by admin | Apr 1, 2024 | beautiful places, cities and towns, culture, tourist attractions, travel destinations
Experience the close-knit ambiance of these towns and uncover the genuine essence of Spain, away from the busy city life of major metropolitan areas.
When thinking of Spain, large bustling cities such as Madrid, Barcelona, and Seville frequently come to mind. However,
Spain’s typical charm
It also lies in its tiny, charming villages, where history, natural splendor, and a particular genuineness converge to provide you with remarkable memories.
8 Small Towns in Spain You Should Explore
Ronda, in Andalusia
Perched on top of majestic cliffs,
mountains of Andalusia
Ronda is an awe-inspiring town renowned primarily for its striking Puente Nuevo, the impressive bridge arching over the steep El Tajo canyon. Meander along the winding cobblestone lanes, explore the historic Plaza de Toros bullring—one of Spain’s earliest—and relish the stunning vistas from the vantage points above the city.
Cadaqués, Catalonia
Nestling on
Catalonia
‘s Mediterranean coast, Cadaqués is a charming coastal town renowned for its whitewashed houses, picturesque alleyways and pristine beaches. Explore the unspoilt historic centre, visit the home of artist Salvador Dalí in Portlligat, and relax on the golden sandy beaches you can find all along the bay.
Trujillo, in Extremadura
Perched atop a hill with a formidable medieval castle overshadowing the landscape, Trujillo is a historically rich town located in the Extremadura region of Western Spain. Meander through the cobblestone lanes, marvel at the well-preserved Renaissance mansions and ancient places of worship, then head over to the central plaza featuring a monument dedicated to Francisco Pizarro, the renowned Spanish conqueror.
Peñíscola, located in the Valencian Community
Nestled along the Mediterranean coastline of the Valencian Community lies Peñíscola, an enchanting seaside town renowned for its striking medieval fortress and pristine golden sand beaches. Wander through the historic walled district, meander down the charming cobblestone lanes, and admire the bright white cottages as you take in sweeping vistas from atop the castle walls.
Rupit, in Catalonia
Located amidst the Osona region’s peaks in Catalonia, Rupit is a quaint, untouched medieval village featuring stone dwellings, cobblestone lanes, and an enchanting timber bridge. As you explore deeper along the riverside, make sure to stop at the Romanesque church of Sant Miquel and soak in the breathtaking mountain vistas surrounding this charming locale.
Cudillero, in Asturias
Nestled on the northern coastline of Spain, Cudillero is a quaint fishing community known for its vibrant charm. The area features brightly painted homes cascading towards the water’s edge. Meander through the bustling waterfront promenade, delve into the winding lanes within the old district, and savor some freshly caught delicacies at one of the numerous eateries scattered throughout this coastal haven.
Alberobello, Andalusia
Situated in the Alto Guadalquivir area of Andalusia, Alberobello is renowned for its distinctive trulli—white limestone dwellings featuring characteristic cone-shaped rooftops. Wander through the historical district, designated as a UNESCO World Heritage site, meander down the winding lanes filled with artisan stores, and uncover the intriguing past of these singular structures.
Besalú, Catalonia
Boasting meticulously maintained medieval lanes, arched bridges, and a stunning fortress, Besalú stands as a lesser-known gem in Catalonia. Explore the historical Jewish district, visit the Romanesque church of Sant Pere, and traverse the fortified bridge from the 12th century.
th
-a century-old bridge crossing the Fluvià River.
by admin | Apr 1, 2024 | blog, Jawa Timur
Wisata Gunung Bromo Ditutup Sebelum dan Setelah Lebaran 2024
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup kegiatan wisata di Gunung Bromo, Jawa Timur, selama periode sebelum dan setelah Lebaran 2024. Penutupan diterapkan di seluruh pintu masuk menuju kawasan Bromo.
Kepala Balai Besar TNBTS, C Hendro Widjanarko, mengatakan penutupan kegiatan wisata di Gunung Bromo ini dilakukan berdasarkan Berita Acara Kesepakatan Bersama Rapat Koordinasi Rencana Penutupan Wisata Gunung Bromo dan Sekitarnya.
Rapat koordinasi itu sebelumnya dilaksanakan di Visitor Center Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada 28 Maret 2024.
“Dalam rangka pembersihan kawasan Gunung Bromo, maka kegiatan wisata gunung bromo ditutup secara total,” katanya, Senin, 1 April 2024.
Hendro menerangkan ada dua jadwal penutupan kawasan wisata Gunung Bromo pada bulan ini. Yaitu sebelum libur Hari Raya Idulfitri pada 4 April 2024 pukul 00.01 WIB hingga 5 April 2024 pukul 23.59 WIB.
