Ahn Hyo Seop dikabarkan comeback di drama baru; tiket habis lagi hari ini!

Ahn Hyo Seop dikabarkan comeback di drama baru; tiket habis lagi hari ini!

Pada 17 Maret kemarin, Ahn Hyo Seop dilaporkan akan sebentar lagi bertemu dengan para penggemarnya lewat sebuah seri dramatis. Aktornya disebut-sebut telah menerima penawaran untuk terlibat dalam suatu produksi drama bernamaliteralannya.
Habis Lagi Hari Ini Juga
.

Berdasarkan laporan dari wakil di industri hiburan, Ahn Hyo Seop saat ini berada dalam proses evaluasi yang optimis, Beauties. Publik menyambut gembira proyek barunya karena sang aktris baru saja merampungkan syuting drama “A Time Called You” dan bakal kembali ke layar lebar setelah vakum selama satu tahun belakangan.

Berikut ini adalah detail sementara mengenai projek akting terbaru Ahn Hyo Seop yang berjudul
Habis Lagi Hari Ini Juga
. Simak yuk, Beauties!

Proyek Romantis-Komedia Usai Berlarang Lama

Gambar Ahn Hyo Seop/ Foto: instagram.com/thepresentofficial

Habis Lagi Hari Ini Juga
adalah sebuah seri dramatis lucu yang mengambil pusat perhatian pada kehidupan dua orang, disebut The Beauties. Mereka digambarkan sebagai individu yang menyimpan trauma dalam hati mereka sementara menjalani rutinitas sehari-hari di tempat kerja masing-masing.

Interaksi mereka berdua dengan bertahap menghasilkan kilauan yang manis dan membantu meredakan rasa sedih yang sudah lama tersimpan sampai akhirnya timbul perasaan kasih sayang.
Sold Out Again Today
Too akan jadi momen penting bagi comeback Ahn Hyo Seop ke dalam genre drama komedi romantis setelah kesuksesan besar yang dia raih sebelumnya.
Business Proposal
pada 2022 silam.

Terkenal dan Berbakat, Inilah 6 Mantan Aktris cilik Korea Yang Kini Sibuk Dalam Proyek Drama Terbaru Mereka!

Perankan Sosok Petani Misterius

Gambar Profil Ahn Hyo Seop / Foto: instagram.com/ahnhyoseop_archive

Ahn Hyo Seop bakal memperlihatkan wajah baru sebagai petani misterius jika dengan senang hati dikonfirmasi menjadi pemeran utama dalam sebuah drakor tersebut.
Habis Lagi Hari Ini Juga
Walaupun menjalani kehidupan sebagai petani, tokoh yang diperankan oleh Ahn Hyo Seop ini mempunyai nama unik yaitu Matthew Lee.

Karaktar baru dari sang aktor yang memiliki masa lalu kelam akan menjalani transformasi signifikan dalam kehidupan saat berjumpa dengan Dam Ye Jin. Karakter wanita utama ini, Dam Ye Jin, sampai sekarang belum ada pengumuman tentang siapa pemeranknya.

Karakter itu berprofesi sebagai penyedia layanan di mal dan menderita insomnia, Beauties.

Dibuat oleh Sutradara Soul Busters

Poster untuk drama ‘Seoul Busters’/ Foto: asianwiki.com

Sisi komedi dalam drama
Habis Lagi Hari Ini Juga
Diperkirakan dengan mudahnya akan menyulut tawa, Beauties. Alasannya adalah karena drama baru Ahn Hyo Seop ini bakal ditangani oleh Ahn Jong Yeon, sang sutradara yang sebelumnya mengepalai adegan dalam drama kriminal berbaur komedi di tahun 2024 lalu.
Seoul Busters
.

Ahn Jong Yeon dikenal pula karena karyanya yang lain yaitu dalam bentuk sebuah drama.
Racket Boys
(2021). Kali ini, sang pembuat film berani mencoba menyatukan unsur komedi dan romantika secara bersamaan dalam karyanya yang baru untuk kali pertama.
Habis Lagi, Hari Ini Juga
.

