oleh admin | Mar 14, 2025 | air fryer, beef steaks, culinary arts, ground beef, steaks
Main Dish
Fancy a juicy, flavorful
ground beef patties
Without making a mess in the pan? The Air Fryer comes to the rescue! Quick, easy, and with
less fat
,, it perfectly cooks your steak with a
crispy crust
. All you have to do is choose your cooking method and you’re ready to go 😉
Ingredients
-
2 ground
beef
patties
-
Salt
-
Pepper
-
olive oil
Materials
Preparation
-
Step 1:
Put the diced steaks onto the Air Fryer tray. Sprinkle them with salt and pepper, then mist some olive oil over them before operating the Air Fryer for 10 minutes at a temperature set to 370°F/190°C.
-
Step 2:
Turn the steak halfway through cooking.
-
Step 3:
And now it’s all set 🙂
read more
oleh admin | Mar 14, 2025 | auto enthusiasts, automotive industry, autos, cars, motor bikes
Removing the traditional kei car frame, and replacing it with the advanced components of a high-performance superbike.
It’s small, it’s yellow, and it has a clearly retro design as a hatchback. This isn’t a Mini; it’s a Honda N600 from the early ’70s. It was equipped originally with a petite 600cc-ish kei car engine that, when everything aligned perfectly, could crank out roughly 40 full horsepower on a good day.
Pleasing to the eye but not as enjoyable when driving; potentially frustrating, varying based on one’s mood and patience levels on a certain day.
However, that’s all set to change soon.
Cars and Cameras
Each year, they invite a group of friends to participate in what they refer to as Build Week. During this event, their aim is to finish an incredibly ambitious task within seven days by putting in continuous effort throughout the duration. Of course, there are moments set aside for rest; however, the idea is that bringing together skilled do-it-yourself enthusiasts will enable them to accomplish substantial amounts of work much more quickly compared to when working alone.
In 2025, they plan to transform this unassuming little Honda N600 by installing a distinct Honda engine within. Which engine? It’s a
CBR1000RR
Superbike million. This indicates, amongst other aspects, that it would not simply involve swapping out the small N600 motor. The plan includes changing it to rear-wheel-drive configuration, with components such as the fuel tank, radiator, and battery being relocated into what used to be the engine compartment at the front end to assist in balancing the overall weight distribution of the final build.
![]()
More Powerrrrrrrrrrrrrrr
-
Motorbike Combined with Go-Kart Makes Small Electric Vehicle, It Seems
-
This Kei Truck Boasts a Turbocharged Supercycle Engine and Snowmobile Treads
Certainly, we must address the minor detail that the CBR1000RR engine produces approximately 170 horsepower. This figure is over four times what the N600 was originally designed for, plus the motor will now sit at the back rather than up front. As such, numerous additional modifications would have to be implemented to ensure this tiny kei vehicle does not contort itself like a delectable soft pretzel when in operation.
They’re assembling quite an eclectic mix of components here, featuring a rear axle sourced from a Mazda Miata, some suspension pieces taken from a Polaris RZR, and various other elements used to bring everything into alignment. Despite being imported from Texas, where cars can easily succumb to rust, this particular N600 remains impressively corrosion-free for its years; however, extensive modifications still have to be made—namely cutting apart the back end—to accommodate both the new engine placement and suspension setup.
How crazy does it sound once this build is finished? They intend to head over to the Virginia International Raceway go-kart track for an exhilarating ride after completion. Do you want to get behind the wheel of this, or are they completely nuts? Share your opinions in the comments section.
oleh admin | Mar 14, 2025 | drama, entertainment, movies, romantic relationships, tv
Pada saat bulan puasa, di samping memperbanyak ibadah, banyak orang juga menggunakan waktu kosong mereka untuk menikmati tayangan atau drama Korea kesukaan dari beragam jaringan.
genre
, salah satu di antaranya adalah romantisme.
Akan tetapi, tidak sedikit orang yang enggan untuk menyaksikan K-Drama bertema tertentu karena takut akan berkurangnya pahala selama bulan suci. Ternyata ada banyak sekali Drama Korea lainnya yang sama-sama menghibur dan dapat disaksikan tanpa perlu risau terhadap adanya adegan romantis.
Tepat sekali untuk para penggemar drama Korea tersebut.
genre
Romantis! Mau tahu apa saja pilihannya saat bulan suci Ramadan? Mari kita intip daftar di bawah ini!
1.
School 2017

School 2017
Merupakan sebuah cerita tentang kehidupan para pelajar SMA yang mencerminkan masalah-masalah nyata yang dialami pemuda. Ceritanya meliputi petualangan asmara, menyelidiki siapa sebenarnya salah satu murid misterius tersebut, serta berbagai tantangan dalam mengatasi diskriminasi di lingkungan sekolah sambil tetap menjaga ambisi mereka.
