10 Tempat Wisata Paling Populer di Indonesia Versi Tripadvisor

10 Tempat Wisata Paling Populer di Indonesia Versi Tripadvisor

10 Tempat Wisata Paling Populer di Indonesia Versi Tripadvisor

Indonesia dikenal memiliki banyak objek wisata yang eksotis dan mendunia. Keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia banyak memikat turis mancanegara, baik untuk sekadar singgah maupun mempelajari secara mendalam.

Perusahaan biro perjalanan daring (online) asal Amerika Serikat, Tripadvisor, merilis daftar tempat wisata terkenal di Indonesia berdasarkan favorit wisatawan. Deretan Destinasi Wisata Terfavorit di 3 Provinsi Selama Libur Lebaran, Apa Saja?

Pemeringkatan ditentukan oleh beberapa indikator, termasuk ulasan, penilaian, dan foto. Adapun top 10 tempat wisata paling populer di Indonesia sebagai berikut.

Daftar Tempat Wisata Paling Populer di Indonesia Versi Tripadvisor

  1. Candi Borobudur
    Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah meraih bintang 4,5 dan 7.783 ulasan dari wisatawan.
    Candi Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 itu berdiri di atas lahan dengan total luas 2.500 meter persegi. Candi Borobudur mengalami pemugaran pada 1970-an dengan bantuan UNESCO.
  2. Teras Sawah Tegalalang
    Di posisi kedua, ada Teras Sawah Tegalalang yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali. Kawasan pertanian sengkedan yang meraih penghargaan Tripadvisor Travellers’ Choice 2023 itu telah diulas oleh 16.907 orang dan penilaian bintang 4.
  3. Pura Tanah Lot
    Pura Tanah Lot merupakan salah satu tempat ibadah umat Hindu yang berada di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.
    Bangunan suci yang terletak sekitar 300 meter di lepas pantai itu menjadi tempat pemujaan dewa. Pura Tanah Lot memperoleh bintang 4 dan 11.232 ulasan.
  4. Pura Luhur Uluwatu
    Selanjutnya, Pura Luhur Uluwatu yang telah diulas oleh 10.261 pengunjung dan mendapatkan bintang 4.
    Tempat sembahyang umat Hindu yang berada di Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali itu peninggalan dari abad ke-11 yang berdiri di atas tebing.
  5. Candi Prambanan
    Candi Prambanan juga masuk dalam daftar tempat wisata paling populer versi Tripadvisor. Tempat bersejarah yang berada di kawasan administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu mencatatkan 6.406 ulasan dan memiliki penilaian bintang 4,5.
  6. Pura Tirta Empul
    Pura Tirta Empul adalah situs budaya yang dapat dijumpai di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
    Tempat yang dikenal dengan mata air sucinya itu meraih 3.504 ulasan dan bintang 4,5. Pura Tirta Empul diyakini sebagai lokasi yang didedikasikan oleh Dewa Indra untuk Wisnu, dewa air dalam agama Hindu.
  7. Campuhan Ridge Walk
    Campuhan Ridge Walk merupakan jalur jogging yang lokasinya berada di perbukitan di Jalan Bangkiang Sidem, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
    Tempat wisata alam nan asri di Bali itu memperoleh penilaian bintang 4,5 dan 6.680 ulasan pengunjung.
  8. Gunung Bromo
    Gunung Bromo menjadi gunung api aktif yang berada di empat wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
    Gunung yang mempunyai ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu menerima 2.588 ulasan dan bintang 4,5.
  9. Jatiluwih Warisan Budaya Dunia
    Kawasan Warisan Budaya Jatiluwih adalah bagian dari kawasan Catur Angga Batukaru, salah satu dari empat kawasan yang mendukung Bali Cultural Landscape Subak System yang ditetapkan oleh UNESCO.
    Tempat wisata yang juga menjadi kawasan strategis Provinsi Bali itu mendapatkan bintang 4,5 dan 2.703 ulasan.
  10. Tirta Gangga
    Berikutnya, ada Tirta Gangga yang masuk dalam daftar tempat wisata paling populer di Indonesia versi Tripadvisor.
    Bekas istana kerajaan yang berada di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali itu telah diulas oleh 3.319 pengunjung dan mendapatkan penilaian bintang 4,5.