Ternyata begitu detail awal dari serial dramaany baru tersebut, Beauties.
Ahn Hyo Seop
bertajuk
Habis Lagi Hari Ini Juga
. Mudah-mudahan pemeran tersebut secepatnya memberikan konfirmasi yang positif!

Ingin menjadi salah seorang pembaca yang dapat turut serta dalam berbagai kegiatan?
event
Menyenangkan berada di Lifehack My ID? Ayo ikutan ke grup pembacanya Lifehack My ID!

B-Nation

. Caranya
DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi
  • Menariknya Karir Kang Hye Won, Mantan Anggota IZ*ONE Yang Sekarang Mengembalikan Dirinya dalam Aksi Akting di ‘Friendly Rivalry’
  • Lee Kwang Soo Segera Membintangi Dua Serial Drama Secara Bersamaan dalam Waktu Mendekati Cepat
  • Dapatkan Gaya: Berpenampilan Stylish dengan Gaun Garis Ala Jessica Jung
Perdebatan Ahmad Dhani vs Ariel NOAH: Perselisihan Soal Bayar Royalti

Perdebatan Ahmad Dhani vs Ariel NOAH: Perselisihan Soal Bayar Royalti


JAKARTA, Lifehack My ID

— Musisi Ahmad Dhani dan Nazril Irham yang lebih dikenal sebagai Ariel dari NOAH memiliki pandangan berbeda tentang cara pembayaran royalti musik.

Ariel sejauh ini telah mematuhi peraturan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yakni dengan menggunakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).

Sementara Dhani mengusulkan mekanisme
direct license
, yakni penyanyi membayarkan segera kepada pencipta dengan jumlah yang telah disetujui.

Ariel: Tidak apa-apa tanpa izin selama membayar royalti

Ariel dari NOAH tidak keberatan jika lagu-lagunya dinyanyikan di atas panggung tanpa pemberitahuan langsung selama sudah membayarkan royalti kepada Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang sesuai.

Rekomendasi terbarunya adalah langsung kepada sang pencipta.
direct licensing
Namun, menurut pendapat saya sendiri cukup merepotkan, lebih baik melalui LMK,” ungkap Ariel saat berada di Jakarta pada hari Selasa, tanggal 18 Maret 2025.

Pernyataan Ariel mematuhi Pasal 23 UU Hak Cipta. Pasal tersebut membahas tentang Hak Ekonomi Penyaji Persembahan di mana seorang penyanyi merupakan bagian daripadanya.

Pada butir 5 Bab 23 tersebut tertulis: ”
Setiap orang diberi kebebasan untuk menggunakan karya tersebut secara komersial dalam sebuah pertunjukkan tanpa perlu mengonsultasikan hal itu terlebih dahulu pada penciptanya, asalkan mereka telah memberikan penghargaan finansial yang sesuai kepada pencipta lewat institusi manajemen kolektif.
.”

Ariel yang menjadi bagian dari Vibrasi Suara Indonesia (VISI) ini mengakui masih ada banyak hal yang harus diperbaiki terkait sistem pembayaran lewat LMK.

“Ariel menyatakan bahwa sistem operasional LMK juga memerlukan peningkatan karena adanya ketidakpuasan yang seharusnya ditangani dengan cepat,” ungkapnya saat konferensi pers VISI, pada hari Kamis tanggal 20 Maret 2025.

Pembayaran melalui LMK di masa lalu dianggap terlalu rendah dan kurang adil bagi pencipta lagu.

Dhani: Penyanyi perlu mendapatkan persetujuan melalui lisensi langsung.

Berbeda dengan Ariel, menurut Dhani, para penyanyi harus meminta izin kepada pencipta saat ingin membawakan lagunya.

Menurut Dhani yang tergabung di Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) ini, penyanyi harus memiliki moral etika.

Dhani mendukung konsep
direct license,
Yaitu sistem di mana penulis lagu memberikan persetujuan secara langsung serta menerima bayaran hak cipta tanpa adanya pihak tengah seperti Lembaga Manajemen Kekayaan Intelektual (LMK).