Serial ini menggambarkan kehidupan kompleks para remaja, khususnya dalam konteks meraih mimpi untuk diterima di perguruan tinggi idaman. Walaupun tidak ada adegan berciuman,
chemistry
Hubungan antara karakter serta cerita persahabatannya masih sangat mengundang minat untuk disaksikan. Apalagi, sinetron ini sesuai bagi berbagai kalangan umur, sehingga siapa pun dapat menikmatinya selama bulan Ramadhan.
2.
Hi Bye, Mama

Jika sedang mencari drama Korea yang pas untuk disaksikan selama bulan Ramadhan,
Hi Bye, Mama!
Bisa menjadi opsi utama. Cerita drama ini menceritakan tentang seorang ibu yang meninggal dengan cara menyedihkan, namun hal itu malah membuka pintu untuk hubungan tidak terduga antara dunia manusia dan alam kubur.
Dia diberi peluang untuk hidup lagi sebanyak 49 hari agar bisa memperbaiki hubungan dengan suaminya, Jo Kang Hwa. Akan tetapi, kedatangannya yang tak terduga menyebabkan Jo Kang Hwa dihadapkan pada pilihan sulit antara menerima masa lalunya atau menjaga kehidupan baru yang telah dia rintis kembali.
Mengusung narasi yang menggetarkan dan dipadu dengan emosi mendalam, tayangan ini menuntun pemirsa melalui petualangan cinta, duka, serta keajaiban dari peluang kembali.
3.
Today’s Webtoon

Setelah dipaksa untuk pergi dari dunia karena cidera, On Ma Eum (Ki Sejeong) harus mengawali halaman baru dalam hidupnya dengan berkarier sebagai editor webtoon online. Akan tetapi, menyesuaikan diri dengan suasana kerja ini ternyata lebih sulit daripada apa yang dia bayangkan sebelumnya.
Ma Eum juga mengalami sejumlah kesulitan saat mencoba menyesuaikan diri dengan jadwal baru dan teman-temannya yang baru di tempat kerjanya. Dalam kekacauan tersebut, dia mulai merenung apakah mungkin bagi dirinya untuk kembali menemukan kegembiraan hidupnya.
Beruntung sekali, dukungan yang diberikan oleh Koo Jun Yeong (Nam Yoon Su) serta Seok Jin Hyung (Choi Daniel) mulai memudahkan Ma Eum untuk menyesuaikan diri dengan tugas baru ini. Sangat menggembirakan melihat hal tersebut.
Today’s Webtoon
mempunyai sentuhan romantika ringan yang sungguh menyenangkan dan damai untuk disaksikan sepanjang bulan ramadan.
4.
Mr. Sunshine

Mr. Sunshine
menceritakan tentang Eugene Choi (Lee Byung Hun), pria keturunan Korea yang bertugas sebagai prajurit Amerika, serta Go Ae Shin (Kim Tae Ri), seorang bangsawan berani yang secara diam-diam ikut bergabung dengan unit khusus Korea guna menentang kekuasaan Jepang.
Mereka berdua justru saling terpaut hati, tetapi rintangan seperti selisih derajat sosial, perselisihan politik, serta nasib yang tampaknya tidak menguntungkan membelokannya. Oleh karena itu, cerita ini bakal menampilkan sebuah narasi penuh emosi dengan sentuhan romantisme soal pengorbanan, ketegaran, dan biaya yang mesti dikeluarkan untuk mencapai kasih sayang.
5.
Racket Boys

Untuk kamu-kamu yang gemar menonton cerita dramatis
coming of age,
Racket Boys
Bisa jadi opsi hiburan mengasyikkan ketika bulan ramadhan. Serial drama tersebut menceritakan tentang Ra Young Ja (Oh Na Ra), seorang bekas pemain badminton yang kemudian berubah karir sebagai pelatih di sebuah sekolah menengah.
Berdasar pengalamannya yang luas, Ra Young Ja membimbing regu bulutangkis junior dengan sesi pelatihan ketat serta laga yang seru. Timnya ini terus berusaha mencapai impian mereka, bertahan dari kekalahan, sampai akhirnya merealisasikan kemenangan itu.
Selain tentang olahraga,
Racket Boys
juga menghadirkan cerita tentang persahabatan, keteguhan hati, serta mimpi-mimpi yang memotivasi. Sangat sesuai untuk disaksikan sepanjang bulan Ramadhan, tidak perlu risau dengan adanya adegan erotik.
kissing
!
6.
Pada Suatu Hari Di Sebuah Desa Kecil

Sekali Ketika Di Sebuah Desa
menceritakan tentang Han Ji Yul (Choo Young Woo), seorang dokter hewan muda yang sudah terlanjur menikmati kemudahan hidup di ibukota Seoul. Akan tetapi, nasib berkata lain ketika tiba-tiba dia diminta pindah ke sebuah desa terpencil guna melanjutkan pekerjaan kakeknya yang sedang tidak sehat.
Tanpa ada waktu untuk bersiap, Han Ji Yul harus mengadaptasi dirinya ke lingkungan pedalaman yang sangat kontras dengan keramaian kota metropolitan. Di tempat itu, dia bertemu dengan Ahn Ja Young (Joy ‘Red Velvet’), petugas polisi lokal yang memiliki peranan penting dalam mendukung masyarakat setempat.