sumber : google news

Desa Tifu, Surga Tersembunyi di Pulau Buru Selatan

Desa Tifu, Surga Tersembunyi di Pulau Buru Selatan

Desa Tifu, Surga Tersembunyi di Pulau Buru Selatan

Alam Desa Tifu di Pulau Buru Selatan begitu memikat, dengan air laut yang jernih dan terumbu karang.
Sebagai sebuah negara kepulauan yang terbesar di dunia, bentang alam Nusantara demikian memikat. Sehingga, layak jika Indonesia dianggap sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

Salah satu destinasi andalan di Indonesia terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Di pulau itu, ada sebuah desa wisata yang memiliki keindahan alam begitu menakjubkan dan kekayaan budaya yang sangat unik. Desa Teluk Tifu—begitu desa wisata itu dinamakan–bak surga tersembunyi di timur Indonesia.

Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan, desa di Kabupaten Buru Selatan yang dapat dicapai dengan sekitar tiga jam perjalanan dari Kota Namlea dikelilingi oleh hutan tropis yang hijau dan pantai-pantai berpasir putih yang indah. Dengan air laut yang jernih dan terumbu karang yang memesona, wisatawan dipastikan mendapat pengalaman tak terlupakan saat ber-snorkeling atau menyelam, menjelajahi alam bawah laut di sana.

Budaya Jadi Andalan

Tak hanya bicara keindahan alam, Desa Teluk Tifu juga menyajikan kekayaan budaya sebagai destinasi wisata andalan. Diketahui, desa tersebut merupakan rumah bagi suku asli Pulau Buru, yaitu suku Kayeli.

Suku Kayeli sendiri memiliki tradisi dan adat istiadat yang unik, seperti tarian tradisional, upacara adat, dan kerajinan tangan yang khas. Dan saat berwisata ke desa tersebut, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, termasuk mengetahui aktivitas sehari-hari mereka.

Di Desa Wisata Teluk Tifu, terdapat beberapa homestay yang nyaman bagi para wisatawan. Menginap di sana, pengunjung dapat merasakan kehidupan masyarakat lokal secara langsung. Selain itu, terdapat juga beberapa warung makan yang menyajikan makanan khas Maluku yang lezat.

Bagi pecinta petualangan, Desa Teluk Tifu juga menyediakan trekking dan hiking menuju bukit-bukit yang menawarkan pemandangan spektakuler. Pengunjung dapat menikmati panorama alam yang memukau dan mengabadikan momen indah di Pulau Buru.

Untuk mencapai Desa Wisata Teluk Tifu, Anda dapat menggunakan transportasi darat dari Kota Namlea. Anda juga dapat menghubungi pihak pengelola desa untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai akses dan kegiatan yang dapat dilakukan di desa ini.

Jadi, jika Anda mencari destinasi wisata yang belum banyak dikunjungi dan memiliki keindahan alam yang memukau, jangan lewatkan Desa Wisata Teluk Tifu di Pulau Buru. Yuk segera agendakan waktu Anda untuk menikmati surga tersembunyi di Pulau Buru.

sumber: Google News

Wisata Gunung Bromo Ditutup Sebelum dan Setelah Lebaran 2024

Wisata Gunung Bromo Ditutup Sebelum dan Setelah Lebaran 2024

Wisata Gunung Bromo Ditutup Sebelum dan Setelah Lebaran 2024

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup kegiatan wisata di Gunung Bromo, Jawa Timur, selama periode sebelum dan setelah Lebaran 2024. Penutupan diterapkan di seluruh pintu masuk menuju kawasan Bromo.
Kepala Balai Besar TNBTS, C Hendro Widjanarko, mengatakan penutupan kegiatan wisata di Gunung Bromo ini dilakukan berdasarkan Berita Acara Kesepakatan Bersama Rapat Koordinasi Rencana Penutupan Wisata Gunung Bromo dan Sekitarnya.