Selanjutnya, setelah libur Lebaran yakni pada 25 April 2024 pukul 00.01 WIB hingga 26 April 2024 pukul 23.59 WIB. Keputusan penutupan kegiatan wisata Gunung Bromo ini ditetapkan di Malang pada Minggu 30 Maret 2024.
Hendro menyebutkan penutupan jalur dari arah Probolinggo ditutup mulai dari pintu masuk loket Cemorolawang. Kemudian dari arah Pasuruan ditutup mulai dari Dingklik, dan dari arah Malang dan Lumajang ditutup di Jemplang.
“Pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian kepada masyarakat, pengunjung, dan pihak-pihak terkait, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih,” ujarnya.
by admin | Apr 1, 2024 | Jakarta
15 Tempat Wisata di Jakarta Selatan 2024 Terbaru dan Hits
Jakarta Selatan, kota yang mengusung konsep smart city, telah dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang pesat. Tidak hanya terkenal dengan gedung pencakar langit dan perumahan elitnya, Jakarta Selatan juga menawarkan beragam destinasi wisata dan tempat wisata di Jakarta Selatan yang menarik perhatian.
Destinasi ini memiliki daya tarik mulai dari wisata budaya, sejarah alam terbuka, hingga tempat-tempat yang sangat cocok untuk berfoto di media sosial.
- Kebun Binatang Ragunan
Salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Jakarta Selatan. Di Kebun Binatang Ragunan, pengunjung dapat melihat berbagai jenis satwa, mulai dari gajah, jerapah, hingga harimau Selain itu, terdapat juga berbagai jenis spesies flora yang terawat dengan baik.
- Pondok Indah Water Park
Wisata air yang sangat diminati oleh para wisatawan. Terdapat berbagai wahana bermain yang variatif, cocok untuk bersantai bersama keluarga.
- Wisata Pendidikan Pinisi
Tempat ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, dengan mempelajari kesenian dan kebudayaan Indonesia serta bermain di wahana indoor playground.
- Kampung Main Cipulir
Konsep destinasi wisata yang menawarkan sensasi berpetualangan di sebuah kampung dengan beragam wahana permainan.
- Museum Satria Mandala
Museum yang mempersembahkan perjuangan TNI, dengan berbagai koleksi bersejarah seperti replika senjata, pesawat terbang, dan atribut ketentaraan
- Museum Harry Darsono
Menampilkan karya-karya fenomenal dalam bidang fashion dari perancang busana bernama Harry Darsono.
Tur museum akan disertai panduan langsung dari maestro seni terkenal tersebut. Jadwal tur dimulai pukul 9 pagi dan berakhir sekitar pukul 3 sore.
Selama tur, pengunjung diperbolehkan untuk menyentuh, mencoba, dan berfoto dengan hampir semua karya seni yang dipamerkan.
- Hauwke’s Auto Gallery
Tempat yang cocok untuk pecinta otomotif, dengan koleksi berbagai kendaraan antik yang menarik.
- Pusat Primata Schmutzer
Tempat penangkaran satwa primata yang terletak di dalam Kebun Binatang Ragunan, yang menawarkan pengalaman melihat berbagai spesies primata.
- Taman Spatodhea
Sebagai paru-paru kota, taman ini menawarkan berbagai fasilitas umum seperti jogging track, danau, dan area bermain untuk anak-anak.
- Taman Langsat
Tempat penampungan sementara bibit-bibit tanaman yang kini menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, cocok untuk menghilangkan penat setelah beraktivitas.
- .Setu Babakan
Destinasi yang dibangun sebagai situs penyimpanan memori kebudayaan kolektif masa lalu etnis Betawi.
Pengunjung dapat menikmati beragam wahana permainan dan mencicipi berbagai kuliner khas Betawi.
- Museum Layang-layang
Didirikan dari kecintaan seorang perempuan Indonesia terhadap layang-layang. Menampilkan berbagai koleksi layang-layang dengan beragam bentuk dan sejarah permainannya.
- Playparq Kemang
Tempat bermain anak-anak dengan konsep modern yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan kebahagiaan anak-anak.
- The Escape Hunt
Tempat untuk penggemar petualangan yang ingin menguji kemampuan dalam memecahkan teka-teki dan tantangan.
- Museum Reksa Artha
Museum yang menyimpan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan percetakan uang zaman dahulu, menampilkan koleksi uang dari zaman Orde Baru hingga saat ini.