Dhani mengatakan bahwa tidak perlu ada regulasi pemerintah terkait pembayaran royalti sebagaimana yang termaktub dalam Undang-Undang Hak Cipta.

“Pertanyaannya sekarang adalah saat NOAH melakukan transaksi bersama EO, adakah peraturan dari pemerintah terkait hal ini?” tanyakan Dhani di Jakarta, Jumat (21/3/2025), “Tidak ada dong. Yang dimaksud adalah kesepakatan antara kedua belah pihak,” imbuhnya.

Dhoni menambahkan, ‘Tidak perlu regulasi dari pemerintah terkait hak ekonomi kreator yang dimanfaatkan oleh artis, tidak perlu,’.

Dhani menganggap bahwa besaran bayar royalti dapat disesuaikan melalui perjanjian bersama antara artis penyanyi dengan penulis lagunya.

Rancangan perubahan Undang-Undang Hak Cipta versus peninjauan ulang di Mahkamah Konstitusi

Ahmad Dhani mengusulkan adanya revisi terhadap Undang-Undang Hak Cipta. Dhani menyebut pihaknya telah menyiapkan usulan tersebut.

“Dalam hal bahan-bahannya, diskusinya masih berjalan,” kata Dhani.

“Jadi Melly punya usulan, Once punya usulan, AKSI punya usulan. Tinggal nanti saya nunggu, Once, Pasha Ungu, lalu Melly Goeslaw berbicara di depan media semuanya,” tambahnya.

Saat yang sama, menurut Ariel, proses perubahan undang-undang tersebut akan membutuhkan waktu cukup lama. Bersama dengan VISI, Ariel mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Hak Cipta di Mahkamah Konstitusi (MK).

Walaupun memiliki pandangan yang berbeda, harapan kami adalah tindakan dari pihak Ahmad Dhani ataupun Ariel NOAH akan menciptakan dampak positif bagi industri musik di Indonesia dan memberikan hasil terbaik untuk ekosistemnya.

Jalanan Ditutup, Umat Katolik di Purbalingga Rela Mengorbankan Ibadah Ekaristi demi Rekor Bukber

Jalanan Ditutup, Umat Katolik di Purbalingga Rela Mengorbankan Ibadah Ekaristi demi Rekor Bukber


PURBALINGGA, Lifehack My ID

– Jemaat Gereja Katolik Paroki Santo Agustinus di Purbalingga, Jawa Tengah, telah mengambil keputusan untuk mencabut perayaan ekaristi pada hari Sabtu (22/3/2025) petang.

Pengambilan keputusan tersebut dilakukan sesudah mendapatkan surat yang dikirim oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga ber-number 400.8/4664.

Surat itu mengharuskan tiga gereja yang berada di jalur Jalan Jenderal Sudirman Purbalingga untuk menyelaraskan waktu penyelenggaraan ibadahnya denganhari yang sama.

Tutupnya jalan itu dijalankan guna menopang gelaran MURI yang bertujuan memecahkan rekor dunia pada peristiwa bukber berisi tempe mendoan dengan partisipasi sebanyak 14.460 individu.

Pastor Gereja Katolik Santo Agustinus di Purbalingga, FX Handy Kristian Adi Putra, mengatakan bahwa karena akses tunggal ke gereja telah tertutup, akhirnya setelah berdiskusi dengan dewan jemaat, mereka memilih untuk tidak melanjutkan perayaan ekaristi pada hari Sabtu sore. Hal ini disampaikan saat wawancara dengan Lifehack My ID, Rabu (19/3/2025).

Romo Handy menyebutkan bahwa gereja tidak bisa memodifikasi jadwal misa ekaristi di hari Sabtu petang dikarenakan berbagai alasan tertentu.

“Apabila diselenggarakan lebih dini, masih banyak umat yang belum menyelesaikan aktivitas harian mereka. Sedangkan jika diadakan terlalu sore, hal itu menjadi mustahil untuk orang tua,” ungkapnya.

Ekaristi di Gereja Santo Agustinus Purbalingga minggu ini akan digelar sekali saja, yakni pada hari Minggu (23/3/2025) jam 07.00 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).