Berkarakter ramah dan selalu siaga untuk membantu, Ahn Ja Young menjadi panduan bagi Han Ji Yul dalam menghadapi beragam kesulitan hidup di pedesaan.
Sejalan dengan berjalannya waktu, kedekatan mereka terus meningkat. Mereka beralih dari status teman biasa menjadi pasangan yang memiliki ikatan emosional yang erat, sering kali memberikan dukungan bagi satu sama lain, dan secara tidak sengaja merasakan keharmonisan bersama.
7.
Ghost Doctor

Ghost Doctor
Bukan cuma tentang sebuah drakor bergenre medis yang menyertakan unsur gaib, tetapi juga cerita percintaan yang memukau. Drama Korea ini bercerita tentang Cha Young Min (Rain), seorang dokter jenius sombong yang sempat mengalami kecelakaan hingga koma. Rohnya berputar-putar di rumah sakit tersebut namun hanya dapat diamati oleh Go Seung Tak (Kim Bum), dokter muda asli keturunan bangsawan.
Selain membantu Seung Tak menjadi dokter yang lebih kompeten, Young Min juga terus mendampingi Jang Se Jin, cinta lamanya yang kini bekerja di rumah sakit juga. Se Jin pun turut merawat tubuh Young Min tanpa sadar bahwa arwahnya selalu ada di dekatnya. Rasa rindu, penyesalan, dan harapan menjadi satu menyelimuti kisah mereka, seolah membuktikan bahwa cinta tetap hidup meski terhalang oleh dunia yang berbeda.
Berikut adalah tujuh pilihan drama Korea bertema romantis yang cocok untuk disaksikan selama bulan puasa. Jangan lewatkan kesemuanya!
oleh admin | Mar 14, 2025 | anime, art, asia, entertainment, popular culture
TRIBUNSTYLE.COM –
Anime Shoujo: Kategori yang menyatukan cinta, perjalanan, serta tokoh-tokoh tangguh, membentuk narasi yang menawan tiap jantung penggemar!
Apabila Anda baru menginjakkan kaki di jagat anime yang gemerlap dan memiliki basis penggemar fanatik, bisa jadi Anda telah menangkap sebutan “Anime Shoujo”.
Genre ini amat digemari, tetapi untuk banyak pihak, khususnya mereka yang belum familiar, makna serta ciri-cirinya bisa jadi sulit dipahami. Maka dari itu, apa sesungguhnya definisi dari anime shoujo tersebut?
Agar bisa memahami genre ini dengan lebih baik, kita perlu memulai dengan mengerti makna istilah “Shoujo.”
Dalam bahasa Jepang, “Shoujo” berarti “gadis muda” atau “remaja perempuan.”
Maka dari itu, anime Shoujo dibuat sesuai dengan ketertarikan dan preferensi cewek-cewek remaja, terutama mereka yang memiliki usia sekitar 9 sampai 19 tahun.
Meski anime ini dikemas khusus untuk kalangan umur dan jenis kelamin tertentu, bukan berarti individu dari golongan lain tak bisa merasakan kesenangan dalam mengikuti alurnya.
Malahan, anime bertema Shoujo kerap kali mengundang minat banyak orang yang ingin menikmati kisah-kisah santai, berisi romantisme, serta sedikit petualangan.
Anime Shoujo tidak hanya merupakan sebuah genre, tetapi juga sektor demografis di industri anime. Beberapa seri populer yang berada dalam kategori tersebut antara lain Ouran High School Host Club, Cardcaptor Sakura, serta Fruits Basket.
Tiapjudulini mempunyai pesonanya masing-masing, bisa jadi berawal dari kisah cinta yang mesra, humor ringanyang segar, sampai pada cerita dramatis yang begitu menusuk hati.
Namun, terdapat sebuah kemiripan di antara keduanya: mereka sama-sama menghadirkan karakter perempuan utama yang tangguh dengan fokus cerita yang mendalam pada ikatan pribadi, perkembangan diri, dan penyelidikan identitas diri.
Anime Shoujo sering kali memadukan elemen-elemen seperti romansa, komedi, dan drama.
Tak jarang, ada juga unsur fantasi atau supranatural yang ditambahkan untuk membuat cerita semakin menarik.
Pemeran utama dalam anime bergenre shoujo umumnya menemui pelbagai hambatan emosi atau perkara keseharian yang rumit, di mana jalan cerita akan bertambah kompleks bersama-sama dengan hubungan antarabenda serta petualangan diri masing-masing tokohnya.
Satu elemen yang menjadikan anime shoujo sangat menarik ialah estetika artistiknya yang unik. Visual dalam jenis ini biasanya terang, mencakup palet warna lembut seperti pastel, efek bersinar mengkilap, gambar bunga yang memesona, serta tokoh-tokoh dengan mata besar yang penuh ekspresi.