Dengan berbagai pilihan destinasi wisata yang menarik, liburan di Jakarta Selatan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Jangan ragu untuk menjelajahi keindahan dan keunikannya!***
by admin | Feb 1, 2024 | blog, Yogyakarta
Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja Diganti dari Kamis Pahing Menjadi Kamis Pon
Hari Wajib Berpakaian Adat di Jogja
: Para pelajar dan Aparat Sipil Negara (ASN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah bertahun-tahun lamanya diwajibkan untuk memakai busana adat Jawa setiap hari Kamis Pahing. Kegiatan wajib berpakaian adat Jawa disebut pula dengan Kamis Pahingan. Wajib berbusana adat Jawa masih berlangsung pada Kamis Pahing, 11 Januari 2024 kemarin.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengungkapkan akan mengganti hari wajib berpakaian adat Jawa mulai tahun ini.
Diwartakan Tribunjogja.com sebelumnya, hari wajib berbusana adat Jawa untuk pelajar dan ASN di DIY akan diubah, yang semula diberlakukan setiap Kamis Pahing, kini akan diubah menjadi Kamis Pon. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (11/1/2024).
Diungkapkan Beny Suharsono, alasan mengapa hari wajib menggunakan adat Jawa di DIY diganti dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon adalah untuk mengingat, memperingati, dan menyosialisasikan Hari Jadi DIY. Beny mengatakan, sebelumnya Hari Jadi DIY memang belum ditetapkan secara formal.
Namun, sejak tahun lalu sudah ada agenda Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hari Jadi DIY.
“Hal ini (pergantian hari wajib berpakaian adat di DIY dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon) karena sudah ada pembahasan tentang Raperda Hari Jadi DIY antara eksekutif dan legislatif. Fasilitasi pemerintah pusat melalui Kemendagri sudah turun. Kemudian dibahas tadi jam 10:00, jadi sudah dibahas dan disepakati, tinggal diundangkan,” kata Beny Suharsono.
Mengutip laman resmi Pemda DIY jogjaprov.go.id, Hari Jadi DIY yang dibahas dalam Raperda Hari Jadi DIY adalah 13 Maret 1755. Tanggal 13 maret 1755 yang ditetapkan sebagai Hari Jadi DIY bertepatan dengan peristiwa Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Peristiwa Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat secara de jure sudah memenuhi unsur-unsur yang disyaratkan untuk menjadi sebuah negara yang berbentuk Kasultanan.
Unsur tersebut yaitu adanya pemimpin, rakyat, wilayah, dan pemerintahan.
Pada 13 Maret 1755 Sri Sultan Hamengku Buwono I mengumumkan Ayodhya sebagai nama resmi negaranya. Selanjutnya, Sri Sultan I membentuk pemerintahan resmi dengan menunjuk pejabat pemerintahan Kasultanan.
Sejak peristiwa Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat 13 Maret 1755, Yogyakarta diproklamasikan menjadi sebuah Nagari dengan bentuk pemerintahan sebagai Kasultanan (kerajaan), dengan kedudukan sebagai daerah independen.
Sebagai informasi, tanggal 13 Maret 1755 bertepatan dengan hari Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1680 Tahun Jawa (TJ).
“Lantaran Hari Jadi DIY jatuh pada hari Kamis Pon, praktis dilakukan penyesuaian termasuk penggunaan pakaian tradisional DIY,” jelas Sekda DIY, Beny Suharsono.
Perubahan hari wajib berbusana adat Jawa dari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon dilakukan untuk menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan diri masyarakat DIY.
Diharapkan, dijadikannya hari Kamis Pon sebagai hari wajib berbusana adat Jawa dapat mendorong timbulnya etos hidup dan etos kerja yang positif di DIY.
Beny Suharsono mengatakan, perlu dilakukan penyesuaian termasuk ketentuan perihal penggunaan pakaian adat DIY.
Ketentuan ini akan disosialisasikan ke tingkat kabupaten/kota, kalurahan, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui surat edaran yang sudah terteken (ditandatangani) per 8 Januari 2024.
“Sosialisasinya lewat surat edaran itu nanti kan biro organisasi sebagai ujung leading sektornya akan menginformasikan hal itu. Misal hari ini masih ada yang pakai ada yang enggak, masih berproses tapi akan terus disosialisasi,” katanya.
Kewajiban memakai pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa bagi pelajar maupun ASN telah tertuang dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 75 Tahun 2016 tentang “Pakaian Dinas Pegawai Aparatur Sipil Negara”.
Untuk Laki-laki
Ketentuan penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta untuk pegawai maupun pelajar Laki-laki adalah :
- Baju surjan dengan bahan dasar lurik yang memiliki corak selain yang digunakan oleh Abdi Dalem atau warna polos dan bukan motif kembang.
- Penutup kepala menggunakan Blangkon bergaya Yogyakarta batik cap atau tulis.