Rapat koordinasi itu sebelumnya dilaksanakan di Visitor Center Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada 28 Maret 2024.
“Dalam rangka pembersihan kawasan Gunung Bromo, maka kegiatan wisata gunung bromo ditutup secara total,” katanya, Senin, 1 April 2024.

Hendro menerangkan ada dua jadwal penutupan kawasan wisata Gunung Bromo pada bulan ini. Yaitu sebelum libur Hari Raya Idulfitri pada 4 April 2024 pukul 00.01 WIB hingga 5 April 2024 pukul 23.59 WIB.

Selanjutnya, setelah libur Lebaran yakni pada 25 April 2024 pukul 00.01 WIB hingga 26 April 2024 pukul 23.59 WIB. Keputusan penutupan kegiatan wisata Gunung Bromo ini ditetapkan di Malang pada Minggu 30 Maret 2024.

Hendro menyebutkan penutupan jalur dari arah Probolinggo ditutup mulai dari pintu masuk loket Cemorolawang. Kemudian dari arah Pasuruan ditutup mulai dari Dingklik, dan dari arah Malang dan Lumajang ditutup di Jemplang.

“Pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian kepada masyarakat, pengunjung, dan pihak-pihak terkait, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih,” ujarnya.

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja Diganti dari Kamis Pahing Menjadi Kamis Pon

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja Diganti dari Kamis Pahing Menjadi Kamis Pon

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja Diganti dari Kamis Pahing Menjadi Kamis Pon

Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja

: Para pelajar dan Aparat Sipil Negara (ASN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah bertahun-tahun lamanya diwajibkan untuk memakai busana adat Jawa setiap hari Kamis Pahing. Kegiatan wajib berpakaian adat Jawa disebut pula dengan Kamis Pahingan. Wajib berbusana adat Jawa masih berlangsung pada Kamis Pahing, 11 Januari 2024 kemarin.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengungkapkan akan mengganti hari wajib berpakaian adat Jawa mulai tahun ini.
Diwartakan Tribunjogja.com sebelumnya, hari wajib berbusana adat Jawa untuk pelajar dan ASN di DIY akan diubah, yang semula diberlakukan setiap Kamis Pahing, kini akan diubah menjadi Kamis Pon. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (11/1/2024).

Diungkapkan Beny Suharsono, alasan mengapa hari wajib menggunakan adat Jawa di DIY diganti dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon adalah untuk mengingat, memperingati, dan menyosialisasikan Hari Jadi DIY. Beny mengatakan, sebelumnya Hari Jadi DIY memang belum ditetapkan secara formal.
Namun, sejak tahun lalu sudah ada agenda Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hari Jadi DIY.

“Hal ini (pergantian hari wajib berpakaian adat di DIY dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon) karena sudah ada pembahasan tentang Raperda Hari Jadi DIY antara eksekutif dan legislatif. Fasilitasi pemerintah pusat melalui Kemendagri sudah turun. Kemudian dibahas tadi jam 10:00, jadi sudah dibahas dan disepakati, tinggal diundangkan,” kata Beny Suharsono.

Mengutip laman resmi Pemda DIY jogjaprov.go.id, Hari Jadi DIY yang dibahas dalam Raperda Hari Jadi DIY adalah 13 Maret 1755. Tanggal 13 maret 1755 yang ditetapkan sebagai Hari Jadi DIY bertepatan dengan peristiwa Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Peristiwa Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat secara de jure sudah memenuhi unsur-unsur yang disyaratkan untuk menjadi sebuah negara yang berbentuk Kasultanan.

Unsur tersebut yaitu adanya pemimpin, rakyat, wilayah, dan pemerintahan.

Pada 13 Maret 1755 Sri Sultan Hamengku Buwono I mengumumkan Ayodhya sebagai nama resmi negaranya. Selanjutnya, Sri Sultan I membentuk pemerintahan resmi dengan menunjuk pejabat pemerintahan Kasultanan.