Seluruh unsur visual tersebut menghasilkan atmosfer yang ringan, gembira, serta dipenuhi keramahan, sehingga membuat pemirsa merasa tersambung dengan alam semesta yang kaya akan emosi dan optimisme.
Anime Shoujo juga kerap menjadi pilihan ideal untuk disaksikan bersama kawan-kawan.
Bayangkan menghabiskan waktu bersama saudara atau teman dekat pada malam hari, sambil nonton anime dengan alur cerita yang memukau serta membincang-bincangkan pandangan masing-masing soal tokoh-tokohnya yang telah mencuri hati Anda.
Anime Shoujo memberikan tempat pada pemirsa agar dapat mengekspresikan serta membagi perasaan mereka, sehingga terbentuklah hubungan yang semakin erat di kalangan sesama penggemar.
Meskipun anime Shoujo sering kali digambarkan dengan nuansa yang ringan dan penuh harapan, genre ini juga dapat membawa kita ke dalam dunia yang lebih kompleks dan mendalam.
Tersembunyi di balik kisah-kisah yang romantis maupun menggelitik terdapat berbagai pembelajaran mendalam seputar kehidupan, persahabatan, serta nilai dari pengenalan diri.
Oleh karena itu, apabila Anda mencari anime yang mampu memanaskan hati, menyuguhkan tawa, serta kadang-kadang mengundarkan air mata, maka genre shoujo bisa menjadi pilihan yang sesuai untuk Anda.
Genre ini bukanlah sekadar untuk remaja putri, tetapi cocok bagi semua orang yang menginginkan pengalaman menikmati keelokan interaksi manusia serta petualangan emosi yang beragam.
(TribunStyle.com/Oneesports.gg/Hadyan)
oleh admin | Mar 14, 2025 | crime, culture, news, tourists, world
________________
Two young Japanese tourists in their twenties were held for two weeks in China before being expelled for snapping photographs that revealed bare backsides at the Great Wall, according to reports from local media.
NTV and other Japanese news organizations reported on Thursday about an occurrence at a World Heritage location close to Beijing. The event involved a man exposing himself and a woman taking photographs of the incident.
The foreign ministry of Tokyo stated on Friday that “the Japanese embassy in China verified on January 3 that two Japanese citizens were apprehended by local authorities at the Great Wall.”
The statement indicated that they were “released later and returned to Japan throughout January.”
Requests for comments from the Japanese embassy in Beijing went unanswered.
According to the reports, which cited sources, the tourists were apprehended immediately by security personnel and kept for approximately two weeks.
Showing the bottom part of one’s body in public areas is illegal in China, as reported.
It is said that the tourists informed the Japanese embassy about their actions, claiming it was just a joke.
The reports ignited anger in China, a nation whose historical memory retains vivid recollections of the brutalities inflicted during Japan’s colonization of the country in the 1930s and 40s, evoking intense emotions even today.
A hashtag translating to “Japanese man and woman detained for indecent behaviour at the Great Wall” had been viewed over 60 million times on social media platform Weibo by Friday morning.
A lot of highly upvoted comments criticized the tourists for their actions, with several resorting to hate speech directed at Japanese individuals.
A remark from Chinese actor Chen Yitian, who boasts more than 7 million followers online, criticized them for performing “disgraceful acts at my Great Wall.”
Some proposed that China should prohibit all visitors from Japan.
Provided by SyndiGate Media Inc.
Syndigate.info
).
oleh admin | Mar 14, 2025 | food and drink, food culture, health, health tips, nutrition
Banyak individu menyukai konsumsi hidangan mentah seperti sushi, sashimi, atau sayuran segar karena cita rasa yang fresh serta dianggap memiliki manfaat kesehatan. Akan tetapi, bukanlah hal yang bijak untuk mengonsumsi sembarang jenis makanan dalam keadaan mentah tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Terdapat potensi bahaya dari adanya kontaminasi bakteri, cacing, ataupun senyawa merugikan lainnya yang dapat mencidera tubuh Anda.
Melakukan proses memasak pada temperatur yang sesuai sangat krusial guna menghilangkan bakteri serta mencegah penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan setengah matang.
Berikutnya, makanan apakah yang memiliki risiko menyebabkan penyakit bila dimakan dalam keadaan mentah? Berikut adalah beberapa contohnya:
Lifehack My ID
rangkum dari berbagai sumber.
Daging Unggas

Konsumsi daging unggas seperti ayam atau kalkun dalam keadaan setengah matang bisa mengancam kesehatan akibat risiko kontaminasi oleh bakteri Salmonella. Infeksi tersebut mampu mempengaruhi sistem pencernaan dan menciptakan tanda-tanda seperti nyeri perut, panas badan, kram sampai buang air besar cair.
Agar terhindar dari ancaman tersebut, daging ayam perlu dimasak pada temperatur yang sesuai sehingga organisme berbahaya di dalamnya akan musnah. Di samping itu, mencuci daging ayam menggunakan air sebelum proses memasak disarankan untuk tidak dilakukan karena bisa menambah peluang pencemaran silang.