- Bagian bawah menggunakan kain jarik batik motif Yogyakarta yang diwiru biasa.
- Menggunakan sabuk bahan satin polos atau menggunakan lonthong, epek, serta memakai keris atau dhuwung.
- Memakai selop atau cenela untuk alas kaki.
Untuk Perempuan
Ketentuan penggunaan busana adat Jawa Yogyakarta untuk pelajar dan pegawai ASN perempuan adalah :
- Kebaya tangkepan dengan bahan dasar lurik atau warna polos.
- Bagian bawah menggunakan kain atau jarik batik motif Yogyakarta yang diwiru atau dilipat biasa.
- Gaya rambut dapat dibentuk model gelung tekuk tanpa aksesoris apapun.
- Bagi muslimah bisa menggunakan hijab atau jilbab muslimah seperti biasa.
- Menggunakan selop atau cenela sebagai alas kaki.
sumber : tribunjogja
by admin | Jan 25, 2024 | Bali, blog
3 Objek Wisata Nusa Penida Timur Paling Hits dan Wajib Dikunjungi
Objek wisata Nusa Penida Timur merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kawasan ini punya pesona alam yang begitu menawan. Wisatawan akan disuguhkan oleh berbagai destinasi wisata menarik yang akan menciptakan kesan liburan menyenangkan. Maka dari itu, wisatawan bisa mengajak orang tercinta untuk liburan di Nusa Penida.
Rekomendasi 3 Objek Wisata Nusa Penida Timur
Dikutip dari www.djkn.kemenkeu.go.id, Nusa Penida adalah salah satu pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Berikut ini ada beberapa objek wisata Nusa Penida Timur yang bisa wisatawan kunjungi.
- Rumah Pohon Nusa Penida
Rumah Pohon Nusa Penida ini cukup populer di media sosial. Tidak heran, wisata ini selalu sama dipadati oleh para wisatawan terutama saat libur panjang. Keunikan rumah pohon dan pemandangannya yang menakjubkan ini berhasil memanjakan para wisatawan. Wisatawan akan menyaksikan pemandangan Pulau Seribu dan Pantai Atuh dari atas rumah pohon tersebut.
- Diamond Beach
Lautan biru dengan perpaduan putih layaknya diamond ini berhasil memikat para wisatawan. Di Diamond Beach ini, wisatawan bisa menyaksikan langsung keindahan bawah laut berupa terumbu karang dan ikan-ikan cantik.
Meskipun pantai ini memiliki garis pantai tidak terlalu panjang karena ada tebing bebatuan karst, pantai ini justru menjadi salah satu surga tersembunyi di Nusa Penida Timur. Keindahannya tersebut wajib wisatawan abadikan dalam jepretan kamera.
Alamat : Pejukutan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali 80771
- Pulau Seribu Nusa Penida
Nama Pulau Seribu tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Destinasi wisata ini seringkali dijadikan tujuan oleh para wisatawan baik lokal maupun turis asing. Pulau Seribu memiliki pemandangan unik dan menawan dari hamparan bukit-bukit kecil yang ada di tengah lautan cantik. Banyak wisatawan yang berbondong-bondong datang ke sana untuk menghabiskan liburan hingga dijadikan tempat honey moon karena dinilai romantis.
Alamat: pesisir timur Pulau Nusa Penida.
Itulah rekomendasi objek wisata Nusa Penida Timur yang bisa wisatawan kunjungi. Dengan pesonanya yang menakjubkan, wisatawan dijamin betah melakukan liburan di sana.
sumber: Google News
by admin | Jan 25, 2024 | blog, Yogyakarta
Candi Prambanan hingga Ratu Boko, Ini Alasan Mengapa di Jogja Banyak Candi
YOGYAKARTA tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki banyak candi yang tersebar di beberapa tempat. Ada 27 candi di Yogyakarta, misalnya Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Banyunibo, Candi Kalasan, Candi Goa Sentono, dan masih banyak lagi.
Melansir laman digilib.isi.ac.id, candi sendiri merupakan representasi dari tempat tinggal para dewa. Istilah candi berasal dari candika, yaitu salah satu perwujudan dewi durga (dewi kematian). Oleh karena itu, candi selalu dianggap sebagai tempat pemujaan raja-raja yang sudah meninggal (anumerta).
Candi adalah bangunan yang berfungsi untuk memuliakan dewata. Oleh karena itu, untuk membangun sebuah candi tidak bisa sembarangan.
Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, pembuatan candi harus mengikuti kitab India kuno Manasara Silpasastra. Kitab ini berisi tentang cara membangun candi mulai dari awal hingga akhir.