“Saya memiliki ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan yang baru ini; rata-ratanya perlu bertambah lebih baik dan matang lagi. Untuk kita semua, menciptakan harmoni merupakan tujuan mulia. Pihak berwenang seharusnya menjunjung tinggi kesejahteraan publik sepenuhnya tanpa memandang latar belakang siapa saja,” tegasnya.

Pada saat yang sama, kabupaten Purbalingga sukses masuk ke dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) berkat penyelenggaraan sahur bersama dengan jumlah tempe mendoan terbesar, di mana acara ini menampung partisipasi dari 14.460 orang.

Acara bernama Big Iftar 2025 diselenggarakan di sekitar Alun-alun sampai ke jalan Jenderal Sudirman Purbalingga pada hari Sabtu (22/3/2025).

Pada acara itu, ribuan partisipan jongkok mengelilingi area seluas satu kilometer guna menikmati hidangan tradisional berupa tempe mendoan secara bersama-sama.

Di samping itu, panitia telah menyediakan nasi tumpeng yang terletak di atas tampah anyaman bambu, disertai pula dengan berbagai lauk dan sayuran pendampingnya.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyatakan bahwa keberhasilan acara Big Iftar 2025 tak lepas dari bantuan dan dukungan banyak pihak seperti Kodim 0702 Purbalingga, pemkab setempat, dan juga para penyokongnya.

“Acara ini menunjukkan bahwa melalui kerja sama bersama, kita dapat membuat sejarah baru. Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Purbalingga yang sangat bersemangat dalam mensupport Big Iftar 2025. Mudah-mudahan kegiatan ini akan memperkuat ikatan persaudaraan kami,” katanya.

Acara Big Iftar 2025 diakhiri dengan salat Maghrib berjemaah serta doa bersama, dengan tujuan supaya Purbalingga terus dipandang sebagai kota yang memiliki warisan budaya yangkaya dan mengedepankan semangat persaudaraan.

Creamy Chocolate Mousse: Decadent and Delicious – Video Recipe!

Creamy Chocolate Mousse: Decadent and Delicious – Video Recipe!

Dessert

A straightforward recipe that ensures universal approval! An infallible method for crafting an exquisite homemade dessert!

Ingredients

  • 7 ounces dark
    chocolate
  • 1/4 cup
    sugar
  • 4
    eggs

Preparation

  • Step 1:

    Divide the egg whites from the yolks

  • Step 2:

    Stir in sugar with the egg yolks. Heat up the chocolate until melted, allow it to cool slightly before combining it with the yolk-and-sugar mixture; blend thoroughly thereafter.

  • Step 3:

    Beat the egg whites until stiff peaks form.

  • Step 4:

    Slowly and carefully incorporate them into the chocolate mixture, ensuring not to crush them, maintaining its frothy texture.

  • Step 5:

    Pour into ramekins and refrigerate for a minimum of 4 hours.

  • Step 6:

    Here you are, your chocolate mousse is all set!

You may like

  • Chocolate chip muffins – video tutorial!
  • Chocolate Charlotte – Video Recipe!
  • Chocolate Salami – Video Recipe!

read more

Here’s How Alfa Romeo’s Electric Future Unfolds in Malaysia

Here’s How Alfa Romeo’s Electric Future Unfolds in Malaysia

It seems Alfa Romeo is set to join the ranks of manufacturers offering both electric and internal combustion variants of the same model.

  • The upcoming Alfa Romeo Stelvio is being tested with camouflaged prototypes in Sweden.
  • The vehicle seems to lack exhaust pipes and has a completely sealed-off grille, indicating that it’s probably an all-electric car.
  • Alfa Romeo is discontinuing the $2 billion Giorgio platform and will be adopting the STLA Large for the Stelvio and Giulia models.

As the global electric vehicle market experiences inconsistent growth across different regions, numerous automobile manufacturers are adopting a fresh approach for their upcoming model lines:
You have the option to choose a hybrid or a completely electric vehicle.
, whichever one better meets your requirements. It seems that Italy’s Alfa Romeo will also be adopting a comparable approach with its upcoming SUV and sedan models.