Telur

Telur yang belum masak sepenuhnya atau hanya setengah matang bisa jadi mengandung bakteri Salmonella berbahaya. Oleh karena itu, penting sekali memastikan telur tersebut dimasak hingga aman sebelum disantap. USDA menyarankan bahwa telur harus diproses pada suhu paling rendah 160 °F (71,1 °C) guna mencegah potensi penyebaran bakteri patogen ini.
Kentang

Kentang segar memiliki zat tepung yang susah untuk diolah oleh tubuh. Apabila dimakan dalam keadaan belum matang, hal ini mungkin menimbulkan perut buncit serta masalah pada sistem pencernaan. Sebab itu, sebaiknya kentang diproses terlebih dahulu supaya zat tepung sulit dicerna tersebut pecah dan menjadi lebih aman untuk disantap.
Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Pasteronisasi merupakan tahap krusial pada saat memproses susu dengan tujuan melenyapkan mikroorganisme berbahaya. Apabila tidak ada pasteronisasi, susu segar memiliki potensi tinggi terkontaminasi oleh bakteri jahat, misalnya Escherichia coli atau yang biasa disebut E. Coli, Listeria, serta Campylobacter. Dengan demikian, melakukan pasteronisasi sangat dibutuhkan supaya susu menjadi lebih higienis dan aman bagi konsumen.
Demi menjaga keselamatan, pilihlah susu atau hasil olahan dari susu yang telah melewati proses pasteurisasi dan disimpan dalam kulkas untuk meminimalisir perkembangan bakteri.
Kacang Merah

Kacang merah segar memiliki kandungan zat phytohemagglutinin, yaitu sejenis protein alami berbahaya yang bisa menimbulkan masalah pada sistem pencernaan. Senyawa tersebut dapat membawa gejala serupa sindrom influenza gastrointestinal dalam tubuh, termasuk rasa mual, muntahan, serta diare.
Kecambah

Jenis sayuran kecambah banyak dimanfaatkan untuk menambah isi dari sandwich ataupun hidangan salad. Akan tetapi, konsumsi kecambah yang belum matang disarankan harus dihindari dikarenakan lebih rawan akan kontaminasi oleh jenis bakteri berbahaya contohnya adalah Salmonella, E. coli, serta Listeria.
Kondisi lingkungan yang panas dan berair di mana kecambah bertunas memungkinkan pertumbuhan bakteria secara cepat. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya anda menumis kecambah terlebih dulu guna melenyapkan bakteri sehingga menjadikan mereka lebih aman untuk dimakan.
Walaupun sebagian besar makanan enak dinikmati dalam keadaan mentah, belum tentu semua jenisnya baik untuk kesehatan tubuh. Penting sekali memastikan pangan diolah secara tepat supaya kita bisa mengelakkan diri dari ancaman berbagai macam penyakit.
Reporter Salsha Okta Fairuz
oleh admin | Mar 14, 2025 | asian food, cuisine, food and drink, food culture, foodies
Sixty-five percent of Generation Z consumers are looking for good value for their money when it comes to dining out.
According to Unilever Food Solutions’ (UFS) third yearly Future Menus 2025 report, Asian tastes are surpassing conventional European dishes.
The report said that
Chinese
Japanese cuisine has risen to become one of the world’s most beloved culinary options among various age groups globally, with Korean and Mexican tastes gaining traction as well. This worldwide change is fueling four key dining trends highlighted in the report.
The initial trend, called Street Food Couture, involves elevating classic street foods to high-end culinary offerings. Top chefs are integrating street food concepts into upscale restaurants, with Generation Z driving this preference. Sixty-five percent of Gen Z diners prioritize getting good value for their money. Among these trends, Mexican, Indian, Korean, and Filipino street cuisines are seeing increased interest, particularly Filipino fare which has gained significant popularity both in the United States and across Asia.
The second trend is called Borderless Cuisine, which emerges as globalization and migration merge various culinary traditions. In this practice, chefs integrate tastes from multiple cultures, frequently inspired by their personal multicultured experiences. Interestingly, seventy-six percent of tourists express enthusiasm about delving into local gastronomic scenes.
Moreover, chefs are embracing Culinary Roots, bringing back traditional and highly localized cuisines. There is an increasing fascination with less familiar dishes originating from places like Hunan, Emirati, Basque, and Oaxacan territories.
Ultimately, the desire for tailored dining encounters has propelled the emergence of Diner Designed. People are looking for more engaging and customized food experiences, with 47% choosing to invest in experiences over physical possessions nowadays.
oleh admin | Mar 14, 2025 | engineering, smart devices, smartphone cameras, smartphones, technology
Lifehack My ID
Fotografi arsitektur lebih dari sekedar merekam struktur bangunan. Ini merupakan suatu keterampilan untuk mengekspos bentuk, tekstur, serta narasi terselubung di baliknya.
Seiring dengan perkembangan teknologi, ponsel pintar saat ini telah menjadi perangkat yang sangat dipercaya oleh para fotografer, arsitek, serta pembuat konten.