Berdasarkan Kitab Manasara Silpasastra, candi dibangun dengan sejumlah tahapan. Tahap pembangunan dimulai dengan perencanaan bentuk, pencarian lokasi, pengujian tanah, penyiapan tanah, pembuatan vastupurusamandala (denah suci), dan pengerjaan fisik.
Lokasi pembangunan candi harus suci, keramat, tenang, dan jauh dari keramaian. Lokasi yang dijadikan tempat pembangunan candi diantaranya hutan yang lebat, lereng gunung, pegunungan, persawahan yang subur, kolam, sungai, dan danau.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lokasi sebuah candi memiliki kaitan yang sangat erat dengan lingkungan sekitarnya.
Dalam disertasi yang berjudul ‘Pertimbangan Ekologi dalam Penempatan Masa Hindu Budha di Daerah Yogyakarta: Kajian Arkeologi Skala Makro’ oleh Mundardjito, menghasilkan kesimpulan bahwa situs-situs candi di daerah Yogyakarta sudah sesuai dengan prinsip Kitab India kuno Manasara Silpasastra. Jadi, Yogyakarta memiliki banyak candi karena memiliki sumber daya alam yang potensial sekaligus sesuai dengan prinsip Kitab Manasara Silpasastra.
by admin | Jan 25, 2024 | blog, Yogyakarta
Jangan Skip, Ini 5 Pantai di Yogyakarta yang Cocok untuk Healing
Keindahan pantai di Yogyakarta selalu menjadi daya tarik pelancong luar daerah untuk kembali berkunjung. Tak mengherankan, karena kebanyakan pantai di Yogyakarta memiliki panorama sangat cantik dan alami, mulai dari pantai pasir putih hingga pantai berbatu karang yang menawan. Setiap pantai memiliki daya tarik yang berbeda-beda sehingga pas untuk healing dan juga menjawab selera wisatawan yang beragam.
Menariknya dari liburan ke pantai adalah pengunjung mendapatkan manfaat lengkap. Mulai dari menikmati keindahan alam, melakukan aktivitas air, aktivitas fisik dan olahraga, relaksasi, menikmati kuliner khas tepi pantai.
Nah, berikut ini beberapa rekomendasi pantai di Yogyakarta yang bisa jadi destinasi wisata healing
- Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis merupakan salah satu pantai yang paling terkenal di Yogyakarta dengan pasir putih yang halus dan ombak yang cukup besar sehingga sangat cocok untuk berselancar. Selain itu, pantai ini juga memiliki keindahan alam yang memukau, seperti tebing-tebing batu karang dan bukit pasir yang membentang di sepanjang pantai.
Sore hari menjadi waktu yang paling ideal untuk berkunjung ke Pantai Parangtritis karena pantai ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang indah dan menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunset di Yogyakarta. Selain itu, selama menunggu waktu matahari terbenam, pengunjung dapat mengisi waktu dengan berjalan-jalan di sepanjang pantai, bermain layang-layang, atau menyewa ATV untuk menjelajahi sekitar pantai.
- Pantai Sadranan
Pantai ini menjadi destinasi snorkeling yang populer di kalangan wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah lautnya. Selain itu, ada banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan seperti berjalan-jalan di sepanjang pantai untuk menikmati pemandangan pasir putih yang indah dan merasakan kesejukan air laut yang menyentuh kaki. Pada waktu-waktu tertentu, masyarakat sekitar sering mengadakan upacara sedekah laut di Pantai Sadranan sebagai tanda rasa syukur atas hasil laut yang melimpah.
- Pantai Siung
Bagi pecinta panjat tebing, Pantai Siung adalah destinasi terbaik untuk memuaskan hasrat petualanganmu. Pantai di Yogyakarta ini dikelilingi oleh tebing karang yang menjadi ciri khas pantai Gunung Kidul. Oleh karena itu, banyak pemanjat tebing baik lokal maupun internasional datang ke tempat ini untuk menaklukkan tebing-tebing tersebut atau bahkan membuat jalur pemanjatan baru.
Namun, bagi yang tidak tertarik dengan olahraga ekstrim seperti panjat tebing, tetap dapat menikmati keindahan pemandangan pantai, suara ombak yang berirama, dan pasir putih yang lembut saat menyentuh kaki.
- Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo menjadi tujuan wisata populer karena dekat dengan Parangtritis. Objek wisata ini terkenal di kalangan turis karena memiliki kawasan gumuk pasir. Jika kamu mengunjungi pantai ini bersama keluarga, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba olahraga ski pasir dan menyewa kendaraan ATV atau naik kuda untuk menikmati suasana di sekitar pantai.