Alfa Romeo is discontinuing the Giulia and Stelvio, which were exactly what enthusiasts desired from the marque. They will both be succeeded by entirely new models developed under their parent company.
Stellantis’ STLA Large
The platform supports both combustion engines and pure electric power.

Previously, we didn’t receive any official word about theEVoption, but Alfa Romeo appears to have hinted at it through teaser images for the upcoming Stelvio model.

Multiple images revealing a camouflaged Stelvio prototype out in snowy conditions have been shared online, and we’re fairly confident this model will be all-electric. Key indicators include the absence of noticeable exhaust pipes at the rear end and an orange high-voltage label positioned near the top edge of the front windscreen. Additionally, the rims seem to feature an aerodynamic layout; however, their appearance is somewhat hidden due to both the heavy disguise applied to the car and the spinning motion of the tires during tests.

Photo by: Alfa Romeo

At the forefront of the prototype, nearly all areas are sealed off except for a tiny aperture located at the bottom section of the bumper allowing airflow passage. Additionally, the door handles seem to adopt a flush design, indicating that Alfa Romeo places significant emphasis on aerodynamic efficiency for this specific model. While this does not definitively prove the car’s electrification, it clearly demonstrates an aerodynamically focused approach being taken with this vehicle.

When you look at its frontal area, it sadly features a divided headlamp setup, where slim LED daytime running lights sit atop smaller headlights positioned further below. This particular styling approach has become quite prevalent in today’s automotive world; however, it often leads to divisive looks instead of universally appealing aesthetics.

If there’s an auto manufacturer capable of achieving this, it’s Alfa Romeo, and ideally, the Stelvio should have a more appealing design.
the Junior
This provides us with some insights into how the new, larger SUV might appear. Alfa Romeo offers a clear view of the car’s side silhouette, indicating it is more substantial compared to previous models. However, it retains the nearly sloping rear roof design reminiscent of the present Stelvio.

In two of the preview images, Alfa Romeo reveals the prototype drifting, suggesting that it will keep the present model’s rear-wheel-drive characteristic for the upcoming version. The final picture in the collection truly demonstrates just how much drift capability it has, which is necessary in today’s automotive landscape.
Hyundai Ioniq 5 N
s and the inevitable
quad-motor M-badged BMW
X3-equivalent electric SUV.

Photo by: Alfa Romeo

Photo by: Alfa Romeo

Riding on
the STLA Large platform
indicates that the new Stelvio (and Giulia) will share architecture with the
Jeep Wagoneer S
and the
Dodge Charger Daytona EV
The latter hasn’t been a car that garnered much warmth; a muscle car.
that can’t do burnouts
It’s quite a puzzle.

However, the platform can be adjusted and customized to offer a significantly different experience compared to Alfa Romeo vehicles, supporting both 400- and 800-volt systems. Additionally, Stellantis claims this setup can accommodate battery packs as large as 118 kilowatt-hours and achieve acceleration from zero to 62 mph (100 kph) within approximately two seconds. The system is designed to work with various drivetrains, such as plug-in hybrid configurations.

As Alfa Romeo has begun hinting at the upcoming Stelvio, its complete reveal isn’t distant. The vehicle is scheduled to make its debut sometime within this year prior to hitting the market in 2026, alongside the Giulia, as seems to be the case.
won’t be a typical saloon car
But something taller, such as a bigger Italian Polestar 2.

More On This

  • Alfa Romeo Giulia EV: All the Details We’ve Gotten So Far
  • Alfa Romeo Milano Rebranded as ‘Junior’ Due to Italian Law Shielding Cheese
  • The Alfa Romeo Milano is a compact crossover with an electric range of up to 254 miles according to WLTP standards.
  • Stellantis’ STLA Large Platform Offers ‘Greatest Flexibility In The Market’ for Dodge, Alfa Romeo, Jeep, Maserati
  • Alfa Romeo hints at an upcoming “sport urban” electric vehicle below theTonale, inviting you to christen it.
  • Stellantis Is Set to Unveil an All-New Luxury Electric SUV for 2025

Login Required

Please log in to add tours to your wishlist.

Log In