Sejak peristiwa Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat 13 Maret 1755, Yogyakarta diproklamasikan menjadi sebuah Nagari dengan bentuk pemerintahan sebagai Kasultanan (kerajaan), dengan kedudukan sebagai daerah independen.

Sebagai informasi, tanggal 13 Maret 1755 bertepatan dengan hari Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1680 Tahun Jawa (TJ).

“Lantaran Hari Jadi DIY jatuh pada hari Kamis Pon, praktis dilakukan penyesuaian termasuk penggunaan pakaian tradisional DIY,” jelas Sekda DIY, Beny Suharsono.

Perubahan hari wajib berbusana adat Jawa dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon dilakukan untuk menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan diri masyarakat DIY.

Diharapkan, dijadikannya hari Kamis Pon sebagai hari wajib berbusana adat Jawa dapat mendorong timbulnya etos hidup dan etos kerja yang positif di DIY.

Beny Suharsono mengatakan, perlu dilakukan penyesuaian termasuk ketentuan perihal penggunaan pakaian adat DIY.

Ketentuan ini akan disosialisasikan ke tingkat kabupaten/kota, kalurahan, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui surat edaran yang sudah terteken (ditandatangani) per 8 Januari 2024.
“Sosialisasinya lewat surat edaran itu nanti kan biro organisasi sebagai ujung leading sektornya akan menginformasikan hal itu. Misal hari ini masih ada yang pakai ada yang enggak, masih berproses tapi akan terus disosialisasi,” katanya.

Kewajiban memakai pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa bagi pelajar maupun ASN telah tertuang dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 75 Tahun 2016 tentang “Pakaian Dinas Pegawai Aparatur Sipil Negara”.

Untuk Laki-laki

Ketentuan penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta untuk pegawai maupun pelajar Laki-laki adalah :

  • Baju surjan dengan bahan dasar lurik yang memiliki corak selain yang digunakan oleh Abdi Dalem atau warna polos dan bukan motif kembang.
  • Penutup kepala menggunakan Blangkon bergaya Yogyakarta batik cap atau tulis.
  • Bagian bawah menggunakan kain jarik batik motif Yogyakarta yang diwiru biasa.
  • Menggunakan sabuk bahan satin polos atau menggunakan lonthong, epek, serta memakai keris atau dhuwung.
  • Memakai selop atau cenela untuk alas kaki.

Untuk Perempuan

Ketentuan penggunaan busana adat Jawa Yogyakarta untuk pelajar dan pegawai ASN perempuan adalah :

  • Kebaya tangkepan dengan bahan dasar lurik atau warna polos.
  • Bagian bawah menggunakan kain atau jarik batik motif Yogyakarta yang diwiru atau dilipat biasa.
  • Gaya rambut dapat dibentuk model gelung tekuk tanpa aksesoris apapun.
  • Bagi muslimah bisa menggunakan hijab atau jilbab muslimah seperti biasa.
  • Menggunakan selop atau cenela sebagai alas kaki.

sumber : tribunjogja

3 Objek Wisata Nusa Penida Timur Paling Hits dan Wajib Dikunjungi

3 Objek Wisata Nusa Penida Timur Paling Hits dan Wajib Dikunjungi

3 Objek Wisata Nusa Penida Timur Paling Hits dan Wajib Dikunjungi

Objek wisata Nusa Penida Timur merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kawasan ini punya pesona alam yang begitu menawan. Wisatawan akan disuguhkan oleh berbagai destinasi wisata menarik yang akan menciptakan kesan liburan menyenangkan. Maka dari itu, wisatawan bisa mengajak orang tercinta untuk liburan di Nusa Penida.

Rekomendasi 3 Objek Wisata Nusa Penida Timur

Dikutip dari www.djkn.kemenkeu.go.id, Nusa Penida adalah salah satu pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Berikut ini ada beberapa objek wisata Nusa Penida Timur yang bisa wisatawan kunjungi.

