pulang dari Australia, tim nasional sepak bola Indonesia segera menyiapkan dirinya untuk pertandingan yang sangat penting melawan Bahrain di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Timnas Garuda melaksanakan sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, pada hari Sabtu (22/3/2025) serta Minggu (23/3), sebagaimana menjadi bagian dari persiapannya untuk pertandingan besar yang direncanakan berlangsung pada Selasa (25/3).

Dua puluh enam atlet berpartisipasi dalam sesi latihan yang dikendalikan secara langsung oleh pelatih Patrick Kluivert. Akan tetapi, Mees Hilgers, Sandy Walsh, serta Ole Romeny tidak hadir pada kesempatan itu.

Sebelumnya, tim nasional sepak bola Indonesia, yang dikenal sebagai Skuat Garuda, juga telah melakukan latihan pada hari Jumat (21/3). Latihan tersebut hanya dihadiri oleh ketiganya saja dari posisi penjaga gawang yaitu Emil Audero, Ernando Ari, serta Nadeo Argawinata.

Bek naturalisasi, Calvin Verdonk, mengungkapkan sikap optimistis menjelang pertandingan melawan Bahrain dan berpendapat bahwa timnas Indonesia atau skuad Garuda memiliki kesempatan yang baik untuk memperbaiki diri setelah kalah pada pertandingan terakhir mereka.

“Menurut saya, kita mulai dengan cukup baik di Australia. Kami menguasai seluruh permainan. Namun, karena kita melakukan kesalahan sendiri, lawan berhasil meraih kemenangan. Semoga saja nanti melawan Bahrain akan mendapatkan hasil yang lebih positif,” ungkap Calvin Verdonk.

Dia juga menekankan kebutuhan untuk memperbaiki kinerja saat pertandingan berhenti, yang merupakan aspek penilaian terpenting bagi skuad tersebut.

We should be better at this.
set-piece
. Ini juga berhubungan dengan sikap yang kami tunjukkan dalam
set-piece
Jika kita berhasil memenangkan pertarungan tersebut.
set-piece
, lawan kita tidak mungkin memenangkan pertandingan ini. Oleh karena itu, kami perlu meningkatkan kinerja agar menjadi lebih unggul.
set-piece
Menurut pemain yang berasal dari klub NEC Nijmegen tersebut dilansir dari situs resmi PSSI.

Di tabel klasemen sementara Grup C, timnas Indonesia untuk sekarang ini duduk di peringkat empat dengan total tujuh angka.

Ketiga tempat pertama diambil oleh Jepang, Australia, dan Arab Saudi. Pertandingan menghadapi Bahrain sangat vital untuk menentukan harapan Indonesia tetap hidup dalam persaingan untuk maju ke fase selanjutnya pada jalannya meraih kesempatan tampil di panggung internasional.

Mengukir Sejarah, Membuka Batas: Kisah Menulis Mushaf yang Meruntuhkan Tradisi

Mengukir Sejarah, Membuka Batas: Kisah Menulis Mushaf yang Meruntuhkan Tradisi


Pernakah Anda membayangkan jika Al-Qur’an disusun oleh banyak sekali tangan terlatih berasal dari berbagai daerah negri cuma dalam waktu beberapa jam? Ini adalah cerita dibalik munculnya Mushaf Nusantara.


Tangan-tangan terlatih itu menggoreskan tinta pada lembaran kertas berukuran 100×70 cm, menciptakan desain indah dan tepat yang mempesona Menteri Agama Nasaruddin Umar. Adegan tersebut muncul di auditorium HM Rasyidi, Kementerian Agama Republik Indonesia, tempat pembuatan mushaf Nusantara diprakarsai oleh Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an (Lemka) bekerjasama dengan Kemenag RI. Dalam proyek ini melibatkan 35 kaligrafer ahli dari Jakarta, Banten, serta bagian dari Jawa Barat.


Di waktu yang sama, di 29 provinsi lainnya, ratusan calligrafers juga melaksanakan kegiatan sejenis. Coba bayangkan, ada 365 caligrafers dari seluruh pelosok Indonesia menuliskan tinta untuk menciptakan satu juz Al-Quran dengan lebih dari 600 lembar halaman, semua itu diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 jam!


Berkat prestasi tersebut, Museum Rekor Indonesia (MURI) juga telah mencatatkan dua rekornya secara bersamaan. Yang pertama adalah Mushaf Nusantara sebagai karya tulis paling banyak oleh berbagai penulis dan diselesaikan dalam periode singkat. Sementara itu, kedua, mushaf ini memiliki hiasan ilustratif Nusantara tertinggi, memperlihatkan 106 desain unik yang mewakili keragaman budaya dari seluruh 38 provinsi di tanah air kita.