- Pantai Glagah
Pantai Glagah di Kulon Progo merupakan salah satu destinasi wisata pantai populer di Jogja yang tak kalah menarik dari pantai di Gunung Kidul dan Bantul. Pantai ini menjadi hits dan Instagramable karena ujung dermaga yang dihiasi oleh tumpukan batu sebagai pemecah ombak, menjadi spot favorit para wisatawan untuk berfoto. Tidak hanya itu, ada juga laguna di pantai yang memiliki air tenang dan sering dimanfaatkan wisatawan untuk wisata perahu dan bebek air.
Nikmati momen liburan dengan mengunjungi destinasi pantai yang memukau di Yogyakarta. Setiap pantai memiliki keindahan alam yang luar biasa dan berbagai aktivitas seru seperti berenang, snorkeling, dan panjat tebing juga dapat dilakukan di sini. Pastikan untuk menyiapkan segala kebutuhan dan menikmati keindahan pantai-pantai tersebut bersama teman-teman, pasangan maupun keluarga tercinta.
sumber: Google News
by admin | Jan 24, 2024 | blog, Jawa Tengah, Semarang
Ternyata Segini Jumlah Pintu yang Sebenarnya di Bangunan Lawang Sewu, Bukan 1000!
Lawang Sewu adalah gedung peninggalan Belanda yang berada di tengah kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini menjadi salah satu tempat bersejarah di Indonesia, yang juga sering dijadikan tujuan wisata sejarah.
Dikutip dari ebook Jelajah Wisata Nusantara, pada dasarnya kata Lawang Sewu itu berasal dari Bahasa Jawa. Kata ‘Lawang’ berarti pintu dan ‘Sewu’ berarti seribu. Namun, walaupun secara bahasa Lawang Sewu artinya pintu seribu, namun kenyataanya Lawang Sewu tidak memiliki 1000 pintu.
Jumlah Lubang Pintu Lawang Sewu
Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jumlah lubang pintu yang sebenarnya dari bangunan lawang sewu adalah 928 pintu.
Lawang Sewu merupakan bangunan bekas zaman kolonial Belanda di tahun 1900an. Bangunan ini termasuk menjadi saksi bisu dari peristiwa pertempuran lima hari yang berlangsung pada tahun 1945, yakni antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Jepang.
Sejarah Bangunan Lawang Sewu
Tujuan awal Lawang Sewu dibangun adalah untuk menjadi kantor administrasi kereta api Belanda bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Menurut keterangan salah seorang tour guide, Aris, Lawang Sewu terdiri dari lima bangunan. Gedung tersebut dibangun di atas lahan seluas 18.232 m², secara bertahap dan dirancang oleh arsitek yang berbeda.
Pada awalnya, proses perancangan bangunan Lawang Sewu dimulai oleh seorang arsitek Belanda bernama Ir. P. de Rieu. Gedung C merupakan bangunan yang pertama kali dibuat dan difungsikan sebagai kantor percetakan karcis kereta api di tahun 1900an. Setelah Ir. P. de Rieu wafat kemudian Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag menjadi orang yang ditunjuk untuk melanjutkan pembangunan Lawang Sewu.
Pembangunan dilanjutkan pada Februari 1904 dan selesai Juli 1907, dengan pengerjaan gedung A, sebagai kantor utama NIS. Oleh sebab itu, jika dilihat bentuk bangunan dalam gedung A itu mirip seperti gerbong kereta.
“Jadi semuanya saling berhubungan seperti gerbong kereta api, hal itu dilakukan untuk mempermudah komunikasi orang Belanda saat itu,” terang Aris, dikutip dari laman kemenparekraf.go.id.
Kemudian pada tahun 1916 – 1918, beberapa bangunan dibangun untuk gedung pendukung, meliputi gedung B, D, dan E. Gedung B Lawang Sewu dibangun oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag, sementara gedung D dan E oleh arsitek bernama Thomas Karsten.
Kenapa Disebut Lawang Sewu?
Pasalnya, karena bangunan Lawang Sewu memiliki pintu yang banyak dan besar, oleh karena itu masyarakat setempat memberikannya sebutan Lawang Sewu.Selain difungsikan sebagai sirkulasi udara yang bagus, salah satu alasan kenapa Lawang Sewu punya banyak pintu juga berkaitan dengan kasta yang dianut orang Belanda.