  1. Rumah Pohon Nusa Penida
    Rumah Pohon Nusa Penida ini cukup populer di media sosial. Tidak heran, wisata ini selalu sama dipadati oleh para wisatawan terutama saat libur panjang. Keunikan rumah pohon dan pemandangannya yang menakjubkan ini berhasil memanjakan para wisatawan. Wisatawan akan menyaksikan pemandangan Pulau Seribu dan Pantai Atuh dari atas rumah pohon tersebut.
  2. Diamond Beach
    Lautan biru dengan perpaduan putih layaknya diamond ini berhasil memikat para wisatawan. Di Diamond Beach ini, wisatawan bisa menyaksikan langsung keindahan bawah laut berupa terumbu karang dan ikan-ikan cantik.
    Meskipun pantai ini memiliki garis pantai tidak terlalu panjang karena ada tebing bebatuan karst, pantai ini justru menjadi salah satu surga tersembunyi di Nusa Penida Timur. Keindahannya tersebut wajib wisatawan abadikan dalam jepretan kamera.
    Alamat : Pejukutan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali 80771
  3. Pulau Seribu Nusa Penida
    Nama Pulau Seribu tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Destinasi wisata ini seringkali dijadikan tujuan oleh para wisatawan baik lokal maupun turis asing. Pulau Seribu memiliki pemandangan unik dan menawan dari hamparan bukit-bukit kecil yang ada di tengah lautan cantik. Banyak wisatawan yang berbondong-bondong datang ke sana untuk menghabiskan liburan hingga dijadikan tempat honey moon karena dinilai romantis.
    Alamat: pesisir timur Pulau Nusa Penida.

Itulah rekomendasi objek wisata Nusa Penida Timur yang bisa wisatawan kunjungi. Dengan pesonanya yang menakjubkan, wisatawan dijamin betah melakukan liburan di sana.

sumber: Google News

Candi Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi

Candi Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi

Candi Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi

YOGYAKARTA tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki banyak candi yang tersebar di beberapa tempat. Ada 27 candi di Yogyakarta, misalnya Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Banyunibo, Candi Kalasan, Candi Goa Sentono, dan masih banyak lagi.

Melansir laman digilib.isi.ac.id, candi sendiri merupakan representasi dari tempat tinggal para dewa. Istilah candi berasal dari candika, yaitu salah satu perwujudan dewi durga (dewi kematian). Oleh karena itu, candi selalu dianggap sebagai tempat pemujaan raja-raja yang sudah meninggal (anumerta).
Candi adalah bangunan yang berfungsi untuk memuliakan dewata. Oleh karena itu, untuk membangun sebuah candi tidak bisa sembarangan.

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, pembuatan candi harus mengikuti kitab India kuno Manasara Silpasastra. Kitab ini berisi tentang cara membangun candi mulai dari awal hingga akhir.

Berdasarkan Kitab Manasara Silpasastra, candi dibangun dengan sejumlah tahapan. Tahap pembangunan dimulai dengan perencanaan bentuk, pencarian lokasi, pengujian tanah, penyiapan tanah, pembuatan vastupurusamandala (denah suci), dan pengerjaan fisik.

Lokasi pembangunan candi harus suci, keramat, tenang, dan jauh dari keramaian. Lokasi yang dijadikan tempat pembangunan candi diantaranya hutan yang lebat, lereng gunung, pegunungan, persawahan yang subur, kolam, sungai, dan danau.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lokasi sebuah candi memiliki kaitan yang sangat erat dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam disertasi yang berjudul ‘Pertimbangan Ekologi dalam Penempatan Masa Hindu Budha di Daerah Yogyakarta: Kajian Arkeologi Skala Makro’ oleh Mundardjito, menghasilkan kesimpulan bahwa situs-situs candi di daerah Yogyakarta sudah sesuai dengan prinsip Kitab India kuno Manasara Silpasastra. Jadi, Yogyakarta memiliki banyak candi karena memiliki sumber daya alam yang potensial sekaligus sesuai dengan prinsip Kitab Manasara Silpasastra.

Login Required

Please log in to add tours to your wishlist.

Log In