“Pastinya ini merupakan karya monumental dari putera tanah air, dan kelak kaligrafipun dapat kita daftarkan sebagai hak kekayaan intelektual di UNESCO,” ungkap Menteri Agama sambil berseri-seri.


Dimulai dari Peringatan 40 Tahun Lemka


Segala sesuatunya dimulai pada saat spesial: perayaan empat puluh tahun lembaga kaligrafis Qur’an bernama Lemka. Sebagai ganti pesta rutinitas, Didin Sirojuddin AR selaku direktor Lemka beserta rombongan manajemen dan pendidik Pondok Kaligrafi Lemka di Sukabumi memutuskan untuk menciptakan hal “yang tak terlupakan” – suatu warisan yang akan diperingati sepanjang zaman. Ide ini kemudian melahirkan konsep penulisan Mushaf Al-Qur’an yang luar biasa.

Kaligrafer menuntaskan tahap terakhir penggarapan Mushaf Nusantara di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, pada hari Rabu (19/3/2025). -(Republika/Thoudy Badai)


Awalnya, proyek ini bernama “Mushaf Lemka Nusantara”. Namun, demi menghindari kesan eksklusif, sekaligus sebagai sebuah persembahan untuk bangsa, kata “Lemka” direlakan. Jadilah nama yang lebih singkat; Mushaf Nusantara.


“Cara apa agar mushaf ini menjadi unik dibandingkan dengan mushaf-mushaf sebelumnya?” Ini adalah pertanyaan yang berulang kali muncul dalam pembicaraan mereka.


Jawabannya ternyata ada di depan mata: memanfaatkan kekayaan SDM kaligrafer alumni Lemka. Selama 40 tahun perjalanannya, Lemka telah melahirkan ribuan alumni berbakat —baik dari kursus kaligrafi di Fakultas Adab UIN Jakarta sejak 1986, lalu di masjid As-Salam Ciputat, Tangerang Selatan, maupun dari Pesantren Kaligrafi Lemka Sukabumi yang berdiri sejak 1998.


Diantaranya, sebagian besar telah meraih gelar juara dalam kompetisi kaligrafi bertaraf internasional serta memenangkan penghargaan di ajang MTQ Nasional kategori Kaligrafi. Ini merupakan sumber daya berharga yang selanjutnya digunakan untuk mengerjakan projek skala besar tersebut.


Selanjutnya, tampak angka 365, menggambarkan total hari dalam satu tahun. Yang menarik, jumlah kaligrafer antusias untuk bergabung justru melebihi angka tersebut. Saat daftar namanya lengkap, ditemukan sesuatu yang mencengangkan: kaligrafer-partisipan datang dari 30 propinsi di Indonesia—sesuai dengan jumlah hari dalam sebulan!




Hanya delapan propinsi yang tidak mengikutsertakan kaligrafternya, yakni Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, serta keenam propinsi di Papua. Mengingat ada sebanyak 365 kaligraphers yang rela berpartisipasi, akhirnya timbul ide baru: menciptakan Mushaf Nusantara hanya dalam jangka waktu 10 jam!


” Ini merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia. Proses penulisan mushaf biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan. Namun, untuk mushaf Istiqlal ini proses pengerjaannya mencapai hampir lima tahun,” jelas Didin.


Tantangan selanjutnya timbul: bagaimana memastikan konsistensi standar penulisan ketika melibatkan ratusan penggaris tinta?


Berikut ini adalah dua alternatif solusinya. Yang pertama, para calon kaligrafer haruslah mereka yang paling tidak sudah pernah memenangkan kompetisi kaligrafi di tingkat propinsi atau setingkat itu. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas tulisan tetap baik serta mencegah adanya kesenjangan pada output akhirnya.


Kedua, di tiap halaman mushaf yang bakal ditulis sudah tersedia gambaran awal menulis sesuai dengan pedoman Rasm Utsmani. Proses pembuatan gambaran ini dilakukan oleh 35 kaligrafis dari Lemka yang sebelumnya turut serta dalam penggarapan mushaf tersebut. Metode seperti itu memastikan bahwasanya walaupun ada beberapa orang yang melakukan penulisan, seluruh halaman masih mengikuti kaidah penulisan mushaf secara resmi.