“Mereka (orang Belanda) sangat menjaga image, jadi kalau bangun ya nggak tanggung-tanggung,” jelas Aris.
sumber : google news
by admin | Jan 24, 2024 | Bali, blog
Jadi Tempat Wisata Populer Kedua di Dunia, Ini 8 Rekomendasi Traveling ke Bali
Melansir laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bali kembali mendapat penghargaan tingkat dunia dan kali ini situs perjalanan TripAdvisor melalui penghargaan tahunannya Travelers’ Choice Award for Destinations, telah menobatkan Pulau Dewata sebagai destinasi atau tempat wisata terpopuler kedua di dunia 2023 mengungguli London di posisi ketiga dan Paris di posisi kelima.
Merespons hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Pariwisata (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pihaknya mengapresiasi Pulau Dewata masih menjadi top of mind para wisatawan untuk berwisata.
“Bali naik dua peringkat, dari peringkat keempat pada tahun 2022 menjadi peringkat kedua pada tahun 2023 berhasil mengalahkan London di peringkat ketiga dan Paris di peringkat kelima, ujarnya.
Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan, indikator penilaian Travelers’ Choice Award for Destinations berdasarkan pada kualitas dan kuantitas ulasan selama periode November 2021-Oktober 2022. Selain peringkat global, ada juga subkategori akomodasi, restoran, dan hal menarik lainnya yang bisa dilakukan di tempat wisata.
“Tugas Bali, bisa menjadi pengumpan bagi 5 DSP lainnya. Ini merupakan prestasi yang patut kita syukuri. Kita berharap ke depannya berkembang destinasi lain di Indonesia selain Bali,” ujarnya.
Selain itu Menparekraf juga mengatakan, destinasi selain Pulau Dewata dapat masuk list sebagai destinasi terpopuler untuk berlibur pilihan wisatawan. “Bahkan, kita berharap destinasi di Indonesia dapat meraih urutan pertama sebagai destinasi populer dunia di tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.
Berikut ulasan informasi mengenai rekomendasi traveling di Bali terkini.
- Banyumala Twin Waterfall
Melansir dari situs Wonderful Indonesia, salah satu tempat wisata di Bali terkini adalah Banyumala Twin Waterfall. Air terjun yang berada di Wanagiri, Sukasada, Buleleng, Bali, ini masih terjaga keasriannya. Berada di jalan tepi kawah antara Munduk dan jalan utama dari Singaraja menuju Denpasar, membuat air terjun ini berada di lokasi yang cukup terpencil. Meski begitu, wisatawan akan melihat panorama pepohonan, bebatuan, dan sungai sepanjang perjalanan.
- Campuhan Ridge Walk
Destinasi wisata yang berlokasi di Sayan, Ubud, Gianyar, Bali, ini cocok bagi pengunjung yang ingin melepas penat dan menghirup udara segar. Campuhan Ridge Walk ini merupakan jalur pendakian lembah pegunungan yang terbentang sepanjang 9 kilometer. Di sekitarnya, ada pemandangan lereng bukit, Sungai Wos, hingga Gunung Agung yang menjulang di antara perbukitan.
- 3. Pura Gunung Kawi
Berlokasi di Sebatu, Tegakkakang, Gianyar, Pura Gunung Kawi adalah salah satu situs arkeologi paling unik di Bali. Dari tempat ini, wisatawan bisa melihat pemandangan Sungai Pakerisan dan halaman pura yang identik dengan nuansa Hindu Kuno. Sebelum memasuki kawasan pura, pastikan untuk mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola.
- Taman Budaya GWK
Jika ingin menikmati perjalanan wisata yang kaya akan budaya, sejarah, atraksi tarian tradisional, hingga kegiatan yang memicu adrenalin, maka Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) dapat menjadi pilihan. Berlokasi di Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Taman Budaya GWK memiliki pertunjungan budaya, seperti tari kecak, tari legong, dan lain sebagainya.
- Handara Golf Course Gate
Ini adalah gerbang ikonik yang populer di Bali. Berada di Sukasada, Buleleng, Bali, Handara Golf Course Gate menyajikan pemandangan dengan siluet bukit hijau yang menakjubkan. Tak heran, tempat ini menjadi salah satu destinasi populer di Bali.
- Pantai Kelingking Nusa Penida
Pantai yang satu ini terkenal dengan tebing yang berbentuk T-Rex. Pengunjung dapat mengakses tebing di pantai ini menyusuri jalan kecil dengan anak tangga yang cukup curam. Meski begitu, pantai yang berlokasi di Nusa Penida, Klungkung, Bali ini menyuguhkan panorama yang eksotis.
- Tanah Lot
Salah satu destinasi yang populer dari Bali adalah Tanah Lot. Hal yang unik dari tempat ini adalah Pura Hindu kuno yang terletak di atas karang. Terkenal karena posisi lepas pantainya yang unik, Tanah Lot menjadi salah satu lokasi paling menakjubkan untuk memandang matahari terbenam.