Serangkaian Samsung Galaxy S25 membawa sejumlah fitur inovatif yang meringankan tahap tersebut, sehingga membolehkan setiap orang menciptakan foto arsitektur yang jernih, menakjubkan, serta kaya akan detil.
Pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang keunggulan-keunggulan pada seri Samsung Galaxy S25, terutama model Galaxy S25 Ultra. Fitur tersebut mampu menyajikan pengalaman fotografi arsitektur dengan hasil yang serupa profesional serta sangat menarik secara langsung bagi para pengguna.
1. Kamera Ultra-Wide 50MP
Salah satu hambatan terbesar dalam fotografi arsitektur adalah mengabadikan seluruh bentuk bangunan tanpa mengorbankan ketajaman gambarnya.
Oleh karena itu, gedung seringkali mempunyai elemen-elemen unik yang sayang untuk dilewatkan saat difoto.
Samsung Galaxy S25 Ultra dilengkapi dengan sensor Ultra-Wide 50MP, sehingga memungkinkan pengguna mengambil gambar dengan sudut lebarnya tanpa terjadi deformasi.
Menurut Govinda Rumi, seorang fotografer arsitektur berpengalaman, “Sudah pernah saya coba kamera 50MP Ultra-Wide pada Galaxy S25 Ultra, dan hal yang paling mengesankan bagi saya adalah betapa sedikitnya distorsi di bagian pinggir gambar. Hal ini menjadikan hasil jepretan tampak lebih natural dan dramatis.”
Menggunakan campuran resolusi tinggi serta sensor yang ditingkatkan, pemakai bisa merekam hiasan pada struktur gedung secara lebih tajam, termasuk saat cahaya kurang memadai.
Ciri khas ini sungguh sempurna untuk orang-orang yang berminat menjelajahi struktur historis atau ikon kota dari sudut pandangan yang lebih luas.
2. Virtual Aperture
Samsung Galaxy S25 Ultra hadir dengan fungsi Virtual Aperture yang membolehkan pengguna menyetel pembukaan lensa antara f/1.4 sampai f/16.
Hal ini memungkinkan Anda mengatur kedalaman lapangan dengan leluasa, suatu aspek krusial dalam pembuatan gambar arsitektural berkesan dan penuh drama.
Misalkan saat menangkap foto sebuah katedral atau bangunan bertingkat tinggi, pengguna bisa memilih diafragma yang sempit (seperti f/16) guna menjaga tajamnya keseluruhan bangunan tersebut.
Untuk menghasilkan efek bokeh pada latar belakang dan menyoroti detil ornament, pengguna bisa menggunakan pembukaan diafragma yang lebar seperti contohnya f/1.4.
“Kebebasan mengatur kedalaman lapangan pandang ini sungguh bermanfaat ketika saya ingin memperjelas tekstur gedung sambil tetap menjaga latar belakang tidak terlalu mencolok,” jelas Govinda Rumi.
3. Expert RAW
Fotograf profesional umumnya menginginkan kontrol total terhadap kualitas gambar yang dihasilkan.
Menggunakan fitur Expert RAW pada Galaxy S25 Ultra, pemakai dapat mengambil foto dalam bentuk RAW yang memberikan kemungkinan untuk menyunting dengan lebih detail tanpa kehilangan kualitas citra.
Fitur ini juga memungkinkan pengguna mengatur ulang Keseimbangan Putih secara manual, contohnya dengan meningkatkan angka WB lebih dari 5.500K agar memberi kesan hangat pada struktur bersejarah seperti istana atau gereja lama.
Akhirknya? Gambar yang lebih berwarna-warni dan mencerminkan atmosfer sebenarnya dari struktur tersebut.
4. Gemini Live
Samsung Galaxy S25 Ultra tak sekadar unggul di bidang hardware, namun juga dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence yang memudahkan penggunanya untuk mencapai performa optimal.
Dengan fasilitas Gemini Live, pemakai bisa mendapatkan data mengenai gedung yang diabadikan cukup dengan sekali sentuhan.
Sebagai contoh, ketika memotret Menara Eiffel, pemakai bisa mendapatkan informasi menarik atau riwayat dari struktur itu lewat pencarian berbasis kecerdasan buatan.
Ini menambahkan nilai ekstra ke fotografi arsitektur sebab tiap foto bisa membawa pesan atau latar belakang yang jauh lebih kaya.
5. Mode Malam
Pengambilan gambar arsitektur kerap kali dijalankan pada waktu malam guna merekam penerangan yang kreatif dari struktur tersebut.
Dengan peningkatan fitur Nightography pada Galaxy S25 Ultra, gambar dalam kondisi kurang cahaya masih tetap jernih dan memiliki noise yang berkurang.
Teknologi pemrosesan multiframe AI memungkinkan penggabungan berbagai paparan menjadi satu foto, menjaga detil dengan baik bahkan pada situasi cahaya redup.