Menggunakan Corak Khat Naskhi


Konsep untuk membuat Mushaf Nusantara ini muncul dari ide Kasubdit MTQ Kemenag RI, Rijal Ahmad Rangkuty saat berbincang dengan Tim Pengarah Mushaf Nusantara. Berbekal diskusi yang hangat tersebut, tak butuh waktu lama bagi Menteri Agama untuk memberikan dukungan total serta menjadi penyokong utama proyek ini. Bahkan, ia memposisikannya sebagai salah satu komponen penting dalam rangka menuju Festival Istiqlal III.

Kaligrafer merampungkan tahap akhir penggarapan Mushaf Nusantara di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, pada hari Rabu tanggal 19 Maret 2025. -(Republika/Thoudy Badai)


Di tengah perjalanan, muncul usulan dari Dirjen Bimas Islam Kemenag RI; bagaimana jika mushaf ini ditulis dengan corak kaligrafi khas Indonesia, bukan dengan gaya Naskhi yang umum digunakan? Usulan yang tampak menarik pada awalnya —menghadirkan identitas lokal pada kitab suci.


Meski demikian, Direktur Lemka Didin menekankan bahwa kaligrafi mempunyai dua aspek penting: fungsi — agar dapat dibaca, dan estetika — untuk dekorasi. Kitab suci Al-Quran, yang setiap hari dibaca oleh umatnya, perlu memberikan prioritas pada sisi fungsional tersebut. Secara keseluruhan, masyarakat Muslim sudah sepakat bahwa jenis tulisan Naskhi —yang berarti “naskah” atau “teks”— merupakan satu-satunya gaya yang pantas digunakan dalam penyusunan mushaf.


Perjanjian ini bukan sesuatu yang diputuskan begitu saja, tapi merupakan produk dari suatu proses berkelanjutan selama lebih dari satu milenium. Pada awalnya, mushaf sempat dicoba menggunakan gaya tulisan Kufi berasal dari Kufah, akan tetapi ternyata tidak cocok lantaran menghabiskan banyak kertas hingga ribuan lembar apabila diimplementasikan dalam sebuah mushaf. Sehingga Khalifah Muawiyah dinasti Umaiyah memberikan instruksi untuk mencari desain yang lebih hemat namun masih menjaga identitas setempat.


Berdasarkan instruksi dari Muawiyah, dilakukanlah sebuah percobaan yang berlangsung selama ratusan tahun. Percobaan itu dimulai dengan variasi gaya Tulisan Tumarik, kemudian diikuti oleh pola Jali, Nisab, Tsuluts, Tsulutsain, sampai ke Muhaqqaq. Melalui proses penyelidikan yang cukup panjang, dunia Islam pada akhirnya berhasil mendapatkan solusinya. Gaya Naskhi ternyata menjadi pilihan paling tepat serta efisien untuk ditulis dalam mushaf Al-Quran, suatu konsensus yang masih tetap dipertahankan hingga saat ini.


Masalah lain yang muncul ialah kurang adanya satu gaya kaligrafi nusantara khas yang telah disepakati dan dibuktikan secara ilmiah serupa dengan pola Naskhi. Hingga saat ini, hanya beberapa variasi individu saja yang dikenal, misalnya seperti kaligrafi bergaya Syaifuli—gaya ini dinamai Demikian oleh Didin menghormati Syaiful Adnan, sang seniman kaligrafi keturunan Minang yang bermukim di Yogyakarta.

Kaligrafer telah menuntaskan tahap produksi Mushaf Nusantara di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, pada hari Rabu (19/3/2025). -(Republika/Thoudy Badai)


Model ini dikenal dengan karakteristik rangkaian kakinya berbentuk seperti huruf ‘wawu’ atau ‘ra’, mirip tanduk kerbau. Walaupun mempesona, Didin menggarisbawahi bahwa “gaya Syaifuli sebaiknya diklasifikasikan ke dalam bidang estetika daripada fungsi praktis.”


Pilihan untuk menggunakan khat Naskhi dalam Mushaf Nusantara tidak bermakna meninggalkan karakteristik unik Indonesia. Malahan, hal itu merupakan suatu bentuk kesederhanaan—mengetahui kapan sebaiknya mengikuti praktik universal dan kapan pula perlu memperlihatkan ciri asli daerah setempat. Elemen-or namental Indonesianya masih tampak lewat proses pencahayaan atau dekorasi tepi yang istimewa, sedangkan bagian intinya tetap tertulis dengan gaya yang sudah lama diujicobakan sepanjang ratusan tahun.