- Terasering Tegalalang
Terasering Tegalalang menawarkan pemandangan persawahan yang megah. Terasering ini menawarkan lukisan alam yang memukau. Para pengunjungnya dapat melihat hamparan persawahan menghijau di antara perbukitan yang segar. Terasering ini berlokasi di Tegallalang, Gianyar, Bali.
sumber : google news
by admin | Jan 24, 2024 | blog, Yogyakarta
Berlibur ke Yogyakarta? Jangan Lewatkan Destinasi Wisata yang Menakjubkan Ini!
Siapa yang tidak mengenal Yogyakarta, sebuah daerah dengan tujuan wisatawan lokal hingga mancanegara untuk wisata menghabiskan masa untuk berlibur. Banyak yang mengenal Yogyakarta hanya wisata Malioboro, Borobodur dan Parangtritis saja tetapi hanya sedikit yang mengenal objek wisata lainnya. Di sini akan menyajikan sejumlah destinasi wisata yang ada di Yogyakarta, baik yang banyak dikunjungi orang maupun yang sedikit diketahui orang :
- Candi Prambanan
Di dekat Yogyakarta ada Candi Prambanan, sebuah kompleks candi Hindu abad ke-9, bahkan disebut-sebut salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO dan wajib dikunjungi oleh setiap pengunjung ke Yogyakarta.
- Candi Borobudur
Situs Warisan Dunia UNESCO lainnya adalah Candi Borobudur, candi Budha abad ke-9 ini adalah candi Budha terbesar di dunia. Letaknya sekitar 40 km dari Yogyakarta dan layak untuk dikunjungi.
- Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta juga dikenal sebagai Gedung Agung, adalah kediaman resmi Sultan Yogyakarta. Pengunjung dapat berkeliling halaman istana dan belajar tentang sejarah Kesultanan Yogyakarta.
- Taman Sari Istana Air
juga dikenal sebagai Taman Sari, adalah bekas kompleks taman kerajaan dengan serangkaian kolam, air mancur, dan paviliun. Ini adalah tempat yang bagus untuk bersantai dan menikmati pemandangan.
- Malioboro
Jalan terkenal ini wajib dikunjungi oleh setiap pembelanja. Di sana dipenuhi toko-toko yang menjual segala sesuatu mulai dari suvenir dan batik hingga makanan dan pakaian.
- Pantai Parangtritis
Pantai ini merupakan tempat yang populer untuk berenang, berselancar, dan berjemur. Tempat ini juga terkenal dengan formasi geologinya yang unik, termasuk reruntuhan Candi Ratu Boko yang ikonik.
- Gunung Merapi
Gunung berapi aktif ini merupakan tujuan populer untuk hiking dan trekking. Pengunjung juga dapat mengikuti tur jeep ke puncak untuk menikmati pemandangan kawasan sekitarnya yang menakjubkan.
- Hutan Pinus Imogiri
Hutan pinus ini adalah tempat yang tepat untuk melepaskan diri dari hiruk pikuk kota. Ini adalah tempat yang populer untuk berkemah, piknik, dan hiking.
- Goa Jomblang
Gua ini merupakan tujuan populer untuk kegiatan caving dan petualangan. Pengunjung dapat turun ke dalam gua dan menjelajahi ruang bawah tanahnya.
- Taman Nasional Kalibiru
Taman nasional ini adalah rumah bagi berbagai tumbuhan dan hewan, termasuk burung, monyet, dan rusa. Pengunjung dapat pergi hiking, bersepeda, atau berkemah di taman.
Sedangkan atraksi populer lainnya yang ada di daerah yang disebut-sebut ‘Kota Pelajar’ itu antara lain :
- Kebun Binatang Gembira Loka
Kebun binatang ini adalah rumah bagi berbagai macam hewan, termasuk komodo, gajah, dan harimau. Ini tempat yang bagus untuk membawa anak-anak.
- HeHa Ocean
View Restoran ini menawarkan pemandangan Samudera Hindia dan perbukitan di sekitarnya yang menakjubkan. Ini adalah tempat yang bagus untuk menikmati makanan atau minuman dengan pemandangan.
- Museum Nasional Jogja
Museum ini menyimpan koleksi artefak sejarah Yogyakarta. Ini adalah tempat yang bagus untuk belajar tentang budaya dan warisan kota.
Destintasi wisata yang tadi hanyalah contoh kecil dari sekian banyak tempat wisata yang ditawarkan Yogyakarta. Dengan kekayaan sejarahnya, pemandangannya yang indah, dan masyarakatnya yang ramah, Yogyakarta sangat cocok dikunjungi untuk berlibur atau berlibur di akhir pekan.*
Sumber : google news