Ini sungguh bermanfaat ketika Anda ingin memotret ikon seperti Times Square atau Candi Borobudur pada malam hari.
Samsung Galaxy S25 Ultra menghadirkan terobosan segar di bidang fotografi struktural. Menggunakan gabungan kamera ultra-lebar 50 megapiksel, Virtual Aperture, Expert RAW, AI Gemini Live, serta mode malam yang ditingkatkan, ponsel ini menyediakan paket komprehensif untuk para fotograf profesional, desainer arsitektur, hingga pecinta foto gedung.
(*)
oleh admin | Mar 13, 2025 | business, commerce, money, news, singapore
With Chinese tourists returning to Southeast Asia, WeChat Pay has formed an alliance with Singapore’s premier resort island.
Tencent Holdings
‘Weixin Pay, a prominent digital payments service in China, is extending its reach into Southeast Asia to leverage the increase in mainland travelers following Covid-19. The firm aims to broaden its horizons due to the underwhelming performance within its home market.’
“In recent years, we’ve gathered substantial input from Southeast Asian merchants who expressed their desire for assistance in attracting more Chinese travelers. This led us to prioritize ensuring these local businesses receive improved support,” stated Etienne Ng, the regional director for Southeast Asia at Weixin Pay, during an interview earlier this week.
WeChat Pay and Alipay, the leading mobile payment service providers in China, serve millions of domestic users. While traveling internationally, many people opt for these well-known payment applications. The Tencent-managed platform is branded as WeChat Pay for international customers.
Are you curious about the most significant issues and global trends? Find out here.
SCMP Knowledge
Our latest platform features handpicked content including explainers, FAQs, analyses, and infographics, all provided by our esteemed team of experts.
Alipay already caters to Chinese travelers in places such as Singapore and Malaysia. It operates under Ant Group, a financial technology subsidiary of Alibaba Group Holding, the owner of this publication. WeChat Pay, which arrived in Singapore in 2018, now encompasses more than 100,000 local businesses within its network, ranging from the Lau Pa Sat food court to bike-sharing company Anywheel.
Weixin Pay, linked to the domestic version of Tencent’s super app
WeChat
On Tuesday, they declared a strategic collaboration with Singapore’s Sentosa Development Corporation and CapitaLand Group. This alliance seeks to incorporate various services from the bustling tourist destination onto WeChat’s local platform, catering to the increasing influx of Chinese visitors.
Singapore saw an influx of Chinese travelers in 2024, with the city-state hosting 3.08 million visitors from China, marking a 130 percent rise compared to the prior year, as reported by the Singapore Tourism Board. Despite this surge, visitor numbers remain lower than pre-pandemic figures, indicating room for additional expansion moving forward.
In collaboration with Sentosa Development Corporation, they launched the Weixin mini-program called “Sentosa Discovery Guide.” This tool was specifically created to improve the visitation experience for Chinese tourists through a Mandarin-supported platform. According to Ng, this initiative helps tackle significant staffing issues related to the lack of employees who can speak Chinese.
Launched officially on Tuesday, this mini-program offers functionalities including AI-driven trip planning, live tour guiding, and same-day ticket reservations for top destinations such as Universal Studios Singapore. Tourists can use their yuan through WeChat Pay for transactions, thus avoiding the hassle of exchanging currencies.
One of Singapore’s biggest property firms, CapitaLand, provides special tourism benefits through their mini-program.
“The agreement represents a positive beginning as it demonstrates the dedication and enthusiasm from our partners and merchants across Southeast Asia,” according to Ng.
This partnership underscores Weixin Pay’s continuing strategy shift towards catering primarily to Chinese travelers instead of local users in Southeast Asia. Back in August, Tencent discontinued WeChat Pay Malaysia, its six-year-old e-wallet service aimed at domestic customers, announcing that it will concentrate on “cross-border transactions denominated in renminbi.”
According to the Singapore Tourism Board, Alipay experienced a 56 percent rise in expenditures made by Chinese travelers in Singapore over the recent Lunar New Year season compared to the previous year. Meanwhile, WeChat Pay noted that Singapore, Malaysia, and Thailand were among the top five overseas locations frequented by its users during the festive period.
“The information is highly significant as it serves as proof of the groundwork we’ve established in this area during the past several years,” Ng stated.
More Articles from SCMP
Rulings demonstrate the autonomy and fairness of Hong Kong’s judiciary.
US House Republicans plan to propose legislation aimed at preventing Chinese citizens from obtaining student or research visas.
Even with trade tensions, China and the US maintain communication channels on ‘matters of mutual interest.’
A senior official from the Chinese port city of Tianjin has been put under investigation as part of a corruption inquiry.
The article initially appeared on the South ChinaMorning Post (www.scmp.com), which is the premier source for news coverage of China andAsia.
Copyright © 2025. South China Morning Post Publishers Ltd. All rights reserved.
oleh admin | Mar 13, 2025 | Travel, travel destinations, travel planning and tips, travel recommendations, vacations
Timing is everything for
budget-conscious
visitors planning for their summer vacation.