Seperti halnya sebuah bangunan yang kuat, Mushaf Nusantara menunjukkan bahwa kita dapat menyatuakan landasan universal dengan hiasan lokal yang penuh arti, menciptakan suatu hasil yang memesona tanpa merugikan fungsinya sebagai rumah.


Pencerahan terkait simbol Bhinneka Tunggal Ika


Perlu dicatat, meskipun demikian, bahwa di dalam mushaf Al-Qur’an, iluminasi tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi tepi untuk memperindah halaman saja. Tim Lemka sangat menyadari makna filosofis tersebut sejak tahap perencanaan awal Mushaf Nusantara.


Sebagaimana ungkapannya “to illuminate” yang artinya menyinar atau menerangi, iluminasi pada mushaf bertujuan untuk mempertegas—bukan mengecilkan—keberadaan ayat-ayat suci. Martin Lings menjelaskan dalam buku “The Quranic Art of Calligraphy and Illumination”-nya bahwa sebuah mushaf berkualitas perlu mencapai harmoni di antara aspek estetika visual dengan kemudahan membaca teks, serta seimbang antara elemen dekoratif dan tulisan. Keseimbangan tersebut terwujud melalui gabungan intelijensi dan imajinasi, sensitivitas seni, serta keahlian teknikal yang handal.


Untuk memperkuat sisi ini, Lemka sangat serius dalam menciptakan iluminasi untuk Mushaf Nusantara. Perusahaan tersebut menunjukkan kepercayaannya kepada Dr. Achmad Haldani, M.Sn—seorang spesialis iluminasi yang sebelumnya merancang Mushaf Istiqlal—dalam peran sebagai penasihat teknikal. Proses pembuatan desain, konversi ke format digital, serta prosedur pemberian warna melibatkan belasan hingga puluhan illuminators baik secara manual maupun dengan bantuan komputer; semuanya adalah santri ataupun mantan siswa dari Lemka yang sudah dibuktikan bakat mereka setelah menjadi juara di bidang kaligrafi nasional pada lomba Tilawah Quran (MTQ) dalam kategori Hiasan Mushaf atau Desain Interior. Kerjasama antara para profesional senior dan artis muda potensial ini berhasil membentuk sebuah iluminasi yang bukan saja memiliki tampilan estetika tinggi, namun juga sarat akan nilai-nilai mendalam.


Seperti halnya nama “Mushaf Nusantara”, lampu-lampu indah yang mempercantik tiap halamannya diciptakan untuk menunjukkan ide tentang persatuan dalam berbagai macam budaya Indonesia, menyampaikan semangat Bhinneka Tunggal Ika secara visual. Elemen kedaerhaan begitu mencolok pada desain hiasannya, dengan gambar-gamba rrepresentatif dari seluruh 38 provinsi negeri kita. Coba bayangkan saat Anda nanti membuka mushaf ini; setiap dekorasi, kurva dan garis, serta paduan warna akan bercerita tentang keberagaman budaya dari Sabang hingga Merauke, menjadikan al-Quran lebih cantik lagi dengan sentuhan seni Indonesia.

Kaligrafer telah menuntaskan tahap produksi Mushaf Nusantara di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, pada hari Rabu tanggal 19 Maret 2025. -(Republika/Thoudy Badai)


Setelah proyek pencahayaan selesai, ditemukan 106 pola unik yang mempercantik Mushaf Nusantara. Ini menunjukkan bahwa tiap provinsi menyumbangkan antara tiga sampai empat motif lokal. Misalkan dari Jawa Barat, kita temui pola Batik Kujang, Mega Mendung, dan Wadasan yang sangat mencerminkan ciri khas suku Sunda. Di sisi lain, dari Sulawesi Utara tampak motif Cakalang, Tinutuan, Manguni, serta Kawung Manado.


Keanekaragaman desain pada karya ini tak hanya berupa rangkaian pola dekoratif biasa, melainkan merupakan representasi visual dari kebudayaan Indonesia yang disajikan dengan penuh kasih sayang terhadap tanah air. Dengan pencahayannya, Mushaf Nusantara bukan semata-mata membawa ayat-ayat suci Allah, namun juga mencerminkan kecantikan Indonesia—merupakan sebuah karya seni yang menyatukan esensi spiritualisme Islam dengan warisan budaya lokal dalam keserasian yang luar biasa.


Mendobrak Kevakuman Tradisi


Rekor sebagai penulis paling banyak yang dicatat oleh Mushaf Nusantara menunjukkan sebuah fakta penting: Indonesia telah menciptakan ratusan kaligrafer dengan kemampuan berskala global. Bukan hanya ahli lokal, tetapi juga juara sering kali mengalahkan pesaing-pesaing dari wilayah Timur Tengah pada kompetisi-kompetisi kaligrafari Arab di negara-negara asal tulisan-tulisan tersebut. Geografisnya berada di luar pusat peradaban Arab namun berhasil melebihi mereka dalam bidang seni kaligrafi ini! Di antara 16 ajang perlombaan kaligrafi tingkat dunia yang beberapa diantaranya digelar di Timur Tengah, Turki serta Iran; saat ini kaligrafer- Kaligrafer Indonesia selalu menjadi dominator. Sebagian besar daripada mereka merupakan alumnus Lemka.


Kehadiran Mushaf Nusantara ini mirip dengan menyadarkan kembali tradisi para seniman Muslim zaman dahulu yang menunjukkan kasih sayang mereka kepada Al-Qur’an lewat penggambarannya dalam mushaf. Pasca periode dimana teknologi pencetakan dan komputer mendominasi, sepertinya budaya menulis mushaf telah dilupakan. Sejak peresmian Mushaf Istiqlal oleh Presiden Soeharto kurang lebih tiga dekade yang lampau (1995), cuma segelintir naskah suci seperti Mushaf At-Tin dan Mushaf Sundawi saja yang diperkenalkan, kemudian ada jeda panjang tanpa adanya perkembangan lainnya. Mudah-mudahan, Mushaf Nusantara akan merangsangkan semangat kreatif generasi penerus kita agar menciptakan banyak mushaf baru dengan variasi gaya tulis serta pola ilustrasinya yang unik.


Tentu saja, menganjurkan kebiasaan menulis mushaf sejak usia dini harus digalakkan secara luas bagi para santri di pesantren serta siswa madrasah. Sejauh ini, kurikulum pengajaran Al-Qur’an cenderung lebih fokus pada keterampilan membaca.
tilawah
dan
tahfidz
). Sebenarnya di dalam Al-Qur’an, terdapat perintah untuk membaca (
iqra
‘) juga disertai dengan perintah untuk menulis (‘
alladzi ‘allama bil qalam
). Menulis Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan kemampuan tangan, tetapi juga membina kesabaran, kehati-hatian, serta hubungan yang lebih dekat dengan kitab suci Allah.


Seiring berjalannya waktu, rasa cinta terhadap membaca dan menulis Al-Qur’an dapat memupuk kesadaran estetika serta ketelitian spiritual dalam diri para pemuda. Secara alami, seni kaligrafi dan ilustrasi kitab suci pun bisa menyuguhkan tampilan “Islam sebagai warisan budaya” yang lebih tenang, segar, dan memesona; hal ini bertolak belakang dengan “gambaran Islam politik” yang sering kali tampak agresif dan umumnya mendominasi arena publik kita saat ini. Bukan begitu pula makna dari nasihat Nabi yang mengatakan bahwasanya Tuhan adalah Yang Mahamerdu dan sangat mencintai kemerduan?


Dengan Mushaf Nusantara, kita disadarkan akan Islam yang tak sekadar menjadi bagian dari pembicaraan politik atau perselisihan teologis serta perkembangan hukum syariah, tetapi juga terwujud melalui tulisan-tulisan indah yang membingkai halaman-halamannya, menyajikan ketenangan bagi hati dan meredam pikiran.


Wallahu a’lam bi as-shawab

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Dikeluarkan, Begini Update Terkini Formula 1 China 2025 dan Peringkatnya

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Dikeluarkan, Begini Update Terkini Formula 1 China 2025 dan Peringkatnya



Lifehack My ID


,


Jakarta


– Pembalap Ferrari,
Lewis Hamilton
Dan Charles Leclerc, dikeluarkan dari perlombaan karena diskorsing.
Formula 1
China 2025 yang terjadi di Sirkuit Internasional Shanghai, Shanghai, pada hari Minggu, 23 Maret.

Hamilton mendapat sanksi akibat melanggar aturan tentang dimensi rear diffuser-nya, sedangkan Leclerc dikeluarkan dari kompetisi karena adanya pelanggaran serius pada mobilnya.