Although June and July are prime traveling times, August frequently provides the most attractive deals. Marking the beginning of the late-summer shoulder period, August boasts pleasant temperatures accompanied by smaller crowds and reduced expenses.
Read Next:
7 Tips for Saving Cash During Spring Break 2025 Travels
Find Out:
5 Actions to Take Once Your Savings Hit $50,000
Here’s why August stands out as the quintessential summer month.
most budget-friendly for travel
.
Generating extra income can be quite simple.
You may begin this week.
Shoulder Season Begins
According to travel professionals, the timeframe from late August to mid-September is referred to as the shoulder season since it marks the shift from high summer travel activity to the onset of fall tourism. During this interval, prices generally decrease.
“Typically, as summer progresses, travel becomes more affordable,” stated Steve Schwab, the CEO.
Casago
, a vacation rental and property management business. “Most people usually require or at least appreciate having some downtime before schools reopen to ensure things are organized, leading to a decrease in holidays towards the latter part of August. Additionally, August often turns out to be significantly hotter and drier than June in many locations.”
Explore More:
5 Budget-Friendly International Getaways You Can Explore in 2025
Demand Drops
Mercedes Zach, a travel specialist at
ASAP Tickets
, part of
Trevolution Group
As stated, the demand for flights and lodging usually drops, leading to lower prices.
Consequently, numerous hotels, airlines, and tour organizers provide reduced rates during August to draw additional tourists and maintain their competitiveness,” stated Zach. “Nevertheless, it’s important to remember that expenses related to travel may differ considerably based on your chosen location. As an illustration, coastal getaways in warm climates or regions hosting major events could still be quite pricey all through August.
Europe Is More Affordable
Late August is an ideal time for cost-effective travelers looking to enjoy Europe since prices drop once the local population returns from summer vacations. Furthermore, numerous sites stay operational yet offer shorter queues and reduced expenses during this period.
One of the top destinations for an inexpensive summer getaway this season is Southern Europe, particularly led by Spain and Greece,” Zach mentioned. “Places such as cities like Barcelona and Madrid, along with island getaways like Mallorca and Ibiza, typically provide better deals during August once the major tourist crowds have subsided.
June and July
.”
Travelers looking for budget-friendly options might want to explore coastal towns that remain pleasant but see smaller crowds as the month draws to a close.
“Some of the excessively crowded Greek islands such as Santorini and Mykonos might remain expensive, whereas destinations like Crete, Rhodes, and Thessaloniki tend to become more budget-friendly by late August,” according to Zach.
Cheaper Transportation
Following an analysis of 40,000 airline routes during the summer season, Jesse Neugarten, who serves as both the CEO and founder of the company, revealed the findings.
Dollar Flight Club
, indicated that the reduction in demand might lead to fare reductions of 10% to 15% when compared to June and July levels.
For instance, well-liked destinations in Europe like Rome or Barcelona frequently offer lower fares after the peak travel month of July,” explained Neugarten. “Within the United States, locations such as Orlando and Las Vegas tend to see reduced costs during August too. These cities boast numerous flight options with multiple carriers. Consequently, when demand decreases due to fewer bookings, ticket prices typically drop.
For vehicle rentals, Mark Mannell, who serves as CEO and co-founder,
Car Rental Savers
As stated, prices decrease after Aug. 15.
Mannell stated, “We examined the overall cost of car rentals reserved over the past three summers. According to our study, the most affordable month to book a car rental is undoubtedly August. Typically, August prices were approximately 10% lower compared to the others.”
June or July
.”
Mannell advised that those planning to capitalize on August offers ought to make their reservations early.
Mannell pointed out that some destinations become fully booked during the summer and prices skyrocket at short notice. For spots such as Alaska and Yellowstone, he suggested making reservations up to a year ahead of time.
Top Offers for Low-Cost Off-Peak Getaways
Travelers who aren’t concerned about destinations with the
August rainy seasons
Or scorching summer heat might earn you discounts for the August vacations.
Zach mentioned that for those planning an economical trip through Southeast Asia, August presents a wonderful opportunity since it falls outside the peak season. This means destinations such as Bali, Bangkok, Krabi, and Vietnam tend to be more affordable. However, visitors should be prepared for some rainy weather and higher humidity levels.
Due to the
late-summer rainy season
Additionally, all-inclusive resorts and flight packages to Mexico and the Caribbean might provide better deals in August.
“Frequently, it involves heat and hurricanes,” Zach stated. “Nevertheless, it’s an ideal period to steer clear of
massive tourist crowds
and high prices.”
More From SANGGRALOKA
-
5 Vehicle Types Retirees Should Avoid Purchasing
-
3 Potential Modifications for Social Security as Republicans Take Control of Congress
-
6 Subtle Yet Brilliant Strategies That Wealthy Individuals Employ for Managing Their Finances
-
5 Low-Risk Strategies To Boost Your Savings in 2025
The article was initially published on
SANGGRALOKA
:
The Least Expensive Summer Month for Travels