Hukumannya dijatuhkan pada sidang setelah pertandingan berakhir. “Di persidangan wakil dari tim menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan secara akurat serta seluruh tindakan sesuai standar yang ditetapkan. Mereka juga menerima jika tak ada faktor eksternal yang mempengaruhi hasil dan ini merupakan suatu kesalahan aktual dari tim mereka sendiri,” demikian disampaikan Formula 1 hari Minggu kemarin.

Pernyataan tersebut melanjutkan, “Panitia penilai menyatakan bahwa Pasal 3.5.9 dalam Aturan Balapan F1 FIA telah diabaikan sehingga sanksi baku berupa penghapusan kompetisi harus diberlakukan atas pelanggaran semacam ini.”

Tim Hamilton sebelumnya telah mengajukan laporan yang menunjukkan bahwa ketebalan plat pada mobil mereka hanya mencapai 8,6 mm, melebihi batas minimal 9 mm dan dengan demikian melanggar Pasal 3.5.9 dalam aturan teknis.

Hal serupa pun terjadi pada Leclerc yang menunjukkan bahwa mobil SF25-nya memiliki bobot 1 kilogram kurang dari batas berat minimal, menyebabkan dia didiskualifikasi.

Pengecualian ini secara bersamaan menjadikan mimpi buruk bagi tim pabrikan Italia setelah sebelumnya Hamilton berhasil meraih kemenangan dalam lomba sprint di GP China.

Berbekal kualifikasi gandanya, Ferrari menaikkan posisi Esteban Ocon, Kimi Antonelli, Alex Albon, dan Ollie Bearman yang sebelumnya finish dari peringkat tujuh hingga sepuluh, sehingga setiap pembalap mendapat promosi dua tingkatan lebih tinggi.

Meski Lance Stroll dan Carlos Sainz berhasil mendapatkan poin setelah berpindah ke posisi 10 besar, Gasly tetap dikeluarkan dari peringkat 11.

Hasil Perlombaan F1 China 2025 Setelah Ferrari Di Diskualifikasi

No Pembalap Tim waktu
1 Oscar Piastri McLaren F1 Team 56 laps
2 Lando Norris McLaren F1 Team +9.748s
3 George Russell Mercedes AMG Petronas F1 Team +11.097s
4 Max Verstappen Oracle Red Bull Racing +16.656s
5 Esteban Ocon MoneyGram Haas F1 Team +49.969s
6 Kimi Antonelli Tim F1 Mercedes AMG Petronas +53.748s
7 Alex Albon Atlassian Williams Racing +56.321s
8 Oliver Bearman MoneyGram Haas F1 Team +61.303s
9 Lance Stroll Tim Aston Martin Aramco F1 +70.204s
10 Carlos Sainz Atlassian Williams Racing +76.387s
11 Isack Hadjar Aplikasi Visa Cash App Tim Balap F1 Bull Charge +78.875s
12 Liam Lawson Oracle Red Bull Racing +81.147s
13 Jack Doohan BWT Alpine F1 Team +88.401s
14 Gabriel Bortoleto Tim Stakes F1 Keluarkan Sauber +1 lap
15 Nico Hulkenberg Tim Staker Mengeluarkan Tim Sauber +1 lap
16 Yuki Tsunoda Tim Balap Visa Cash App Racing Bulls F1 +1 lap
DNF Fernando Alonso Tim Aston Martin Aramco F1 4 laps
DSQ Charles Leclerc Scuderia Ferrari HP
DSQ Pierre Gasly BWT Alpine F1 Team
DSQ Lewis Hamilton Scuderia Ferrari HP

Klasemen Driver Formula 1 Tahun 2025

No Pembalap Tim Poin
1 Lando Norris McLaren F1 Team 44
2 Max Verstappen Oracle Red Bull Racing 36
3 George Russell Tim Formula Satu Mercedes AMG Petronas 35
4 Oscar Piastri McLaren F1 Team 34
5 Kimi Antonelli Tim Formula Satu Mercedes AMG Petronas 22
6 Alex Albon Atlassian Williams Racing 16
7 Lance Stroll Tim Aston Martin Aramco F1 10
8 Esteban Ocon MoneyGram Haas F1 Team 10
9 Lewis Hamilton Scuderia Ferrari HP 9
10 Charles Leclerc Scuderia Ferrari HP 8
11 Nico Hulkenberg Tim Stakes Mengeluarkan Sauber 6
12 Oliver Bearman MoneyGram Haas F1 Team 4
13 Yuki Tsunoda Aplikasi Visa Cash App Mendukung Tim Balap F1 Bull Charge 3
14 Carlos Sainz Atlassian Williams Racing 1

.